7 Film Romantis Indonesia yang Wajib Kamu Tonton

1006
film cinta romantis indonesia terbaik

Film Cinta Romantis Indonesia – Tak dapat dipungkiri, masyarakat Indonesia kerap meremehkan kualiats film-film buatan sineas dalam negeri. Padahal banyak film-film lokal yang masih sangat layak tonton lho Toppers, terutama film romantis. Bila biasanya film-film romantis Indonesia dicibir karena terlalu banyak mengandalkan latar tempat di luar negeri, tokoh-tokoh blasteran, serta jalan cerita yang tak masuk akal, tak melulu halnya dengan film-film romantis Indonesia berikut ini:

Baca juga: Film Komedi Romantis Terbaik untuk Hari Valentine

Film Cinta Romantis Terbaik Indonesia

Ada Apa dengan Cinta (2002)

Tiap membicarakan film romantis Indonesia, tentunya tak afdol kalau tidak menyebut Ada Apa dengan Cinta (AADC). Film besutan sutradara Rudi Soejarwo ini adalah karya yang melambungkan nama Dian Sastro dan Nicholas Saputra di ranah perfilman dalam negeri. Dalam AADC, Cinta (Dian Sastro) menjalin kasih dengan seorang laki-laki berkarakter pendiam namun misterius bernama Rangga (Nicholas). Tak hanya kisah cinta saja, AADC juga memberi banyak perhatian pada hubungan Cinta dengan sahabat-sahabatnya. Saking fenomenalnya AADC, sebuah sekuel sempat dibuat dan ditayangkan dan mewarnai industri layar lebar Indonesia di tahun 2o17.

Sang Penari (2011)


Sang Penari terinspirasi dari novel laris berjudul Ronggeng Dukuh Paruk karya sastrawan Ahmad Tohari. Kisahnya bercerita tentang Srintil (Prisia Nasution) dan Rasus (Oka Antara), dua insan yang berasal dari sebuah desa miskin, bodoh, dan masih amat terbelakang di Jawa Tengah. Oleh keadaan, Srintil dipaksa menjadi seorang penari ronggeng baru, sementara Rasus, yang telah lama menyimpan cinta pada teman baiknya sejak kecil itu, tak bisa berbuat apa-apa. Tak hanya romansa cintA antara Srintil dan Rasus, Sang Penari juga banyak menyinggung isu-isu sosial di era 1960-an, termasuk soal G30SPKI. Berkat akting dan cerita indahnya, film romantiS bertema Cinta asli Indonesia besutan sutradara Ifa Isfansyah ini meraih 4 Piala Citra di Festival Film Indonesia (FFI) 2011. Sudahkah pernah menontonnya, Toppers?

Badai Pasti Berlalu (1977)

Badai Pasti Berlalu adalah hasil karya lawas sutradara Teguh Karya rilisan tahun 70-an. Dalam film ini, Siska (Christine Hakim) bersedih akibat ditinggal kawin mantan pacarnya. Leo (Roy Marten) memanfaatkan momen ini untuk mendekati Siska demi memenangkan sebuah taruhan dengan teman-temannya. Tak dianyana, pada akhirnya Leo justru jatuh hati dengan tulus pada Siska. Menurut beberapa kritikus film, narasi dalam Badai Pasti Berlalu ini disusun dengan sangat rapi, semua konflik pun berakhir dengan baik. Oleh karena itu, Badai Pasti Berlalu jadi salah satu film romantis Indonesia wajib tonton.

3 Hari untuk Selamanya (2007)

3 Hari untuk Selamanya merupakan film romantis Indonesia yang mempertemukan Nicholas Saputra dengan Adinia Wirasti. Dibesut oleh sutradara kawakan Riri Riza, film ini beberapa kali mendapat kehormatan untuk tampil di festival-festival film Internasional seperti Hong Kong dan Singapore International Film Festival. Kisah dalam 3 Hari untuk Selamanya sangat sederhana, yakni tentang Ambar (Adinia) dan Yusuf (Nicholas) yang melakukan road-trip ke Yogyakarta menggunakan sebuah mobil. Namun, hal-hal yang terjadi selama perjalanan tersebut amat berkesan dan mengubah kehidupan mereka berdua.

Radit & Jani (2008)

Masih ingatkah kamu dengan Radit & Jani? Film keluaran 2008 ini dibintangi aktor jaminan mutu Vino G. Bastian sebagai Radit dan model cantik Fahrani sebagai Jani. Radit dan Jani nekat menikah walaupun mendapat tentangan dari orang tua Jani, yang tidak menginginkan mereka bersama akibat kebiasaan Radit menggunakan narkoba. Suatu hari, Jani dinyatakan hamil. Hal ini tentunya memaksa Radit untuk mengubah cara hidup. Namun, apakah dia berhasil? Film romantis Indonesia karya sutradara Upi Avianto ini sangat layak tonton karena kisah menyentuh dan akting luar biasa dari dua pemain utamanya.

Perahu Kertas (2012)

Meski sebelumnya Maudy Ayunda pernah beberapa kali bermain film, Perahu Kertas adalah film yang kemudian menaikkan pamornya di jagat keartisan Indonesia. Diadaptasi dari buku populer berjudul sama karya Dewi Lestari (Dee), Perahu Kertas mengangkat cerita mengenai Kugy dan Keenan, dua mahasiswa sebuah universitas di Bandung yang sama-sama menyukai satu sama lain tapi tak pernah menemukan waktu yang pas untuk mengungkapkannya. Soundtrack utama film ini dinyanyikan oleh Maudy Ayunda sendiri, dan pernah sangat booming bahkan jauh hingga filmnya sudah tak tayang lagi.

Gita Cinta dari SMA (1979)

Film produksi tahun 1979 ini melambungkan nama kedua pemain utamanya, Yessi Gusman dan Rano Karno. Ditonton oleh lebih dari 160 ribu penonton, kisah Gita Cinta dari SMA adalah tentang sepasang kekasih Galih dan Ratna yang hubungannya ditentang orangtua karena faktor perbedaan latar belakang (etnis). Pada tahun segitu, budaya menikah dengan pasangan satu suku memang masih sangat kental di kalangan masyarakat Indonesia, sehingga film ini muncul menjadi media kritik sosial yang baik. Gita Cinta dari SMA pernah di-remake menjadi film Galih dan Ratna (dibintangi Refal Hady dan Sheryl Sheinafia) tahun lalu.

Baca juga: Kutipan Kata Romantis dari Film Romantis untuk Kamu ke Dia

Nah, berapa banyak film romantis Indonesia di atas yang sudah kamu tonton, Toppers? Kalau masih meragukan kualitas film lokal, cobalah tonton film-film tersebut dan lihat apakah pendapatmu akan berubah atau tidak. Apalagi hari Valentine tinggal beberapa hari lagi. Daripada bingung cari-cari aktivitas untuk dilakukan bareng pacar, mending ajak aja dia untuk nonton film-film romantis Indonesia!

buket bunga