Buku Original Bentang Pustaka
SPESIFIKASI PRODUK
Format: 14 x 20,8 cm
Jumlah halaman: 352
Jenis Kertas Isi: Bookpaper 55 gr
Jenis Kertas Sampul: Art Carton 230 gr
SINOPSIS PRODUK
Sinopsis
Dorothy hilang ingatan dan saat siuman ia sudah bukan lagi si gadis taat, putri sematawayang pendeta. Hidupnya yang teratur dan tak neko-neko berganti dengan episode luntang-lantung di sekitaran London. Dari kuli musiman, guru di sekolah abal-abal, sampai mengemis—semua dilakoni demi bertahan hidup. Sambil, ia terus mengais kembali ingatannya yang timbul-tenggelam.
Diterjemahkan dari A Clergyman’s Daughter, Luntang-Lantung si Gadis Taat mengenalkan jurus sinisme khas George Orwell sang pengarang sebelum kelahiran mahakaryanya 1984 dan Animal Farm. Dorothy di sini bisa jadi adalah kita semua—dalam bentuk ekstremnya—yang berusaha menjawab pertanyaan abadi: Siapa kita?
Intisari
Perjalanan Dorothy, putri seorang pendeta kikir dan kolot, menemukan kembali identitasnya setelah jatuh pingsan dan lupa ingatan. Dorothy menjajal banyak ragam kehidupan, mulai dari menggelandang, jadi kuli musiman di ladang hop, mengemis, sampai jadi guru sekolah swasta abal-abal. Setelah menjalani hidup yang nyaris seratus delapan puluh derajat berbeda sekali dari hidupnya yang teratur dan konservatif, Dorothy menyadari bahwa yang dia cari---identitasnya---tidak tersembunyi jauh-jauh.
TENTANG PENULIS
Eric Arthur Blair (George Orwell) lahir pada 1903 di India, tempat ayahnya bekerja sebagai Pegawai Negeri (Inggris). Mereka sekeluarga pindah ke Inggris pada 1907. Pada 1917 Orwell masuk ke sekolah Eton yang sangat bersejarah itu, dan secara teratur menyumbangkan tulisan untuk berbagai majalah sekolah menengah.
Ia pernah tinggal di Myanmar dan Paris, sebelum kembali lagi ke Inggris dan bekerja sebagai guru privat, guru sekolah, asisten di toko buku, serta menulis ulasan dan artikel di sejumlah terbitan berkala. Orwell juga pernah bekerja untuk BBC, redaktur sastra Tribune, dan pengisi rubrik tetap komentar politik dan sastra di Observer. Sebagai penulis, ia melahirkan buku-buku yang diilhami dari pengalaman hidupnya yang beragam, termasuk Keep The Aspidistra Flying.
Karya-karyanya yang paling terkenal adalah Animal Farm, sebuah alegori politik, dan 1984. Buku 1984 ini bahkan dianggap sebagai novel distopia paling berpengaruh bahkan hingga kini, karena isinya masih relevan hingga zaman sekarang. Versi terjemahan kedua buku tersebut juga diterbitkan oleh Bentang Pustaka, dan masih menjadi buku laris hingga saat ini.
George Orwell meninggal di London pada Januari 1950. Beberapa hari sebelumnya, Desmond Mac Carthy mengiriminya ucapan selamat dan di situ tertulis: “Anda telah menorehkan watak dan rona yang tak terhapuskan pada kesusastraan Inggris ... Anda adalah satu di antara sedikit penulis yang tak terlupakan dari generasi Anda.”
KEUNGGULAN PRODUK
- Mengangkat isu keyakinan beragama dengan nada yang sinis khas Orwell.
- Salah satu karya hidden gem Orwell. Tidak banyak yang tahu, padahal soal kualitas cerita, sama terujinya dengan karya-karya lainnya seperti 1984.
- Kritik-kritik sosial disampaikan dengan gaya cerewet, kocak, dan sinis a la Orwell.