• socmed Facebook icon
  • socmed Instagram icon
  • socmed Twitter icon
  • socmed Youtube icon
Tokopedia
Tokopedia Blog - Home
MORE STORIES

Cerita Perjuangan Delia Murwihartini Gaet Konsumen Dowa Bag

Share

Cerita Perjuangan Delia Murwihartini Gaet Konsumen Dowa Bag

Dowa Bag, brand fashion lokal yang menjual berbagai tas dengan desain dan kualitas internasional. Simak sejarah dan perjuangan brand Dowa!


Kini, sudah banyak brand fashion lokal yang tak kalah kualitasnya dibandingkan dengan brand internasional lainnya. Bahkan, berbagai brand lokal ini kerap dikira sebagai merk dari luar negeri, seperti salah satunya adalah brand Dowa.

Brand lokal ini patut diapresiasi karena telah menghadirkan beragam handbag yang memiliki model dan kualitas layaknya produk buatan luar. Padahal, brand ini didirikan oleh anak bangsa, yakni Delia Murwihartini, seorang lulusan Ilmu Komunikasi di Universitas Gajah Mada (UGM).

Sebelumnya, Delia bekerja untuk brand-brand terkenal di Eropa dan Amerika. Namun, setelah 20 tahun berkarir, ia memutuskan mendirikan brand Dowa Bag pada 2008 dengan berbekal pengetahuan dan wawasan yang telah diperolehnya. Bagaimana profil, sejarah, dan cerita perjalanannya membangun brand Dowa? Simak lebih lanjut di bawah ini, Toppers!

Baca Juga: Inspirasi OOTD Hijab Remaja yang Manis untuk Sehari-hari

Profil Brand Dowa

Nama Brand:Dowa
Brand Owner:Dra. Delia Murwihartini
Daerah Asal:Yogyakarta
Tahun Berdiri:2008
Bisnis Utama Brand:Fashion Handbag
Link Official Store di Tokopedia:https://www.tokopedia.com/dowa

Baca Juga: OOTD Perpaduan Warna Hijau: Inspirasi Tampilan yang Stylish!

Cerita Perjalanan Delia Murwihartini dalam Membangun Dowa

Dirintis oleh Delia Murwihartini, Dowa kini telah sukses dan bahkan telah berhasil menembus pasar Internasional. Akan tetapi, perlu Toppers catat bahwa kesuksesan tidak dapat diraih apabila tidak ada kerja keras.

Brand asal Jogja ini bisa sesukses sekarang karena adanya usaha dan kerja keras dari owner-nya. Seperti apakah perjalanan Delia dalam menggaet konsumen brand Dowa? Berikut adalah ceritanya:

1. Dari Pekerja Menjadi Pengusaha

Sebelum mendirikan brand Dowa, Delia bekerja sama dengan para desainer brand terkenal di Eropa dan Amerika untuk mengkreasikan serta memproduksi koleksi tas perempuan. Kerja sama ini dilakukannya selama hampir 20 tahun. Berkat itulah, Delia memiliki pengalaman, pengetahuan, dan wawasan mengenai cara suatu brand diciptakan.

“Cerita menariknya adalah dari pengalaman saya bekerja sama dengan para designer brand-brand terkenal itu saya bisa mengambil kesimpulan bahwa membuat brand dan memilih nama untuk brand itu ada aturannya. Nama brand harus mudah diingat, harus mempunyai makna yang bagus dan jika diucapkan oleh orang dari berbagai bangsa manapun pengucapannya hampir sama,” tutur Delia selaku owner tas Dowa.

2. Berharap Produk Kerajinan Tangan Jogja Dinikmati Wanita Indonesia

Pada awalnya, produk cantik kerajinan tangan dari Jogja yang diproduksi oleh Delia hanya bisa digunakan oleh perempuan-perempuan di luar negeri saja. Kemudian, ia pun berharap produknya juga bisa bisa dinikmati oleh para perempuan-perempuan di Indonesia. Inilah motivasi besarnya untuk menciptakan brand Dowa.

3. Ciri Khas dan Identitas Suatu Brand Berperan Besar

Untuk mempertahankan keberlangsungan bisnis, maka diperlukan identitas dan ciri khas brand yang kuat. Oleh karena itu, agar brand Dowa bisa terus mempertahankan eksistensinya, Delia selalu bekerja keras untuk menciptakan ciri khas dan identitas yang kuat. Namun, tentu dalam perjalanannya, tidaklah mudah. Delia juga harus menghadapi berbagai permasalahan, termasuk salah satunya adalah adanya barang-barang tiruan Dowa Bag yang sangat banyak.

“Pada saat brand Dowa mulai dikenal, banyak sekali orang yang meniru dan lucunya pada saat ada sebuah desain produk yang saya kasih ring disini, saya kasih lipatan di sana, karena saya ingin produk itu kelihatan bagus. Jadi ada alasan yang melatar belakangi penempatan ring dan lipatan tersebut. Namun, ternyata design ini ditiru utuh oleh para peniru tanpa mereka tau alasan dibalik design tersebut,” tutur Delia.

Meskipun demikian, dari kejadian ini, Delia justru semakin bersemangat untuk terus berkreasi karena menurutnya, hanya produk yang bagus saja yang ditiru. “Namun bila kita terlena kita akan disalip oleh para peniru sehingga disinilah tantangan saya dan tim kreatif yang harus selalu membuat desain dan kreasi baru agar brand Dowa selalu menjadi brand yang di depan,” jelasnya.

4. Kolaborasi Tren Mode Dunia Jadi Potensi

Berbagai produk dari Dowa adalah kerajinan tangan asli dari Jogja yang di padukan dengan tren mode dunia. Inilah yang menjadi daya tariknya dibandingkan produk lain.

“Potensi terbesarnya adalah bagaimana menggali lagi kerajinan-kerajinan tangan yang ada di Jogja maupun daerah-daerah lain di Indonesia untuk di kolaborasikan dan dipadukan dengan trend mode yang ada di dunia agar menjadi produk-produk lain yang fashionable dan bisa diterima oleh customer dimanapun,” ucap Delia.

5. Siapa Target Konsumen Dowa?

Dowa menargetkan perempuan dari usia yang sangat muda hingga senior menjadi konsumennya. Itulah sebabnya Dowa menghadirkan produk yang beraneka macam, mulai dari tas sekolah, kantor, bepergian, dan sebagainya. Semua produk ini dirancang dengan harapan bisa menjawab kebutuhan para konsumennya.

“Selain itu, warna produk brand Dowa pun beraneka macam. Ada warna classic dan ada juga warna-warna fashion, sehingga segala lapisan usia maupun selera bisa dirangkul oleh produk-produk yang ada di Dowa,” ungkap Delia.

Baca Juga: Apa itu Faux Leather? Simak Penjelasan dan Cara Merawatnya

6. Apa Produk Unggulan dari Dowa?

Layaknya brand fashion lain, brand Dowa juga memiliki produk unggulannya, yakni tas rajut benang yang dipadukan dengan kulit sapi kualitas terbaik.

Di samping itu, produk lainnya yang dibuat oleh Dowa juga tidak kalah bagus dibandingkan produk unggulannya. Dowa selalu mengutamakan dan mengembangkan desain, warna, dan kualitas seperti produk ekspor agar sesuai dengan tren mode dunia.

7. Ciptakan Produk Atraktif dan Menggandeng Marketplace

Agar brand Dowa semakin dikenal, Delia tak henti-hentinya membuat produk-produk yang atraktif sehingga media massa tertarik untuk meliputnya. Menurutnya, semakin banyak media massa yang meliput, maka akan semakin banyak pula orang yang mengenal brand Dowa.

“Selain itu, Dowa juga berusaha untuk menampilkan produk-produk yang inovatif. Dengan produk-produk yang inovatif, calon customer maupun loyal customer akan membeli dan bisa dipastikan mereka akan menginformasikan kepada lingkungan sekitar.”

Delia juga menggandeng marketplace agar brand Dowa bisa lebih meningkatkan lagi penjualan online-nya.

8. Tumbuh dengan Bantuan Konsumen

Keberhasilan Dowa Bag ternyata bukanlah dikarenakan strategi iklan (advertising) dengan budget yang tinggi. Namun, karena adanya konsumen Dowa yang secara sukarela mau mengenalkan dan merekomendasikan produknya kepada keluarga, teman, ataupun lingkungan sekitar.

Berkat bantuan konsumennya ini yang membuat Dowa bisa terus bertumbuh hingga menjadi salah satu brand fashion lokal yang besar. Selain untuk menikmati barang pembelian, konsumen ini juga secara tidak langsung menjadi team marketing brand Dowa. Ini adalah salah satu pencapaian besar dari brand Dowa.

9. Ingin Dikenal Luas oleh Pasar Internasional

“Rencana jangka panjang untuk brand Dowa dan yang ingin dicapai adalah brand Dowa bisa menjadi sebuah brand lokal yang dikenal luas di pasar Internasional,” ungkap Delia saat membeberkan soal rencana jangka panjang bagi Dowa di masa yang akan datang.

10. Jaga Bisnis untuk Tetap Adil

Delia telah melalui banyak kejadian manis pahit menjadi seorang pengusaha. Ia pun memiliki pesan kepada anak muda yang akan memulai bisnis atau sedang berbisnis.

“Jagalah bisnisnya untuk tetap adil. Artinya bahwa keuntungan tidak boleh hanya kita saja yang mendapatkan, tetapi customer dan lingkungan sekitar juga harus mendapatkan keuntungannya.”

“Selanjutnya adalah jangan cepat putus asa karena ketangguhan diri dan ketangguhan hati kita lah salah satu yang bisa membuat kita sukses. Dan yang terakhir adalah yakin, yakinlah bahwa kalian akan berhasil,” pungkas Delia.

Baca Juga: OOTD Kulot Putih: Fashion Style Sehari-hari hingga Formal

Nah, itulah sejarah Dowa Bag dan cerita perjuangan Delia dalam menggaet konsumen brand fashion-nya. Bagi Toppers yang ingin menjadi pengusaha sukses seperti Delia, belajarlah untuk tidak putus asa dan terus tangguh dalam melewati berbagai rintangan.

Apabila kamu ingin mendukung bisnis fashion lokal, kamu juga bisa membeli produk Dowa dengan mudah dan harga terbaik hanya melalui Tokopedia!

Penulis: Oeren Lee

© 2009-2024, PT Tokopedia