• socmed Facebook icon
  • socmed Instagram icon
  • socmed Twitter icon
  • socmed Youtube icon
Tokopedia
Tokopedia Blog - Home
MORE STORIES

7 Contoh Portofolio Lamaran Kerja yang Menarik

07 August 2023

Share

7 Contoh Portofolio Lamaran Kerja yang Menarik

Portofolio sangat dibutuhkan untuk melamar kerja dan meyakinkan perusahaan. Berikut cara membuat dan contoh portofolio lamaran kerja yang menarik.


Banyak dari pelamar kerja masih bingung, apa itu portofolio lamaran kerja? Portofolio lamaran kerja merupakan sebuah lampiran dokumen yang dicantumkan ketika kamu melamar sebuah pekerjaan dan berisikan kumpulan hasil karya atau proyek pernah kamu buat.

Portofolio dibuat untuk memberikan suatu pertimbangan kepada perusahaan untuk menilai kamu sebagai pelamar dari segi skill dan kapasitas kerja yang kamu miliki. Kamu juga bisa meyakinkan perusahaan yang kamu lamar dengan portofolio tersebut. Portofolio yang baik dibuat dengan sederhana, menarik, dan nyaman dilihat oleh rekruter.

Saat membuat portofolio, kamu bisa melampirkannya dengan format PDF yang disatukan dengan CV agar hasil pekerjaan dan latar belakang dapat dilihat dalam satu dokumen. Selain itu, kamu juga bisa membuat di situs website khusus yang menyimpan seluruh karya dan pencapaian. Portofolio harus dibuat sesuai dengan posisi yang kamu lamar.

Baca Juga: Simak Contoh Surat Rekomendasi: Jangan Sampai Keliru!

Contoh Portofolio Lamaran Kerja

Portofolio harus dibuat sesuai dengan pekerjaan yang kamu lamar dilengkapi dengan karya-karya yang pernah kamu hasilkan. Desain yang minimalis, menarik, dan mudah dibaca akan membuat rekruter tertarik untuk menerima kamu sebagai karyawan baru.

Jika kamu masih bingung untuk membuat portofolio lamaran kerja, kamu bisa melihat contoh-contoh berikut ini.

1. Portofolio Graphic Designer

Portofolio Graphic Design

Sumber: journoportofolio.com

Portofolio merupakan media promosi diri saat melamar pekerjaan. Saat melamar pekerjaan sebagai Graphic Designer, kamu harus melampirkan karya-karya, proyek, testimoni dari klien desain terdahulu atau hasil pekerjaan desain yang sudah kamu kerjakan di kantor sebelumnya.

Portofolio seorang Graphic Designer harus menunjukkan keterampilan dan bakat seorang desainer kepada kantor yang akan dilamar. Karya-karya atau projek desain yang sudah dibuat akan menjadi pertimbangan sesuai dengan kriteria yang kantor inginkan.

Selain itu, portofolio Graphic Designer harus jujur karya hasil sendiri. Karya tidak merupakan hasil plagiat atau mengambil karya orang lain.

2. Portofolio Content Writer

Portofolio Content Writer

Sumber: Format.com

Seorang Content Writer juga butuh sebuah portofolio untuk melamar kerja. Dalam portofolio ini, kamu bisa mencantumkan tulisan-tulisan yang sudah diterbitkan. Hal ini akan memberikan gambaran seorang Content Writer secara umum.

Kamu harus mencantumkan tulisan yang bervariasi untuk menunjukkan keterampilan dalam menulis. Dalam portofolio, kamu juga bisa mencantumkan link yang terhubung ke dalam tulisan yang sudah diterbitkan juga foto utama dalam artikel tersebut.

Jika kamu belum mempunyai pengalaman, kamu bisa membuat sebuah artikel atau menunjukkan hasil karya-karya tulisan yang pernah dibuat kepada kantor yang akan kamu lamar.

3. Portofolio Arsitek

Portofolio Arsitek

Sumber: archisoup.com

Menjadi seorang Arsitek membutuhkan portofolio untuk melamar pekerjaan. Portofolio seorang Arsitek merupakan media untuk menggambarkan keahlian dan ciri khas melalui karya yang telah dibuat.

Portofolio seorang Arsitek akan menunjukkan kepada kantor yang dilamar apakah Arsitek tersebut cocok dengan proyek yang direncanakan oleh kantor. Selain itu, media ini juga menunjukkan kesiapan seorang Arsitek menangani proyek yang akan datang untuk peluang proyek yang sejenis atau lebih menantang.

jual buku

Isi waktu luang dengan lebih berkualitas dengan buku-buku pilihan terbaik di sini!

4. Portofolio Web Developer

Portofolio Web Developer

Sumber: freecodecamp.org

Web Developer adalah pekerjaan yang bertugas untuk merancang, membuat, dan memelihara suatu website. Portofolio ini bisa kamu gunakan untuk melamar ke perusahaan pengembangan perangkat lunak, teknologi, atau kantor yang membutuhkan seorang Web Developer.

Saat menjadi seorang Web Developer, portofolio yang kamu sajikan adalah website yang kamu buat atau rancang. Kamu bisa menjelaskan di dalam sebuah PDF tentang apa yang tercantum dalam website tersebut, bagaimana kamu membuat situs, dan fungsi dari situs tersebut.

Tidak lupa, cantumkan juga link situs yang kamu pernah buat agar kantor yang dilamar bisa melihat performa situs.

5. Portofolio Copywriter

Portofolio Copywriter

Sumber: issuu

Copywriter adalah seorang penulis yang berfokus kepada marketing lewat kata-kata di dalam sebuah konten. Ketika kamu melamar pekerjaan Copywriter, kamu akan membutuhkan sebuah portofolio untuk menarik perusahaan yang akan dilamar.

Untuk membuat portofolio copywriter, ada beberapa cara yang bisa kamu coba, seperti membuat website atau melampirkan hasil karya copywriting dalam bentuk PDF.

Hasil copywriting bisa berupa tulisan postingan dari akun-akun yang pernah kamu handle saat menjadi copywriter. Ketika menunjukkan sebuah website, kamu bisa bermain kata-kata dalam website atau menunjukkan visual yang digabungkan dengan kata-kata. Tak lupa juga untuk mencantumkan kontak agar mudah dihubungi oleh kantor yang dilamar.

6. Portofolio Desain Interior

Portofolio Desain Interior

Sumber: Behance.net

Desain Interior adalah pekerjaan yang berhubungan dengan cara pengaturan ruangan, sehingga memenuhi persyaratan untuk memperoleh kenyamanan, kepuasan kebutuhan fisik dan spiritual serta keamanan bagi pemakainya.

Seorang Desain Interior juga butuh untuk menunjukkan portofolio ketika melamar kerja. Portofolio ini berisikan desain sebuah ruangan yang kamu desain, dilengkapi dengan penjelasan desain tersebut dan pemilihan warna-warna interior yang dihubungkan dengan fungsi ruangan.

Dalam portofolio desain yang dicantumkan, kamu juga harus memasukkan elemen desain seperti furnitur dan ruangan secara mendetail dan mencakup keseluruhan dari ruangan.

7. Portofolio Fotografer

Portofolio Fotografer

Sumber: pixpa.com

Saat melamar kerja menjadi seorang fotografer di sebuah agensi atau perusahaan, portofolio menjadi sebuah aset penting untuk ditunjukkan. Kamu bisa membuat portofolio di media sosial yang kamu punya atau di sebuah website.

Kamu bisa mengunggah hasil fotografi di bidang yang kamu sukai, seperti foto alam, pernikahan, foto model, atau foto konser. Hasil dari jepretan seorang fotografer merupakan branding dan kualitas diri kamu sebagai fotografer.

Sebagai seorang fotografer kamu harus mencantumkan hasil foto sendiri dan tidak mengambil karya orang lain untuk portofolio.

Baca Juga: Contoh Surat Perjanjian Kerjasama dalam Berbagai Bidang

Cara Membuat Portofolio untuk Lamaran Kerja

Membuat portofolio saat melamar kerja bisa meningkatkan peluang kamu diterima kerja di perusahaan yang kamu inginkan. Dengan portofolio, perusahaan akan semakin yakin dan percaya untuk mempekerjakan karyawan baru dengan skill dan pengalaman yang dimiliki oleh pelamar.

Portofolio untuk lamaran kerja dapat dibuat secara mudah, yuk simak cara membuat portofolio untuk lamaran kerja berikut ini.

1. Pilih Desain dan Warna Minimalis

Sebelum membuat sebuah portofolio, kamu harus memilih desain dan warna yang minimalis di dalam sebuah dokumen yang dicetak, website atau format PDF. Desain yang dikemas secara rapi, ilustrasi tidak berlebihan, dan sesuai konteks akan berpengaruh terhadap ketertarikan rekruter.

Jika kamu akan menunjukkan portofolio menggunakan sebuah website, hasil karya dan prestasi harus ditunjukkan secara sederhana dan mudah untuk dilihat. Desain website harus menggunakan warna yang sederhana dan tidak terlalu banyak fitur tombol berlebihan yang akan membingungkan pembaca.

2. Buat Daftar Isi

Dalam membuat portofolio, kamu perlu membuat daftar isi agar mempermudah rekruter untuk mencari informasi khusus tentang kamu atau membuka halaman tertentu yang akan dilihat oleh rekruter. Hal ini akan membuat portofolio terlihat tersusun rapi sesuai urutan yang akan diperlihatkan kepada rekruter.

Daftar isi berisikan urutan isi dari portofolio yang kamu buat, seperti nomor halaman CV, nomor halaman pengalaman kerja, dan hasil-hasil karya yang kamu buat. Daftar isi dibuat di halaman kedua setelah cover portofolio

3. Lampirkan CV

CV dan Portofolio merupakan sesuatu yang berbeda. Dalam membuat portofolio, kamu juga perlu melampirkan CV setelah daftar isi. CV berisikan tentang data diri, pendidikan yang pernah ditempuh, dan skill sekaligus pengalaman kerja secara singkat.

CV perlu dilampirkan agar rekruter bisa melihat data diri dan pengalaman dari pelamar secara jelas saat mempertimbangkan pelamar kerja.

4. Menguraikan Skill dan Pengalaman Kerja

Skill dan pengalaman kerja yang sudah kamu lampirkan di CV bisa diuraikan di halaman berikutnya. Dalam bagian ini, kamu harus menguraikan secara deskriptif dari keterampilan, pengalaman, dan kemampuan yang kamu miliki. Deskripsi dijelaskan secara singkat dan lengkap.

Menguraikan skill dan pengalaman kerja akan membuat rekruter dapat memahami kamu sebagai pelamar dan mempertimbangkan apakah skill dan pengalaman yang sudah dimiliki akan cocok dengan perusahaan atau tidak. Selain itu, skill akan dilihat dengan kesesuaian posisi yang dilamar.

5. Melampirkan Hasil Karya

Hasil karya merupakan komponen penting dalam sebuah portofolio. Kamu harus melampirkan hasil karya yang pernah dibuat dan proyek yang pernah dilakukan. Hasil karya bisa membuktikan skill yang kamu miliki.

Lampiran hasil karya bisa berupa teks, foto, video, dan desain yang pernah dibuat. Kamu bisa menambahkan deskripsi untuk penjelasan karya tersebut. Hasil karya yang dilampirkan merupakan karya yang dibuat sendiri tanpa mengambil atau meniru karya orang lain. Selain itu, hasil karya dalam bentuk website harus dibuat rapi dan mudah untuk dibaca.

baca juga: Contoh Cover Letter: Bahasa Indonesia & Bahasa Inggris

Nah, Itu dia Toppers cara membuat portofolio kerja berikut contohnya. Kamu bisa gunakan contoh di atas sesuai pekerjaan yang kamu lamar. Semoga penjelasan di atas dapat membantu kamu dalam membuat portofolio yang menarik.

Untuk kamu yang mau bekerja, lengkapi alat tulis dan kebutuhan stationery lainnya secara mudah dan berkualitas hanya di Tokopedia!

Temukan Berbagai Kebutuhan Tulis dan Menggambar di Tokopedia! Dapatkan juga Bebas Ongkir Sepuasnya!

Penulis: Zihan Berliana

Share

Qonita ChairunnisaQonita Chairunnisa

Related Articles

7 Contoh Surat Izin Tidak Masuk Kerja dan Cara Membuatnya
Kerja
7 Contoh Surat Izin Tidak Masuk Kerja dan Cara Membuatnya
© 2009-2023, PT Tokopedia