• socmed Facebook icon
  • socmed Instagram icon
  • socmed Twitter icon
  • socmed Youtube icon
Tokopedia
Tokopedia Blog - Home
MORE STORIES

Dari Lockdown Hingga Pandemi, Ini 10 Istilah Penting Terkait Corona

Share

Dari Lockdown Hingga Pandemi, Ini 10 Istilah Penting Terkait Corona

Saat ini bermunculan istilah baru yang berkaitan dengan pandemi Corona. Apa arti ODP, PDP & WFH? Tahukah kamu perbedaan antara COVID-19 & Virus Corona?


Saat ini, pandemi virus baru bernama corona tengah mengguncangkan dunia. Indonesia juga tak luput dilanda wabah COVID-19 dengan jumlah suspect yang terus meningkat. Berita mengenai pandemi corona pun terus berputar dan muncul juga istilah corona yang membingungkan masa. 

Sebenarnya ada kah perbedaan Virus Corona dengan COVID-19? Apakah kamu tahu makna dibalik COVID-19? Atau istilah baru seperti ODP, PDP, dan WFH yang sering muncul di berita? Yuk, cari tahu istilah tersebut dan kata-kata lainnya yang terkait dengan corona! 

tokopedia corona campaign
Promo produk wajib punya untuk cegah virus corona!

1. Virus Corona / Corona / Coronavirus

Kata virus tidak lagi asing di telinga semua orang. Virus menggambarkan agen berukuran sangat kecil yang menyebabkan infeksi penyakit. 

Virus corona (CoV) ini merupakan perkumpulan besar virus yang bisa menimbulkan berbagai penyakit, termasuk SARS atau penyakit pernapasan lainnya. 

Istilah Corona diambil dari bahasa Latin yang berarti mahkota. Nama ini dikutip oleh seorang ilmuwan di tahun 1968 karena bentuk pinggiran yang mirip dengan korona atau mahkota matahari. 

Jadi jangan salah, virus corona bukanlah istilah yang baru ya! 

Baca juga: update corona di indonesia & dunia terkini: Rabu, 18 maret 2020

2. COVID-19

Istilah COVID-19 ditetapkan oleh World Health Organization (WHO) untuk mendeskripsikan “penyakit virus corona 2019.” Angka ini mengacu pada tahun di mana jenis virus corona ini ditemukan. 

Istilah COVID sendiri diambil dari kata inggris “CO-rona VI-rus D-isease” yang berarti penyakit virus corona. Penyakit pernapasan COVID-19 sebenarnya diawali oleh satu jenis virus corona yaitu SARS-CoV-2. 

3. Lockdown

Istilah Lockdown diambil dari bahasa inggris yang artinya situasi di mana orang tidak diperbolehkan untuk keluar masuk suatu gedung atau area secara bebas karena keadaan darurat. 

Aturan lockdown dimulai dari kota Wuhan, Cina yang merupakan asal usul penyakit COVID-19. 

Namun saat ini, sejumlah negara mulai menerapkan kebijakan lockdown untuk membatasi akses masuk maupun keluar dari daerah atau negara tersebut. Tujuan utamanya untuk pencegahan penyebaran wabah di wilayahnya.

4. Epidemi dan Pandemi

Epidemi merupakan situasi di mana penyakit menyebar secara mendadak dan lebih cepat dari normal di sebuah populasi. Saat banyak ditemukan pasien positif COVID-19 di kota Wuhan, penyakit ini dirujuk sebagai istilah epidemi. 

Ketika epidemi mulai meluas ke populasi di wilayah bahkan negara lain, kondisi ini disebut pandemi. Pada tanggal 11 Maret 2020, World Health Organization (WHO) dengan resmi menggolongkan kasus COVID-19 sebagai pandemi.

Wabah COVID-19 yang telah menyebar ke lebih dari 100 negara, menganjurkan setiap organisasi, agen, dan pemerintah di seluruh dunia untuk segera berupaya menanggulangi wabah tersebut. Mungkin kamu sudah menyadari, pandemi cenderung memiliki dampak yang signifikan dalam ekonomi dunia. 

5. Orang Dalam Pemantauan (ODP)

Orang dalam Pemantauan (ODP) merupakan istilah untuk orang yang memiliki riwayat perjalanan ke negara yang telah terinfeksi COVID-19. Tapi, orang tersebut tidak menunjukkan adanya tanda-tanda terkena infeksi virus.

Penyakit virus corona baru ini tidak langsung terlihat gejalanya. Menurut Center for Disease Control and Prevention (CDC), gejala terlihat setelah 2 sampai 14 hari setelah terinfeksi. Karena alasan ini, adanya istilah ODP yang mewajibkan orang tertentu untuk dipantau oleh instansi kesehatan setempat. 

masker medis evo
Hindari polusi, debu dan kuman penyebab penyakit dengan masker pilihan berwarna menarik!

Baca juga: efek kurang tidur, tubuh mudah terserang virus?

6. Pasien Dalam Pengawasan (PDP)

Istilah Pasien dalam Pengawasan (PDP) ditujukan bagi orang yang mempunyai gejala penyakit virus corona 2019. Beberapa gejala ini seperti demam diatas 38 derajat celcius (>38 C), batuk, kesulitan bernapas, dan/atau rasa sakit di bagian dada. 

7. Suspect Corona

Suspect corona adalah orang yang diduga terinfeksi COVID-19, baik dari gejala yang ditunjukkan maupun adanya riwayat kontak dekat dengan pasien positif corona. 

Menurut CDC, arti dari kontak dekat adalah: kontak fisik dengan kasus COVID-19, atau pernah berjarak dekat (sekitar 2 meter) dengan kasus COVID-19 dalam waktu yang lama. 

Suspect corona akan diperiksa untuk dinyatakan positif atau negatif melalui metode pemeriksaan, Polymerase Chain Reaction (PCR) dan Genome Sequencing.

8. Social Distancing

World Health Organization (WHO) menyarankan “social distancing” untuk mencegah penyebaran berbahaya ini. Istilah social distancing berarti menjaga jarak yang cukup jauh (sekitar 2 meter) antara sesama, terutama saat batuk atau bersin. 

Social distancing sudah diterapkan di berbagai fasilitas. Contohnya, di supermarket saat orang sedang mengantri. Hal ini akan meminimalisir penyebaran virus dari orang ke orang. 

Istilah ini berbeda dengan arti mengurung diri. Namun, tentunya menganjurkan individu untuk sementara menjauh dari transportasi publik atau tempat yang ramai. Pilih berdiam di rumah daripada jalan-jalan di mall. 

9. Work From Home (WFH)

Karena alasan social distancing, berbagai perusahaan menerapkan konsep Work From Home (WFH), istilah di mana karyawan dapat melakukan pekerjaannya di rumah.Tentunya beberapa bisnis dan pekerja perlu beradaptasi dengan konsepsi ini. Misalnya, menggunakan video call sebagai alternatif meeting secara langsung. 

Work From Home sebaiknya juga diimplementasikan ke sekolah dan ibadah agar orang dapat menjaga jarak dan mencegah penyebaran virus.  

10. Self Quarantine

Self Quarantine merupakan istilah orang yang secara sukarela mengkarantina diri sendiri dengan membatasi atau tidak sama sekali keluar dari rumah. Istilah ini tidak sama dengan dikarantina secara paksa oleh negara atau pemerintah. 

Menurut CDC, bagi masyarakat yang bepergian ke daerah atau negara dengan transmisi COVID-19 yang tinggi, diimbau untuk mempraktekkan self quarantine selama 14 hari. Artinya, Jauhkan diri sendiri dari orang lain dengan berdiam di rumah untuk memastikan diri tidak terpapar oleh virus. 

Setelah 14 hari dan tidak juga ditemukan gejala penyakit virus corona, biasanya orang tersebut dinyatakan aman. Tapi tentunya tetap disarankan untuk menjauh dari kerumunan. 

baca juga: produk kesehatan wajib untuk tangkal virus!

Nah, ini dia beberapa istilah corona yang sering muncul di berita sekarang ini. Di tengah pandemi COVID-19, janganlah khawatir! Ikuti prosedur yang terus diimbau seperti social distancing, rutin mencuci tangan, dan memakai masker di publik untuk menjaga kesehatan bersama.

sistem kekebalan tubuh - produk kesehatan
Jauhkan keluarga dari bahaha coronavirus, dengan meningkatkan imunitas tubuh!

Penulis: Benedicta Clarissa

© 2009-2024, PT Tokopedia