Sering Disebut “Pinjaman Rentenir”, Ini 5 Alasan Tingginya Bunga Pinjaman Online

73
pinjaman rentenir resiko

Meminjam dana melalui pinjaman online memang mudah. Namun, banyak orang menyebut bunga pinjaman online tinggi seperti pinjaman rentenir. Apa penyebabnya?


Banyaknya ketersediaan jasa pinjaman online membuat orang semakin mudah mencari pinjaman dana.

Dengan kemudahan serta nominalnya yang cukup besar, banyak orang tertarik untuk meminjam dana di berbagai penyedia pinjaman online tersebut.

Namun, tak seperti yang dibayangkan, pinjaman online berbasis peer to peer (P2P) ternyata memiliki bunga yang tinggi.

Tapi, jangan buru-buru menghakimi pinjaman online adalah pinjaman rentenir ya, Toppers. Sebab, ada alasan logis di baliknya lho. Penasaran? Yuk, simak penjelasannya berikut ini!

1. Tinggi-Rendah Nominal Pinjaman

pinjaman rentenir online
Sumber gambar: themoneypages

Sebelum kamu menggerutu tentang bunga pinjaman online yang tinggi seperti pinjaman rentenir, pahamilah bahwa tingkat bunga sangat bergantung pada besarnya nominal pinjaman.

Bunga pinjaman uang senilai Rp 5.000 tentu berbeda dengan bunga pinjaman senilai Rp. 50 juta. Bunga yang tinggi adalah salah kompensasi dari tingginya pinjaman yang diberikan.

Jadi, coba cek kembali apakah nominal pinjamanmu cukup besar sehingga membuat bunga pinjaman juga tinggi?

BACA JUGA: CARA PINJAM UANG PADA TEMAN TANPA MERUSAK HUBUNGAN PERSAHABATAN

2. Rating Pinjaman

bunga pinjaman rentenir
Sumber gambar: postoffice

Rating pinjaman juga berpengaruh terhadap bungamu pinjaman. Untuk rating A atau kualitas paling tinggi memiliki bunga pinjaman sebesar 10 persen/tahun.

Artinya, setiap bulan, kamu memiliki bunga 1% . Sedangkan rating C, bunganya adalah 40-50%. Maka, perhatikan kembali rating dari pinjamanmu. Semakin rendah rating, semakin tinggi bunga pinjamannya.

pinjaman online mudah dan cepat cair
Ajukan pinjaman online hanya di lembaga resmi. Dapatkan berbagai produk pinjaman online terbaik hanya di Tokopedia

3. Kualitas Barang Jaminan

pinjaman rentenir online
Sumber gambar: buddyloans

Berkaitan dengan rating, saat kamu hendak meminjam uang di berbagai aplikasi pinjaman online, pastikan kamu memiliki jaminan dengan kualitas yang baik.

Misalnya, kamu bisa menjadikan sertifikat tanah sebagai jaminan. Semakin baik kualitas jaminan yang kamu berikan, semakin kecil bunga pinjaman.

Jika tidak memiliki jaminan sama sekali, bunga yang diberikan tentu berbeda. Sebab adanya jaminan akan memperkecil risiko kredit gagal.

Oleh karena itu, pikirkan sekali lagi saat kamu hendak meminjam uang. Ini berlaku di mana pun tidak hanya di aplikasi pinjaman online.

baca juga: jenis barang jaminan yang memudahkan pengajuan pinjaman

4. Kompensasai Mudahnya Persyaratan

pinjaman online dan pinjaman rentenir
Sumber gambar: noobpreneur

Sobat, Toppers.. Sadarkah kamu bahwa meminjam uang di aplikasi pinjaman online sangat mudah? Saat ini P2P lending sangat gampang diakses karena memang memudahkan urusan administrasi.

Maka, adanya anggapan bahwa tingkat bunga P2P lebih tinggi dari kartu kredit, bahkan sering disebut sebagai pinjaman rentenir, sebenarnya hal yang wajar mengingat kemudahan serta kecepatan pencairan dana yang ditawarkan.

5. Waspada Pinjaman Online Ilegal

pinjaman rentenir pinjaman ilegal
Sumber gambar: alinea

Tidak ada salahnya waspada terhadap aplikasi pinjaman online yang mematok bunga terlalu tinggi. Karena, bisa saja kamu sedang berurusan dengan pinjaman rentenir online lho, Toppers.

Sebelum terlanjur meminjam uang, pastikan aplikasi pinjaman online yang kamu akses kredibel. Saat ini, begitu banyak aplikasi pinjaman online yang menawarkan syarat-syarat yang mudah namun dengan bunga yang mencekik.


Gimana, Toppers? sudah paham, kan? Sebelum kamu memutuskan untuk mengajukan pinjaman online, pikirkanlah terlebih dahulu apakah bunga pinjaman online tersebut bisa kamu jangkau atau tidak. Jangan sampai kamu justru terlilit utang.

Semoga artikel ini bermanfaat dan membantumu dalam membuat keputusan saat hendak meminjam dana online ya, Toppers!

Tap Tap Mantap April | Pecahkan Telurnya

Bagikan Artikel