Dear Parents, Ini 12 Alasan untuk Tidak Panik Terhadap Virus Corona!

0
196
Sumber gambar: Parentstory

Ketika Coronavirus menyebar ke seluruh dunia, termasuk ke Indonesia, demikian pula rasa takut dan kegelisahannya.

Ini merupakan hal wajar, tapi para pakar dan ahli kesehatan menyarankan untuk tidak panik dan tetap tenang.

Rasa tenang dapat muncul bila Anda mengetahui dan mengenali virus ini dari sumber-sumber yang terpercaya.

Hindari menerima berita atau rumor secara mentah-mentah, tanpa melakukan cek dan ricek, serta mengkonfirmasi berita tersebut pada ahlinya.

Agar Anda dapat tetap waspada dan tenang, ada beberapa panduan yang perlu Anda ketahui dalam menghadapi Corona.

Panduan ini diambil dari ‘Corona E-Book’ yang dirilis oleh 1mg, platform layanan kesehatan online terkemuka di India, Corona E-Book dari 1mg tersebut merupakan rangkuman dari FAQ  tentang Novel Coronavirus berdasarkan diskusi 1mg dengan berbagai pakar dari institut terkenal dan analisis pedoman CDC, WHO, dan Kemenkes India.

Selain itu, juga dirangkum FAQ (Frequently Asked Question) yang dipublikasikan oleh WHO dan Kementerian Kesehatan RI pada situs resminya. Mari menyimak panduannya berikut ini.

Apa itu Corona?

Coronavirus adalah keluarga besar virus yang dapat menyebabkan penyakit pada hewan atau manusia.

Pada manusia, beberapa Coronavirus diketahui menyebabkan infeksi pernafasan mulai dari flu biasa hingga penyakit yang lebih parah, seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Virus Corona yang paling baru ditemukan menyebabkan penyakit Coronavirus COVID-19.

Apa itu COVID-19?

COVID-19 merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Coronavirus yang baru ditemukan.

Ini berarti COVID-19 dapat menular, langsung atau tidak langsung, dari satu orang ke orang lain, yang melibatkan saluran pernapasan bagian atas Anda, yaitu hidung, tenggorokan, saluran udara, paru-paru. Virus ini pertama kali diidentifikasi di Wuhan, Cina, pada Desember 2019.

Apa saja gejala dari COVID-19?

Yang paling umum adalah demam, kelelahan, dan batuk kering. Beberapa penderita mungkin mengalami sakit dan nyeri, hidung tersumbat, pilek, sakit tenggorokan atau diare. Gejala-gejala ini biasanya ringan dan mulai secara bertahap.

Beberapa orang menjadi terinfeksi, tetapi tidak mengembangkan gejala apa pun dan hanya merasa tidak enak badan.

Kebanyakan orang (sekitar 80%) pulih dari penyakit tanpa perlu perawatan khusus. Sekitar 1 dari setiap 6 orang yang mendapatkan COVID-19, akan sakit parah dan mengalami kesulitan bernapas.

Lansia (lanjut usia) dan mereka yang memiliki masalah medis, seperti tekanan darah tinggi, masalah jantung atau diabetes, lebih mungkin untuk mengembangkan penyakit ini menjadi serius.

Orang dengan demam, batuk, dan kesulitan bernapas harus segera memeriksakan diri ke rumah sakit atau petugas kesehatan terdekat.

Seberapa mematikannya virus Corona ini?

Coronavirus memiliki infektivitas tinggi, tetapi tingkat kematiannya rendah. Tingkat kematiannya berkisar antara 2-3%.

Secara signifikan, angka ini tidak setinggi wabah SARS di tahun 2003 sekitar 10% atau MERS di tahun 2012 sebesar 35%.

Risiko kematian hanya tinggi pada lansia (di atas usia 60 tahun) dan orang dengan kondisi kesehatan tertentu dengan penyakit penyerta.

Bagaimana penyebaran COVID-19?

Seseorang bisa tertular COVID-19 dari orang lain yang memiliki virus. Penyakit ini dapat menyebar dari orang ke orang melalui tetesan kecil sekresi (small droplets) dari hidung atau mulut yang menyebar ketika seseorang lain dengan COVID-19 batuk atau buang napas.

Tetesan ini dapat mendarat pada benda dan permukaan di sekitar penderita. Orang lain kemudian tertular COVID-19 dengan menyentuh benda atau permukaan tersebut. Kemudian, menyentuh mata, hidung, atau mulut mereka.

Orang-orang juga dapat tertular COVID-19 jika mereka menghirup tetesan dari seseorang dengan COVID-19 yang batuk atau mengeluarkan ingus, ludah, dan semacamnya.

Inilah sebabnya mengapa penting untuk berada lebih dari 1 meter (3 kaki) dari orang yang sakit. WHO masih melakukan penelitian tentang cara-cara COVID-19 tersebar dan akan terus berbagi temuan yang diperbarui.

Mengapa penyakit ini menimbulkan banyak kepanikan?

Menurut penjelasan WHO di situs resminya, hal ini terjadi karena kurangnya fakta yang terverifikasi dan rumor yang berkembang atau hoax dari media sosial maupun aplikasi messenger.

Yang perlu diketahui adalah penyakit akibat infeksi COVID-19 umumnya ringan, terutama untuk anak-anak dan orang dewasa muda.

Namun, dapat menyebabkan penyakit serius sehingga Anda harus tetap waspada tanpa menimbulkan sikap panik yang berlebihan.

Bisakah hewan peliharaan menyebarkan COVID-19?

Saat ini, menurut Kemenkes RI, belum ditemukan bukti bahwa hewan peliharaan (seperti anjing atau kucing) dapat terinfeksi virus COVID-19.

Namun, akan jauh lebih baik untuk selalu mencuci tangan dengan sabun dan air setelah kontak dengan hewan peliharaan.

Kebiasaan ini dapat melindungi Anda terhadap berbagai bakteri umum seperti E.coli dan Salmonella yang dapat berpindah antara hewan peliharaan dan manusia.

Apakah antibiotik efektif dalam mencegah dan mengobati COVID-19?

Tidak, antibiotik hanya bekerja untuk melawan bakteri, bukan virus. Oleh karena COVID-19 disebabkan oleh virus, maka antibiotik tidak bisa digunakan sebagai sarana pencegahan atau pengobatan.

Namun, jika Anda dirawat di rumah sakit dan didiagnosis COVID-19, Anda mungkin akan diberikan antibiotik, karena seringkali terjadi infeksi sekunder yang disebabkan bakteri.

Bagaimana membedakan antara sakit akibat infeksi COVID-19, dengan influenza biasa?

Orang yang terinfeksi COVID-19 dan influenza akan mengalami gejala infeksi saluran pernafasan yang sama, seperti demam, batuk, dan pilek.

Walaupun gejalanya sama, tapi penyebab virusnya berbeda-beda, sehingga kita sulit mengidentifikasi masing-masing penyakit tersebut. Pemeriksaan medis yang akurat disertai rujukan pemeriksaan laboratorium sangat diperlukan untuk mengonfirmasi apakah seseorang terinfeksi COVID-19.

Bagi setiap orang yang menderita demam, batuk, dan sulit bernapas sangat direkomendasikan untuk segera mencari pengobatan, dan memberitahukan petugas kesehatan jika mereka telah melakukan perjalanan dari wilayah terjangkit dalam 14 hari sebelum muncul gejala, atau jika mereka telah melakukan kontak erat dengan seseorang yang sedang menderita gejala infeksi saluran pernafasan.

Anda dapat menduga terkena Coronavirus, hanya jika Anda memiliki gejala (demam, batuk, sesak napas) dan salah satu dari ini:

  • Perjalanan ke daerah yang terkena virus Corona (seperti Cina, Iran, Italia, Republik Korea, dan lain-lain).
  • Memiliki kontak fisik dengan seseorang yang positif Corona.
  • Mengunjungi fasilitas kesehatan / laboratorium tempat pasien Coronavirus dirawat.

Harus ke rumah sakit mana bila mengalami gejala-gejalanya?

Pemerintah RI telah menunjuk 8 rumah sakit rujukan di yang disiagakan untuk menangani #COVID19 di DKI Jakarta. Delapan RS Rujukan tersebut yaitu:

  • RSPI Sulianti Saroso, Jakarta Utara
  • RSUP Persahabatan, Jakarta Timur
  • RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat
  • RSUD Cengkareng, Jakarta Barat
  • RSUD Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • RS Polri Sukanto, Jakarta Timur
  • RSUP Fatmawati, Jakarta Selatan
  • RSAL Dr. Mintohardjo, Jakarta Pusat

Selain itu, pemerintah juga telah memperluas lokus laboratorium pemeriksa #COVID19, yakni di BBLK Jakarta, Palembang, Surabaya dan Makassar, BBPK Papua, BTKLPP Surabaya dan Yogyakata, Labkesda DKI Jakarta, Lembaga Eijkman, Universitas Indonesia, dan Universitas Airlangga.

Perlukah memakai masker untuk melindungi diri dari Corona?

Gunakan masker hanya jika Anda sakit dengan gejala COVID-19 (terutama batuk) atau merawat seseorang yang mungkin menderita COVID-19.

Masker sekali pakai hanya bisa digunakan sekali. Jika Anda tidak sakit atau merawat seseorang yang sakit maka Anda tidak perlu menggunakan masker, bahkan hanya akan membuang-buang masker saja.

Pasalnya menurut WHO, di dunia saat ini sedang kekurangan masker, jadi WHO mendesak semua orang untuk menggunakan masker dengan bijak.

Bagaimana cara paling efektif untuk melindungi diri dari Corona?

Cara paling efektif untuk melindungi diri sendiri dan orang lain dari COVID-19 adalah dengan sering membersihkan tangan (mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer), menutupi batuk dengan lekukan siku atau tisu, dan menjaga jarak setidaknya 1 meter (3 kaki) dari orang yang batuk atau bersin.

Sumber artikel: Parentsory