• socmed Facebook icon
  • socmed Instagram icon
  • socmed Twitter icon
  • socmed Youtube icon
Tokopedia
Tokopedia Blog - Home
MORE STORIES

34 Candi Hindu-Buddha di Indonesia, Peninggalan Sejarah Penting!

20 May 2024

Share

34 Candi Hindu-Buddha di Indonesia, Peninggalan Sejarah Penting!

Daftar candi Hindu-Buddha di Indonesia terbesar dan terpopuler ini perlu kamu ketahui. Berikut penjelasannya beserta gambar candi, lokasi, dan asal-usulnya!


Saat belajar sejarah Indonesia, Toppers pastinya tahu kalau Indonesia pernah memiliki masa di mana beberapa daerahnya dikuasai oleh kerajaan beragama Hindu atau Buddha. Hasilnya, kerajaan-kerajaan tersebut meninggalkan bukti keberadaan mereka dalam berbagai bentuk. Salah satu dari bukti tersebut adalah sejumlah candi yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Sekedar info untuk Toppers, di masa lalu, candi merupakan bangunan yang terbuat dari batu serta difungsikan sebagai tempat pemujaan serta tempat penyimpanan abu jenazah raja atau pendeta Hindu-Buddha. Tentunya candi tidak hanya ditemukan di Pulau Jawa saja, melainkan juga di Pulau Bali hingga Pulau Sumatra.

Baca Juga: 6 Agama di Indonesia, Tempat Ibadah, Hari Besar, dan Kitab Sucinya

Candi Hindu di Indonesia

Nah, berbicara candi, dalam pikiran kita mungkin hanya terlintas Candi Borobudur atau Candi Prambanan saja. Padahal, Indonesia juga punya banyak sekali candi-candi Hindu-Buddha lainnya yang tentunya nggak kalah menarik untuk dipelajari. Dari candi-candi ini juga, kita bisa saja mempelajari sejarah baru tentang masa Hindu-Buddha yang belum banyak orang ketahui, lho. Penasaran, kan? Yuk simak daftar candi Hindu-Buddha di Indonesia berikut ini.

1. Candi Asu Sengi - Magelang, Jawa Tengah

Candi Asu Sengi - Magelang, Jawa Tengah

Sumber gambar: WisataJateng

Candi Asu Sengi bertempat di Dusun Candi Pos, Desa Sengi, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang dan berada di lereng Gunung Merapi sebelah barat di tepian Sungai Tlingsin Pabelan.

Nama candi ini sebenarnya diberikan oleh masyarakat setempat saat pertama kali ditemukan. Hal ini disebabkan oleh arca Lembu Nandhi yang tampilannya sudah rusak dan malah lebih mirip anjing (asu - anjing dalam bahasa Jawa). Pemulihan bangunan candi ini sendiri masih belum selesai karena sempat terjadinya erupsi Gunung Merapi. Di Candi Asu Sengi, selain Toppers bisa menikmati pemandangan candi yang menarik, Toppers juga bisa menyaksikan upacara adat yang dilaksanakan oleh masyarakat setempat.

2. Candi Umbul - Magelang, Jawa Tengah

Candi Umbul Magelang

Sumber gambar: WisataJateng

Candi Umbul berlokasi di Dusun Candi Umbul, Desa Kartoharjo, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang. Candi ini merupakan peninggalan Kerajaan Mataram Hindu pada dinasti Syailendra. Tidak hanya menawarkan suasana yang sejuk dan pemandangan sawah yang indah, Candi Umbul juga memiliki dua kolam berukuran besar dan kecil yang bisa dipakai pengunjung untuk berendam.

Baca Juga: 20 Alat Musik Ritmis dan Cara Memainkannya

3. Candi Klero - Semarang, Jawa Tengah

Candi Klero

Sumber gambar: WikiMedia

Candi Klero merupakan salah satu candi bercorak Hindu yang berlokasi di Ngentak Lor, Klero, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang. Candi ini berlokasi cukup strategis, yaitu di Jalan Raya Salatiga-Solo dan tidak jauh dari Pasar Tengaran. Meski demikian, candi ini masih tergolong jarang dikunjungi. 

Meski demikian, Candi Klero masih dirawat dan terjaga dengan baik, serta ukuran candi yang relatif kecil tidak akan membuat pengunjung merasa kelelahan saat menelusurinya.

4. Candi Pringapus - Temanggung, Jawa Tengah

Candi Pringapus Temanggung

Sumber gambar: TripTrus

Candi Pringapus merupakan salah satu destinasi wisata sejarah yang berlokasi di daerah Temanggung, Jawa Tengah. Candi ini dapat menjadi spot foto karena lingkungan di sekitar candi yang cantik dan terawat. 

Pada jam-jam tertentu, Toppers bisa melihat pemandangan gunung dari Candi Pringapus. Tidak hanya itu, warga sekitar juga sering memanfaatkan halaman depan candi untuk upacara adat yang juga bisa disaksikan pengunjung.

Baca Juga: Sejarah Kerajaan Islam di Indonesia dan Penjelasannya

5. Candi Ngempon - Semarang, Jawa Tengah

Candi Ngempon Semarang

Sumber gambar: Ardiyanta

Candi Ngempon atau yang juga disebut Candi Muncul merupakan salah satu candi peninggalan kerajaan Hindu. Konon katanya, candi ini menjadi pusat penggemblengan untuk melatih orang-orang menjadi para empu atau mpu. 

Sayangnya, Candi Ngempon masih tergolong sepi pengunjung. Akan tetapi, beberapa pengunjung berlibur ke Candi Ngempon untuk mencoba berendam di Pemandian Air Panas Petirtaan Derekan atau mengambil foto di daerah candi.

6. Candi Prambanan – Sleman, Yogyakarta

Candi Prambanan

Sumber gambar: Pixabay

Dikenal juga dengan nama Candi Roro Jonggrand, kompleks Candi Prambanan adalah kompleks Candi Hindu terbesar di Indonesia yang dibangun pada abad ke-9 Masehi.

Berdasarkan prasasti Siwagrha, diketahui bahwa candi ini mulai dibangun sekitar tahun 850 masehi oleh Rakai Pikatan, dan terus dikembangkan dan diperluas oleh Balitung Maha Sambu, pada masa kerajaan Medang Mataram. Dari prasasti ini juga diceritakan bahwa Candi Prambanan dibangun sebagai persembahan kepada Trimurti (tiga dewa utama dalam Hindu), yakni Brahma, Wisnu, dan Siwa.

Sempat terlantar dan kehilangan identitas sejarah, rakyat setempat menciptakan mulai menciptakan legenda asal-mula dari keberadaan candi-candi di komplek ini dan lahirlah legenda rakyat Roro Jongrang.

7. Candi Dieng – Wonosobo, Jawa Tengah

Candi Dieng

Sumber gambar: Wikimedia

Berada di pegunungan Dieng, Candi Dieng merupakan Candi Hindu beraliran Siwa yang diperkirakan dibangun pada akhir abad ke-8 hingga awal abad ke-9.

Memiliki luas mencapai sekitar 1.8 x 0.8 km2, kompleks Candi Dieng dibagi dalam 3 kelompok dan 1 candi yang berdiri sendiri yang namanya diadopsi dari tokoh dalam kisah dalam Kitab Mahabarata, yakni kelompok Arjuna, kelompok Gatotkaca, kelompok Dwarawati dan Candi Bima.

8. Candi Gedong Songo – Semarang, Jawa Tengah

Candi Gedong Songo

Sumber gambar: Wikimedia

Ditemukan oleh Raffles pada 1804, Candi Gedong Songo merupakan Candi Hindu peninggalan dari Wangsa Syailendra pada abad ke-9, tepatnya 927 masehi. Kompleks Candi yang terdisi dari 9 Candi yang tersebar di lereng Gunung Ungaran ini berada di ketinggian sekitar 1200 m di atas permukaan laut.

9. Candi Jago – Malang, Jawa Timur

Candi Jago

Sumber gambar: Wikimedia

Berdasar informasi dari kitab Negarakertagama dan Pararaton, Candi Jago memiliki nama asli Jajaghu yang berarti ‘keagungan’ yang pembangunannya dilakukan untuk penghormatan Raja Sri Jaya Wisnuwardhana, Raja Singasari penganut agama Syiwa Buddha, aliran peraduan antara ajaran Hindu dan Buddha.

Pada candi yang dibangun menggunakan batuan andesit ini, Toppers bisa menemukan relief-relief Kunjarakarna dan Pancatantra dapat ditemui di candi ini.

10. Candi Arca Gupolo – Sleman, Yogyakarta

Arca Gupolo

Sumber gambar: Tribunnews

Tak seperti candi-candi Hindu sebelumnya, Arca Gupolo merupakan situs peninggalan beraliran Hindu yang terdiri dari kumpulan 7 arca. Nama Gupolo sendiri diberikan oleh penduduk sekitar kepada patung Agastya yang merupakan salah satu arca yang ada dalam situs ini.

Di dekat situs ini juga terdapat mata air jernih yang tak pernah kering meski musim kemarau panjang.

Baca Juga: 15 Sketsa Batik yang Mudah Ditiru, Motif Simple untuk Tugas Sekolah

11. Candi Sukuh – Karanganyar, Jawa Tengah

Candi Sukuh

Sumber gambar: Wikimedia

Sekilas Candi bercorak Hindu satu ini terlihat seperti Piramid. Selain bentuknya yang unik, candi ini cukup menarik perhatian karena penggambaran alat-alat kelamin manusia secara eksplisit bisa ditemukan pada relief dan arca pada Candi Sukuh. Pada tahun 1995, situs Candi Sukus diusulkan ke UNESCO sebagai salah satu situs warisan dunia.

12. Candi Cetho – Karanganyar, Jawa Tengah

Candi Cetho

Sumber gambar: Wikimedia

Candi bercorak Hindu di Indonesia selanjutnya adalah Candi Cetho, yang diduga dibangun pada akhir era kerajaan Majapahit. Kompleks Candi ini nggak hanya menjadi lokasi ziarah umat Hindu tetapi juga menjadi area pemujaan. Para penganut kepercayaan Kejawen juga kerap menjadikan Candi Cetho sebagai lokasi pertapaan.

13. Candi Penataran – Blitar, Jawa Timur

Candi Penataran

Sumber gambar: Wikimedia

Candi Penataran merupakan kompleks Candi Hindu terbesar di Jawa Timur yang telah ada sejak masa kerajaan Kediri. Menilik informasi dari prasasti Palah, Candi ini diduga dibangun pada 1194 oleh Raja Çrnga (Syrenggra) yang bergelar Sri Maharaja Sri Sarweqwara Triwikramawataranindita Çrengalancana Digwijayottungadewa dengan nama Candi Palah.

Awalnya candi ini juga dibangun sebagai tempat upacara pemujaan untuk menolak mara bahaya dari Gunung Kelud yang kala itu kerap meletus.

14. Candi Cangkuang – Garut, Jawa Barat

Candi Cangkuang

Sumber gambar: Wikimedia

Satu-satunya candi yang bisa Toppers temukan di tataran tanah Sunda adalah Candi Cangkuang. Selain arca dewa Siwa yang menunjukkan bahwa Candi ini bercorak Hindu, di komplek Candi juga terdapat makam Arief Muhammad yang dikatakan merupakan leluhur dari penduduk setempat.

15. Candi Gunung Sari – Magelang, Jawa Tengah

Candi Gunung Sari

Sumber gambar: Wikimedia

Candi beraliran Hindu Siwa ini merupakan tempat ditemukannya prasasti Canggal. Candi Gunung Sari diduga merupakan peninggalan abad ke-6 hingga ke-8 yang membuatnya menjadi candi tertua di tanah Jawa, lebih tua dari Candi Borobudur dan Candi Prambanan.

16. Candi Gunung Wukir – Magelang, Jawa Tengah

Candi Gunung Wukir

Sumber gambar: Wikimedia

Nama Candi Hindu satu ini diambil dari lokasinya yang berada di Bukit Wukir. Namun, Candi Gunung Wukir juga dikenal dengan nama Candi Cangkal atau Shiwalingga. Candi ini didirikan pada tahun 732 masehi, di masa Raja Sanjaya dari zaman Kerajaan Mataram Kuno.

17. Candi Sambisari – Sleman, Yogyakarta

Candi Sambisari

Sumber gambar: Wikimedia

Didirikan pada abad ke-9 pada masa pemerintahan Raja Rakai Garung pada zaman Kerajaan Mataram Kuno, candi ini tak sengaja ditemukan pada tahun 1966 oleh seorang petani di Desa Sambisari.

Pada saat ditemukan, posisi Candi Sambisari terletak 6,5 meter di bawah permukaan tanah. Diduga kuat hal ini dikarenakan timbunan lahar dari Gunung Merapi yang meletus ]pada awal abad ke-11 yang bisa terlihat dari banyaknya batu material volkanik di sekitar Candi Sambisari.

Candi Buddha di Indonesia

18. Candi Lumbung - Sleman, Yogyakarta

Candi Lumbung Sleman

Sumber gambar: AlodiaTour

Candi Lumbung berlokasi di Dukuh Bener, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Meskipun Candi Lumbung berada di kawasan Candi Prambanan yang bercorak Hindu, Candi Lumbung sebenarnya bercorak Buddha, ya! Saat berkunjung ke Candi Lumbung, Toppers akan dimanjakan dengan pemandangan candi yang masih terawat dengan baik. 

Lokasinya juga dikelilingi oleh pohon-pohon rindang yang menambah keasrian candi. Tidak hanya itu, Candi Lumbung juga tergolong unik karena bentuknya yang mirip lumbung yang kemudian menjadi nama dari candi ini.

19. Candi Ngawen - Magelang, Jawa Tengah

Candi Ngawen Magelang

Sumber gambar: WisataJateng

Candi Ngawen berlokasi di Desa Ngawen, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang. Candi ini memiliki lima candi kecil. Bangunan utama candi tidak memiliki dihiasi oleh patung Buddha yang tidak memiliki kepala. Uniknya, 4 sudut bangunan Candi Ngawen ditempati oleh 4 patung singa yang mirip sekali dengan corak Hindu. Akan tetapi, bagian candi yang berupa stupa dan teras berundak merupakan bukti bahwa candi ini bercorak Buddha.

20. Candi Sojiwan - Klaten, Jawa Tengah

Candi Sojiwan klaten

Sumber gambar: NJogja

Candi Sojiwan terletak Desa Kebon Dalem Kidul, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Prambanan. Meskipun berlokasi di kawasan Prambanan, Candi Sojiwan masih tergolong sebagai candi bercorak Buddha. Keunikan dari Candi Sojiwan terlihat dari relief bangunannya yang menampilkan cerita binatang. Tidak hanya itu, Candi Sojiwan juga menawarkan spot foto menarik untuk Toppers berfoto kece sendiri atau bersama keluarga.

21. Candi Sanggrahan - Tulungagung, Jawa Timur

Candi Sanggrahan Tulungagung

Sumber gambar: Tulungagung Daring

Candi Sanggrahan atau yang juga dikenal sebagai Candi Cungkup berlokasi di Desa Sanggrahan, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Bangunan Candi Sanggrahan memiliki dua tingkat kaki candi yang berbentuk seperti bujur sangkar serta mengarah ke barat. Candi Sanggrahan juga memiliki relief berbentuk kancil bertelinga lebar serta singa yang dipahatkan secara berhadapan sebanyak delapan panil.

22. Candi Batujaya - Karawang, Jawa Barat

Candi Batujaya Karawang

Sumber gambar: Tapak.id

Secara administratif, Candi Batujaya bertempat di dua tempat, yaitu di Desa Segaran, Kecamatan Batujaya dan Desa Telagajaya, Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Konon katanya, Candi Batujaya merupakan salah satu candi tertua di Indonesia yang bahkan melebihi umur Candi Borobudur, lho. 

Candi ini juga berlokasi di tengah persawahan yang sangat asri dan membuat pengunjungnya nyaman saat berlibur ke Candi Batujaya. Kawasan Candi Batujaya memiliki dua candi utama, yaitu Candi Jiwa dan Candi Blandongan yang berlokasi tidak jauh satu sama lain.

23. Candi Borobudur – Magelang, Jawa Tengah

candi borobudur

Sumber gambar: Pixabay

Membahas Candi bercorak Buddha, tentu daftar ini takkan lengkap tanpa menyebut Candi Borobudur. Terbentuk dari stupa-stupa, Candi Borobudur dibangun pada abad ke-8 Masehi oleh penganut Buddha Mahayana.

Luas dan kemegahan dari Candi Borobudur menjadikannya sebagai monumen dan kuil Buddha terbesar di Dunia. Hingga kini Candi Borobudur masih digunakan sebagai tempat melakukan peribadatan umat Buddha, terutama pada saat peringatan hari Trisuci Waisak.

24. Candi Kalasan – Sleman, Yogyakarta

candi kalasan

Sumber gambar: Wikimedia

Terdiri dari 52 stupa, Candi Kalasan merupakan Candi bercorak Buddha yang dibangun sebagai penghormatan kepada Bodhisattva wanita, Tarabhawana. Candi ini juga merupakan bukti kependudukan Wangsa Syailendra, penguasa Sriwijaya di Sumatera atas tanah Jawa.

Baca Juga: 18 Pahlawan Nasional Indonesia Paling Dikenang Sepanjang Masa

25. Candi Mendut – Magelang, Jawa Tengah

candi mendut

Sumber gambar: Wikimedia

Candi Mendut merupakan Candi Buddha yang dibangun pada masa pemerintahan Raja Indra dari Dinasti Syailendra. Di dalam bangunan Candi Mendut, terdapat tiga arca Buddha berukuran besar, yaitu Dhyani Buddha Wairocana dengan sikap tangan (mudra) dharmacakramudr, dan diapit oleh arca Awalokiteśwara (Padmapāņi) pada sisi kiri dan arca Wajrapāņi pada sisi kanan.

26. Candi Pawon – Magelang, Jawa Tengah

candi pawon

Sumber gambar: Wikimedia

Candi Pawon adalah candi bercorak Buddha yang berada di antara Candi Borobudur dan Candi Mendut dan keberadaannya sangat terkait erat. Hal ini bisa dilihat dari posisi geografisnya yang lurus dan juga pahatan relief yang senada.

Menurut Casparis, Candi Pawon merupakan tempat penimpanan abu jenazah Raja Indra (782 – 812 M), ayah Raja Samarrattungga dari Dinasti Syailendra. Bahkan, menurut sebagian orang, nama “Pawon” bisa jadi berasal dari kata pawuan yang berarti tempat menyimpan abu.

27. Candi Brahu – Mojokerto, Jawa Timur

candi brahu

Sumber gambar: BPPD Mojokerto

Berlokasi di situs Trowulan yang merupakan ibukota Kerajaan Majapahit, Candi Brahu merupakan Candi Buddha yang terbuat dari bata merah. Menilik dari prasasti yang ditulis oleh mpu Sendok, Candi bercorak Buddha ini merupakan tempat pembakaran abu para Raja-raja, meski pada penelitian lebih lanjut tak ditemukan bekas abu mayat dalam bilik Candi ini.

28. Candi Banyunibo – Sleman, Yogyakarta

candi banyunibo

Sumber gambar: Wikimedia

Dibangun pada abad ke-9 di masa Kerajaan Mataran Kuno, Candi Banyunibo merupakan bangunan suci umat Buddha pada masa itu yang memiliki arti tetesan air. Berdasarkan puing-puing, bisa diduga jika disekitar Candi Banyunibo masih terdapat beberapa candi pendamping lainnya.

29. Candi Muara Takus – Kampar, Riau

candi muara takus

Sumber gambar: Go Sumatra

Tak ada yang tahu pasti kapan pastinya kompleks Candi Muara Takus ini dibangun, namun keberadaan Candi ini dipercaya ada pada masa keemasan dari Kerajaan Sriwijaya. Hal ini membuat banyak peneliti menganggap lokasi candi ini sebagai salah satu pusat pemerintahan Kerajaan Sriwijaya kala itu.

Berbeda dengan kebanyakan Candi Buddha di pulau Jawa yang terbuat dari Andesit, Candi ini terbuat dari batu pasir, batu sungai dan batu bata.

30. Candi Muaro Jambi – Muaro Jambi, Jambi

candi muaro jambi

Sumber gambar: Wikimedia

Kompleks Candi Muaro Jambi merupakan kompleks Candi Hindu-Buddha yang terbesar di Asia Tenggara, dan dipercaya merupakan peninggalan Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Melayu. Di dalam kompleks Candi Muaro Jambi terdapat sembilan bangunan yang telah dipugar, dan diluar itu masih banyak potensi bangunan-bangunan kuno lainnya.

31. Candi Bahal – Padang Lawas, Sumatera Utara

candi bahal

Sumber gambar: Wikimedia

Diduga berasal dari abad ke-11, Candi Bahal merupakan Candi Buddha yang juga dikenal dengan nama Biaro Bahal dan Candi Portibi. Kompleks Candi ini merupakan kompleks candi terluas di Sumatera Utara yang dibagi menjadi tiga kelompok, yakni Bahal I, Bahal II, dan Bahal III. Kehadiran Candi ini kerap dikaitkan dengan keberadaan dari Kerajaan Pannai.

32. Candi Jabung – Probolinggo, Jawa Timur

candi jabung

Sumber gambar: Wikimedia

Candi Jabung adalah salah satu peninggalan dari Kerajaan Majapahit yang dibangun pada 1354 Masehi. Berdasarkan kitab Pararaton, Candi ini diperkirakan dibangun sebagai makam Bhra Gundul salah seorang keluarga Raja. Candi bercorak Buddha ini identik dengan warna merah karena material utamanya yang merupakan bata merah.

33. Candi Plaosan – Klaten, Jawa Tengah

candi plaosan

Sumber gambar: Wikimedia

Candi Plaosan adalah kompleks candi yang terletak di Dukuh Plaosan yang terdiri dari Candi Plaosan Lor dan Candi Plaosan Kidul. Seringkali keberadaan dua Candi utama ini dinamakan sebagai Candi Kembar. Bentuk-bentu stupa serta keberadaan arca Buddha menunjukkan bahwa Candi ini merupakan peninggalan ajaran Buddhisme di Nusantara.

34. Candi Sewu

candi sewu

Sumber gambar: Flickr

Candi Sewu adalah kompleks candi Buddha terbesar di Indonesia setelah Candi Borobudur. Dibangun pada abad ke-8, usia Candi ini diperkirakan lebih tua dari Candi Borobudur dan Candi Prambanan. Nama Candi Sewu sendiri berarti seribu Candi, meski pada kenyataannya hanya ditemukan 249 candi dalam komplek ini.

Baca juga: 29 Tarian Daerah Terbaik Berikut Gambar, Properti & Maknanya

Untuk para petualang, Indonesia memang memiliki banyak sekali obyek menarik yang bisa ditelusuri termasuk berbagai Candi Hindu-Buddha yang nggak cuma memiliki arsitektur menakjubkan, tetapi juga nilai historis dan sakral yang menarik.

© 2009-2024, PT Tokopedia