• socmed Facebook icon
  • socmed Instagram icon
  • socmed Twitter icon
  • socmed Youtube icon
Tokopedia
Tokopedia Blog - Home
MORE STORIES

Cegukan pada Bayi. Ini Faktanya!

Share

Cegukan pada Bayi. Ini Faktanya!

Orang dewasa biasa mengalami cegukan, tapi normalkah jika si kecil sering cegukan? Adakah cara mengatasinya? Berikut penjelasannya.


Ketika Anda mengalami cegukan, rasanya tentu kurang nyaman dan bahkan terkadang menimbulkan nyeri pada dada. Inilah yang biasanya membuat orang tua khawatir bila bayinya mengalami cegukan.

Apalagi si kecil belum bisa diminta untuk menahan napas, seperti yang Anda mungkin lakukan dalam menghentikan cegukan. Sebelum membahas cara untuk menghentikannya, mari mengenali penyebabnya terlebih dahulu.

Berdasarkan penjelasan dr. Muzal Kadim, Sp.A(K), anggota IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) Divisi Gastrohepatologi pada laman resmi idai.or.id, cegukan atau dalam bahasa medis disebut singultus, adalah kontraksi tiba-tiba yang tak disengaja pada diafragma.

Kontraksi tersebut akan menyebabkan timbulnya hisapan udara secara mendadak masuk ke dalam paru dan melewati ruang antara pita suara (glotis). Inilah yang menyebabkan terjadinya suara yang khas ketika seseorang mengalami cegukan.

Baca juga: Posisi Menyusui yang Benar Agar Bayi Nyaman dan Tidak Tersedak

Normal Pada Bayi

Janice Heard, anggota komunitas dokter spesialis anak di Calgary dan member Canadian Paediatric Society’s Public Education Advisory Committee, cegukan pada bayi bisa terjadi saat si kecil menangis dalam waktu lama. Sama seperti penjelasan dr. Muzal di situs resmi IDAI, Janice juga menyatakan bahwa cegukan dapat hilang dengan sendirinya dan normal terjadi pada bayi.

Penyebab lain yang memicu munculnya cegukan menurut dr. Muzal, adalah kontraksi yang tiba-tiba terjadi akibat adanya rangsangan pada diafragma. Semisal, makan terlalu cepat, minum air terlalu dingin, mengonsumsi makanan yang sangat panas atau pedas, tertawa serta batuk terlalu keras.

Pendapat lainnya datang dari Crystal-Joy For Genie, MD, dokter spesialis anak di New York City. Menurutnya, cegukan pada bayi bisa terjadi pula karena adanya perubahan temperatur yang mendadak di perut bayi.

Misalnya, ketika Anda memberikan susu dingin pada si kecil, lalu beberapa menit kemudian memberikan makanan hangat, kombinasi inilah yang menjadi pemicu cegukan pada bayi.

Waspada Bila Cegukan Berlangsung Lebih dari 1 Jam

Meski tidak berbahaya, tetapi dr. Muzal mengingatkan, bila cegukan berlangsung lebih dari satu jam, harus diwaspadai dan sebaiknya segera meminta pertolongan dokter untuk memastikan apakah terdapat kelainan yang serius pada anak.

Menurutnya, kelainan yang dapat menimbulkan cegukan, antara lain adanya gangguan saraf diafragma, radang paru, kelainan di otak seperti tumor, penyakit ginjal atau gangguan keseimbangan elektrolit.

Ada beberapa tanda yang dapat Anda kenali pada bayi ketika ia sering cegukan dalam sehari dengan durasi sekitar 10 menit, menurut Robin Jacobson, MD, clinical assistant professor of pediatrics di Hassenfeld Children’s Hospital di NYU Langone, Amerika Serikat.

Beberapa tandanya yaitu, jika bayi tetap terlihat ceria dan merasa tak terganggu dengan kehadiran cegukan, maka kondisi ini tidak merujuk pada sesuatu yang serius dan perlu diwaspadai. Robin mengatakan, orang tua hanya perlu menunggu cegukan hilang dengan sendirinya.

Lakukan Ini untuk Menghentikan Cegukan

Jika sudah terlambat untuk mencegah datangnya cegukan dan membuat anak tak nyaman, Janice menyarankan orang tua untuk mengalihkan perhatian bayi dari cegukannya.

Misalnya, dengan mengajaknya bermain atau melakukan hal lain yang ia sukai. Menurut Janice, segera setelah bayi berhenti mengkhawatirkan cegukannya, maka cegukan akan cenderung berhenti.

Karen Fratantoni, MD, MPH, dokter spesialis anak di Children’s National Health System (NHS), memberikan saran lainnya. Karena cegukan biasanya terjadi ketika seseorang sedang terlalu cepat makan atau minum, maka ini dapat terjadi pula ketika anak sedang menyusu. Anda bisa menghentikannya dengan melakukan beberapa hal ini: Bila bayi menyusu pada payudara ibu, cobalah untuk memberi jeda menyusu dengan cara memindahkan anak dari satu payudara ke payudara lainnya.

Pastikan pula mulut bayi melekat rapat pada areola payudara, bukan hanya pada puting. Jika anak menyusu dari botol, cobalah memberikan jeda di tengah-tengah kegiatan menyusu anak, setelah ia menyusu selama 5-10 menit. Berikan kembali ketika anak sudah tenang dan cegukannya telah berhenti. Coba perbaiki kembali posisi botol susu. Pastikan dot masuk dengan benar ke dalam mulut anak.Bila cegukan datang begitu saja tanpa ada penyebabnya, mengusap punggung bayi dengan lembut secara berulang kali dapat membantu mengatasinya.

Cegah dengan Cara Ini

Dr. Muzal Kadim pun memberikan beberapa cara pencegahan cegukan pada bayi, berikut ini: Jangan memberikan makan atau minum terlalu cepat. Beri waktu istirahat ketika bayi sedang menyusu. Berikanlah air putih satu sampai dua sendok teh kepada si bayi setelah minum susu. Hal ini hanya berlaku pada bayi yang sudah berusia 6 bulan ke atas atau sudah mulai makan. Jangan mengajak bayi bercanda sesaat setelah minum susu. Jika ingin mengajak bayi bercanda atau kegiatan lain yang dapat membuatnya tertawa, lakukan sekitar setengah jam setelah minum susu Sendawakan bayi setelah menyusui.

Baca juga: Daftar Menu dan Resep MPASI 4 Bintang yang Enak dan Bergizi

Itu dia, Toppers beberapa fakta mengenai cegukan pada bayi. Kamu bisa belajar cara mencegah cegukan dan waspada bila cegukan berlangsung lebih dari 1 jam. Segera berkonsultasi pada dokter bila cegukan tidak kunjung mereda.

banner tokopedia parents
Cek Tokopedia Parents dan dapatkan semua solusi untuk kebutuhan keluarga-mu

Share

TokopediaTokopedia

Related Articles

Obat Batuk untuk Ibu Hamil di Apotik, Efektif Bantu Redakan Batuk
Kids and Parenting
Obat Batuk untuk Ibu Hamil di Apotik, Efektif Bantu Redakan Batuk
© 2009-2024, PT Tokopedia