Kenali Gejala Tifus dan Cara Pencegahannya

391
gejala tifus

Gejala Tifus / Tipes dan Cara Pencegahannya – Tidak hanya menyerang anak-anak, penyakit gejala tifus / tipes dapat menyerang semua usia. Tifus adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri rickettsial. Bakteri ini dapat ter-transfer oleh kutu atau tungau yang menularkannya pada saat mereka menggigit Anda. Kutu dan tungau adalah jenis hewan invertebrata yang dikenal sebagai arthropoda. Saat arthropoda yang membawa bakteri rickettsial menggigit seseorang, mereka juga men-transfer bakteri penyebab penyakit tifus. Menggaruk gigitan karena gatal dapat membuka kulit dan memungkinkan bakteri lebih banyak masuk ke aliran darah. Begitu berada di aliran darah, bakteri terus bereproduksi dan tumbuh.

Wabah tipus biasanya terjadi di negara berkembang atau di negara dunia ketiga, yang memiliki sanitasi buruk dan banyak kontak antara manusia. Tifus yang tidak diobati dapat menyebabkan komplikasi serius dan berpotensi fatal. Penting untuk menemui dokter Anda jika Anda menduga Anda menderita penyakit tifus.

Gejala Tipes / TifusSumber: Reader’s Digest

Baca juga: Mengenal Hipertensi: Penyebab dan Cara Mencegah Darah Tinggi

Jenis-jenis tifus:

  • Tifus Epidemik

Jenis tifus ini disebabkan oleh Rickettsia prowazekii dan dibawa oleh kutu. Hal ini dapat ditemukan di seluruh dunia, namun biasanya ditemukan di daerah dengan populasi tinggi dan sanitasi yang buruk, di mana kondisi memungkinkan untuk kutu berkembang biak.

  • Tifus Endemik

Dikenal sebagai murine typhus, jenis ini disebabkan oleh Rickettsia typhi dan dibawa oleh kutu dari tikus atau kutu dari kucing. Tifus endemik dapat ditemukan di seluruh dunia.

  • Tifus Endemik

Jenis ini disebabkan oleh Orientia tsutsugamushi dan dibawa oleh tungau pada tahap larva. Jenis tifus ini lebih sering ditemukan di Asia, Australia, Papua Nugini, dan Kepulauan Pasifik. Tifus jenis ini juga disebut penyakit tsutsugamushi.

Jika Anda bersentuhan dengan arthropoda pembawa bakteri ini (misalnya, dengan tidur di seprai yang dipenuhi kutu), Anda bisa terinfeksi dalam beberapa cara. Bakteri, selain ditularkan melalui kulit Anda dengan gigitannya, juga bisa ditularkan melalui kotorannya. Jika Anda menggores kulit di atas area di mana kutu atau tungau ada, bakteri di kotoran mereka dapat memasuki aliran darah Anda melalui luka kecil di kulit Anda.

Gejala Tifus / Tipes

Gejala tifus sedikit berbeda sesuai dengan jenins-jenisnya namun ada gejala yang sama di ketiga jenis tifus tersebut, yaitu:

  • Sakit kepala.
  • Demam.
  • Panas dingin.
  • Ruam.

Gejala epidemik tifus biasanya muncul tiba-tiba, seperti:

  • Sakit kepala parah.
  • Demam tinggi (di atas 38° C).
  • Ruam yang dimulai di bagian belakang atau dada dan menyebar.
  • Kebingungan.
  • Pingsan dan tampak seperti tidak sadar.
  • Tekanan darah rendah (hipotensi).
  • Sensitivitas mata terhadap cahaya terang.
  • Nyeri otot parah.

Gejala tifus endemik berlangsung selama 10 sampai 12 hari dan sangat mirip dengan gejala tifus epidemik namun biasanya tidak termasuk parah. Gejalanya:

  • Batuk kering.
  • Mual dan muntah.
  • Diare.

Gejala yang terlihat pada yang terkena penyakit scrub typhus meliputi:

  • Bengkak kelenjar getah bening.
  • Kelelahan.
  • Kulit kemerahan atau sakit pada kulit di tempat gigitan.
  • Batuk.
  • Ruam.

obat tifus terlaris

Penanganan Tifus / Tipes

Pengobatan dini dengan antibiotik sangat efektif, dan kambuh tidak umum terjadi jika Anda mengonsumsi antibiotik secara lengkap. Pengobatan yang tertunda dan kesalahan diagnosis dapat menyebabkan tifus yang lebih parah.

Orang yang paling berisiko meninggal umumnya mereka yang tidak mampu melakukan perawatan atau penanganan cepat. Tingkat kematian keseluruhan untuk tifus yang tidak diobati tergantung pada jenis tifus dan faktor lainnya, seperti usia dan status kesehatan secara keseluruhan.

Tingkat tertinggi terdapat pada orang dewasa yang lebih tua dan mereka yang kekurangan gizi. Anak-anak biasanya sembuh dari tifus. Orang yang menderita penyakit tifus dan dengan penyakit yang lain, seperti diabetes melitus, alkoholisme, atau gangguan ginjal kronis, juga memiliki risiko kematian yang lebih tinggi. Kematian untuk tifus epidemik yang tidak diobati dapat berkisar antara 10 sampai 60 persen, dan mortalitas dari tipus yang tidak diobati dapat berkisar hingga 30 persen.

Tifus endemik kasusnya jarang mematikan, bahkan tanpa pengobatan. Kematian terjadi tidak lebih dari 4 persen kasus, menurut sebuah artikel di Clinical Infectious Diseases.

Baca juga: Makanan Pencegah Kanker secara Alami

Pencegahan Gejala Tifus

Cara termudah untuk mencegah tifus adalah dengan menghindari hama yang menyebarkannya.

Saran untuk pencegahan meliputi:

  • Menjaga kebersihan diri.
  • Menghindari perjalanan ke daerah di mana terjadi pemaparan tifus, atau ke negara-negara yang berisiko tinggi karena kurangnya sanitasi.
  • Gunakan pembasmi serangga untuk kutu, tungau, dan serangga.
  • Lakukan pemeriksaan rutin untuk kutu.
  • Kenakan pakaian pelindung jika Anda bepergian di dekat area di mana terjadi wabah penyakit tifus.

Gejala tifus dapat dihindari hanya dengan cara memiliki pola hidup sehat dan bersih, menjaga diri dari kuman dan bakteri. Setelah sudah tahu penyebab dan cara pencegahannya, tentu sekarang Anda dapat lebih waspada terhadap anak-anak Anda dan diri anda sendiri akan kebersihan. Stay healthy, Toppers!