• socmed Facebook icon
  • socmed Instagram icon
  • socmed Twitter icon
  • socmed Youtube icon
Tokopedia
Tokopedia Blog - Home
MORE STORIES

Butuh Bacaan Baru? Simak 4 Rekomendasi Buku dari Nakama Tokopedia

Share

Butuh Bacaan Baru? Simak 4 Rekomendasi Buku dari Nakama Tokopedia

Salah satu hal yang tidak dipungkiri kita rasakan pada periode physical distancing adalah: kebosanan. Alhasil, terkadang kita memerlukan hobi atau kegiatan lain yang berbeda dari kebiasaan. 

Nakama atau karyawan Tokopedia mengisi waktu luangnya dengan membaca buku. Lalu, kami bertanya kepada mereka: buku apa yang membuat mereka tidak bisa berhenti membaca? Simak rekomendasi buku berikut dari para Nakama yang siap untuk mengisi waktu luangmu atau menjadi ide hadiah untuk orang terkasih. 

Dare To Lead oleh Brene Brown

Adinda Kristabel Budianto, Marketing Solutions, Senior Account Manager 

Buku ini merangkum hasil riset sang penulis selama 7 tahun menjadi sebuah narasi dan panduan yang relevan dan praktis mengenai keberanian. Bukan hanya keberanian untuk memimpin, tetapi juga bagaimana menjalani hidup dengan berani di tengah ketidakpastian. Brene Brown mengungkapkan pemikirannya bahwa keberanian adalah kumpulan dari empat skill set yang dapat diajarkan, diamati dan diukur.

“Ada banyak banget yang aku suka dari buku ini. Tapi kalau boleh pilih satu yang struck to me the most itu ada quote yang bilang, ‘Clear is kind, unclear is unkind’. Di bagian ini, aku lumayan bisa lega dengan penjelasan dari Brene Brown untuk membentuk perspektif aku terhadap komunikasi yang detail dan komprehensif. Dan menurutku, ini sesuatu yang bisa aku terapkan di kehidupan personal maupun profesional.”

Nudge oleh Cass Sunstein and Richard

Hatta Bagus Himawan, Product Manager Lead

Buku ini memperkenalkan konsep nudge sebagai upaya untuk mempengaruhi keputusan orang lain tanpa paksaan. Sebagai pemimpin negara, perusahaan, ataupun organisasi, manusia mampu ‘mengarahkan’ pilihan konsumen tanpa harus ‘memaksa’, karena pada dasarnya manusia menganut ide libertarian paternalism. Di satu sisi, manusia punya kehendak bebas, tetapi di sisi lain manusia perlu ‘dipaksa’ untuk menentukan keputusan terbaik.

“Quote favorit saya di buku tersebut adalah, ‘We all (human) are susceptible to a wide array of routine biases that can lead to an equally wide array of embarrassing blunders in every aspect’.”

1984 oleh George Orwell

Nena Kristiani, Growth Marketing Associate

Buku ini merupakan buku fiksi distopia yang cocok untuk dibaca selama masa physical distancing sebagai alternatif menonton film, mirip dengan series Black Mirror yang dikemas dalam sebuah tulisan. Bercerita tentang Winston, seorang pekerja paruh baya yang hidup di dunia post-truth, dimana kekuasaan global didominasi oleh kaum super elit yang dipimpin oleh tokoh yang disebut sebagai Big Brother. Secara keseluruhan, cerita 1984 berfokus pada bagaimana Winston memperjuangkan hak asasi manusia dalam revolusi dan harapan.

“Aku suka buku ini karena thought-provoking, altering your thinking process to be more critical towards the world as well as the book itself, it’s such a page turner. I would say it makes me question a lot of things and be more critical as well as sensitive to uphold freedom of expression instead of staying silent.”

Why We Sleep: Unlocking the Power of Sleep and Dreams oleh Matthew Walker

Satkar Ulama, Product & UX Research Lead

Buku ini membahas tentang tidur dari perspektif neurosains dan psikologi; apa yang terjadi ketika makhluk hidup, khususnya manusia, tidur; mengapa kita perlu tidur; dan risiko-risiko yang muncul pada tubuh dan otak manusia ketika tidur tidak cukup. Walker juga membedah tidur dari segi humaniora yang membuat buku ini semakin relevan untuk dibaca oleh semua orang, khususnya kita yang mungkin jadwal tidurnya terganggu selama masa Work from Home (WFH).

“Ini buku yang menantang, bukan karena pembahasannya cenderung lebih kompleks dibandingkan buku-buku nonfiksi yang umumnya saya baca, tapi karena setiap bab dalam buku ini penuh dengan hasil penelitian bertahun-tahun tentang tidur yang membuat pembacanya merasa bersalah dan takut karena selalu menganggap remeh tidur. Dua pelajaran terbesar yang saya dapatkan dari buku ini adalah pelajaran untuk lebih peduli pada kesehatan melalui tidur yang disiplin dan pelajaran untuk bersyukur bahwa bisa tidur lelap adalah salah nikmat Tuhan yang tidak bisa dibeli.”

Pada periode physical distancing ini, melakukan hobi atau kegiatan baru yang dapat menyibukkan diri layak untuk kita coba. Dengan begitu, kita bisa tetap produktif dan kreatif dengan #DiRumahAjaDulu. 

Share

TokopediaTokopedia

Related Articles

Mengenal Sosok Kartini Masa Kini: NakaBunda Tim Tokopedia Care
Behind The Scene
Mengenal Sosok Kartini Masa Kini: NakaBunda Tim Tokopedia Care
© 2009-2024, PT Tokopedia