Tiket Pesawat dari Pekanbaru - Jakarta

Sekali JalanPulang Pergi
Tanggal Pergi
25 Mei 2019
Tanggal Pulang
27 Mei 2019
Penumpang
1 Dewasa
Kelas
Ekonomi
Cari Tiket
Widget17

Cari Tiket Pesawat Murah ke Jakarta

Lihat Semua Kota

Bandara di Pekanbaru

Bandara Sultan Syarif Kasim II (PKU)

Bandara Sultan Syarif Kasim II (PKU) adalah bandar udara internasional yang berlokasi di Kota
Pekanbaru. Bandara ini merupakan bandara peninggalan sejarah pada zaman penjajahan
Jepang dan Belanda. Dahulu, Bandara Sultan Syarif Kasim II masih berbentuk landasan udara
yang berfungsi untuk Pangkalan Militer. Pada tahun 1960, pemerintah setempat mulai
mengoperasikan Bandara Sultan Syarif Kasim II dan menjadikan bandara ini menjadi bandara
Perintis, serta mengubah namanya dari Landasan Udara menjadi Pelabuhan Udara Simpang
Tiga. Selanjutnya, Pelabuhan Udara Simpang Tiga resmi berganti menjadi Bandar Udara
Simpang Tiga pada 1 September 1985. Tak sampai sepuluh tahun, tepat pada tanggal 1 April
1994, bandara yang sebelumnya memiliki nama Bandar Udara Simpang Tiga ini mulai dikelola
oleh PT. Angkasa Pura II (Persero), dan sejak bergabungnya dengan PT. Angkasa Pura II
(Persero), akhirnya Bandara Sultan Syarif Kasim II berganti nama lagi menjadi Bandar Udara
Sultan Syarif Kasim II sesuai dengan Keputusan Presiden No.Kep.473/OM.00/1988-AP II
tanggal 4 April 1998. Sejak 29 April 2000, Bandar Udara Sultan Syarif Kasim II telah diresmikan
oleh mantan Presiden Republik Indonesia, Abdurrahman Wahid.


Bandara Sultan Syarif Kasim II memiliki terminal baru bandara yang terdiri dari 3 lantai, yaitu
lantai dasar, lantai 1, dan lantai 2. Di gedung terminal baru ini terdapat pelayanan penerbangan
baik untuk domestik maupun internasional. Di gedung terminal baru, Anda bisa menemukan
berbagai macam fasilitas yang memadai, seperti Wi-Fi gratis, ruang merokok, ruang menyusui
anak, ruang istirahat, mushola, lounge, area bermain anak, layanan penitipan barang, layanan
charging gratis, kursi roda, jasa pembungkus bagasi, pelayanan terpadu angkatan darat (bus),
serta e-kiosk. Selain menyediakan banyak fasilitas lengkap, Bandar Udara Internasional Sultan
Syarif Kasim II juga didukung oleh pelayanan penerbangan dari berbagai maskapai profesional,
meliputi Garuda Indonesia, AirAsia, Citilink, Batik Air, Scoot, Lion Air, dan masih banyak
lainnya.

Selengkapnya

Bandara di Jakarta

Bandara Soekarno Hatta (CGK)Bandar Udara Halim Perdana Kusuma (HLP)Bandara Pondok Cabe (PCB)

Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta terletak di Tangerang, Banten dan Cengkareng,
Jakarta. Bandara ini pertama kali beroperasi pada tanggal 1 Mei 1985, menggantikan Bandar
Udara Kemayoran di Jakarta Pusat yang sudah ditutup di tahun yang sama. Bandara ini diberi
nama sesuai dengan nama presiden dan wakil presiden pertama di Indonesia, yaitu Soekarno
dan Mohammad Hatta. Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta memiliki luas 18 km persegi
dengan 2 landasan paralel yang dipisahkan oleh 2 taxiway sepanjang 2,4 km. Pada tahun 2011,
bandara ini menduduki posisi ke-12 bandara dengan penumpang terbanyak di dunia, dengan
perkiraan mampu menampung 19 juta hingga 25 juta penumpang per tahun.

Hingga saat ini, di Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta terdapat tiga terminal bandara
beroperasi dan satu terminal yang sedang dibangun:

  1. Terminal 1
    Terletak di sisi selatan bandara, terminal ini mengoperasikan penerbangan rute
    domestik selain maskapai Garuda Indonesia. Gerbang di Terminal 1 memiliki awalan
    huruf abjad A, B, dan C.
  2. Terminal 2
    Terminal 2 Bandara Internasional Soekarno Hatta dibuka pada tahun 1992 dan terletak
    di sisi utara bandara. Terminal ini melayani penerbangan rute internasional dan
    domestik.
  3. Terminal 3
    Terminal 3 atau T3 resmi beroperasi pada tahun 2011. Terminal ini mengoperasikan
    penerbangan domestik khusus maskapai Garuda Indonesia, dan penerbangan
    internasional oleh berbagai maskapai seperti Saudi Arabian Airlines dan Korean Air.
  4. Terminal 4
    Dikarenakan semakin meningkatnya jumlah penumpang, Terminal 4 rencananya akan
    dibangun pada tahun 2020 dan berlokasi di sisi utara Bandara Internasional Soekarno
    Hatta.
Selengkapnya

Bandar Udara Halim Perdanakusuma merupakan sebuah bandara yang dikelola oleh PT
Angkasa Pura II dan terletak di Kecamatan Makasar, Jakarta, Indonesia. Bandara ini juga
beroperasi sebagai markas besar Komando Operasi Angkatan Udara I (Koops AU I) TNI-AU.
Awalnya, bandara ini diberi nama Vliegveld Tjililitan atau Lapangan Terbang Cililitan ketika
pertama kali dibuka pada tahun 1925. Lapangan Terbang Cililitan menjadi lapangan terbang
pertama di Hindia Belanda yang melayani penerbangan internasional. Setelah Belanda
menyerahkan kepemilikan landasan udara ini ke pemerintah Indonesia sepenuhnya pada
tanggal 20 Juni 1950, AURI pun segera mengambil alih dan menjadikannya pangkalan udara
militer. Namanya pun diganti sesuai dengan nama pahlawan nasional, Abdul Halim
Perdanakusuma, pada hari kemerdekaan Indonesia yang ketujuh.

Sebelum tahun 2014, bandara ini hanya melayani penerbangan VVIP dan charter flight, setelah
kemudian bandara ini dialihfungsikan menjadi bandara komersial akibat penuhnya penerbangan
di Bandara Internasional Soekarno Hatta. Bandara ini memiliki landasan pacu sepanjang 3
kilometer, dengan luas tanah mencapai 170 hektar dan luas terminal sekitar 19 kilometer
persegi. Diperkirakan Bandara Halim Perdanakusuma dapat menampung sebanyak 15 ribu
penumpang setiap harinya. Fasilitas yang dimiliki oleh bandara ini pun cukup lengkap, seperti e-
kiosk, konter check in, musholla, ruang tunggu, ATM center, dan toilet. Adapun maskapai
penerbangan yang beroperasi di Bandara Halim Perdanakusuma adalah Citilink, Batik Air,
Wings Air, Susi Air, TransNusa, dan Pelita Air.

Selengkapnya

Bandara Pondok Cabe (PCB) yang terletak di kawasan Pondok Cabe Udik, Pamulang,
Tangerang Selatan, Banten ini dulunya merupakan pangkalan militer di era Perang Pasifik.
Pada tahun 1942, saat pasukan Sekutu ABDA (America, British, Dutch, Australia menduduki
Indonesia, bandara ini dibangun untuk menghalau invasi pasukan Jepang ke Jawa sebagai
bentuk pertahanan militer. 32 pesawat tempur disiapkan di bandara ini. Pondok Cabe dianggap
sebagai lokasi yang tepat sebagai tempat perlindungan karena masih rimbunnya lingkungan
sekitar saat itu. Bandara Pondok Cabe menerima 25 unit Hawker Hurricane RAF, diikuti dengan
Skuadron 36, Skuadron 100 RAF, pesawat Vickers Vildebeest dan bomber torpedo Fairey
Albacore.


Pembangunan dilanjutkan pada tahun 1972 oleh Pertamina sebagai tempat bersarangnya
pesawat-pesawat milik Divisi Penerbangan Pertamina, yang merupakan cikal bakal PT PAS.
Pesawat-pesawat milik PT PAS ini digunakan untuk mendukung program transmigrasi yang
dicanangkan pemerintah Indonesia pada waktu itu. Bandara Pondok Cabe pada masa itu juga
turut mendukung operasional kontraktor production sharing dan perusahaan migas di
Indonesia. Lapangan terbang tersebut mengalami pengembangan lebih lanjut yang ditandai
dengan pembangunan infrastruktur seperti perpanjangan landasan pacu, penambahan apron
dan hanggar. Setelah tahun 1985, lapangan terbang itu juga menjadi basis operasi Polisi
Udara, Penerbang TNI AL, Skuadron 21/Serba Guna Penerbang TNI AD, dan Persatuan Olah
Raga Terbang Layang Jakarta Raya.

Meskipun saat ini Bandara Pondok Cabe masih hanya dapat melayani penerbangan charter
untuk berbagai perusahaan minyak dan gas di Indonesia, nantinya pada akhir tahun 2018,
landasan udara ini akan melayani penerbangan reguler alias dikomersilkan. Ekspansi ini terjadi
setelah dilakukan revitalisasi yang mencakup lahan seluas 119 hektar dan landasan pacu
sepanjang 2.200 meter. Pesawat Boeing Classic dan pesawat-pesawat propeller reguler
maupun non-reguler nantinya akan dapat mendarat di landasan pacu ini. Saat ini, Pelita Air
Service merupakan pihak yang mengelola bandara. Perusahaan tersebut juga mengoperasikan
maskapai Pelita Air. Bandara Pondok Cabe dikomersilkan untuk menghadapi lonjakan
penumpang di Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Halim Perdanakusuma.

Selengkapnya

Kuliner dan Hiburan di Jakarta

7 Taman Kota di Jakarta untuk Mengisi Akhir Pekan
9 Destinasi Wisata Alam Terbaik di Jakarta
Asyiknya Makan Sambil Main dengan Kucing di 2 Cat Cafe Jakarta Ini
12 Destinasi Liburan Sekitar Jakarta yang Praktis dan Dekat
Ngebolang Yuk! 32 Lokasi Wisata di Jakarta yang Wajib Dikunjungi

Maskapai Penerbangan

Batik Air
Citilink Indonesia
Wings Air
Garuda Indonesia
Sriwijaya Air
Lion Air
Batik Air
Bangkok Airways
Cathay Pacific
AirAsia
Indonesia AirAsia
All Nippon Airways
Korean Air
Citilink Indonesia
NAM Air
Thai Airways
KLM
Singapore Airlines
China Southern Airlines
Thai Lion Air
Scoot
Turkish Airlines
Malaysia Airlines
Japan Airlines
Malindo Air
China Airlines
EVA Air
Philippine Airlines
Xiamen Air
Cebu Pacific
Vietnam Airlines
Qantas
Asiana Airlines
Trigana Air