• socmed Facebook icon
  • socmed Instagram icon
  • socmed Twitter icon
  • socmed Youtube icon
Tokopedia
Tokopedia Blog - Home
MORE STORIES

15 Lagu Daerah Populer dari Seluruh Daerah di Indonesia: Lirik dan Makna

13 March 2024

Share

15 Lagu Daerah Populer dari Seluruh Daerah di Indonesia: Lirik dan Makna

Daftar lagu daerah populer yang sering dinyanyikan oleh masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Simak selengkapnya di sini!


Lagu daerah merupakan peninggalan nenek moyang bangsa Indonesia yang begitu berharga. Ini adalah tanggung jawab kita sebagai generasi selanjutnya untuk melestarikan hasil budaya daerah, termasuk lagu daerah.

Total lagu daerah di Indonesia ada kurang lebih 439 dengan menggunakan bahasa daerah masing-masing. Namun, meskipun menggunakan bahasa daerah yang berbeda, tidak dipungkiri jika suatu lagu daerah bisa menjadi populer seantero Indonesia.

Hal itu karena sifat lagu daerah yang turun temurun dan memiliki lirik yang sederhana, sehingga mudah untuk dihafalkan. Biasanya lagu daerah mencerminkan alam maupun kehidupan masyarakat daerah tersebut.

Baca Juga: Deretan Lagu Daerah Jawa Barat, Lirik dan Arti Lagunya
festival ramadan ekstra seru tokopedia & tiktok

Jangan lewatkan Festival Ramadan Ekstra Seru Tokopedia & TikTok, klik gambar di atas untuk lihat diskonnya!

Lagu Daerah Populer

Masyarakat Indonesia kebanyakan mempelajari lagu daerah dan kesenian tradisional ketika mengenyam bangku sekolah. Nah, di bawah ini ada beberapa lagu daerah yang harus Toppers ketahui, yuk bernyanyi bersama!

1. Apuse (Papua)

Lirik:

Apuse kokon dao
Yarabe soren doreri
Wuf lenso bani nema baki pase

Apuse kokon dao
Yarabe soren doreri
Wuf lenso bani nema baki pase
Arafabye aswarakwar
Arafabye aswarakwar

Makna:

Apuse adalah lagu daerah asal Papua tentang seorang cucu yang hendak berpamitan kepada kakek dan neneknya karena dia akan merantau ke Teluk Doreri, Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat.

Lirik “apuse kokon dao yarabe soren doreri” menyatakan momen ketika pemuda tersebut berpamitan dengan kakek neneknya. “Wuf lenso bani nema baki pase” memiliki arti pegang sapu tangan dan melambaikan tangan.

Hingga kemudian kakek dan neneknya menjawab “Arafabye aswarakwar” yang artinya “kasihan aku, selamat jalan cucuku”. Ternyata makna lirik dari lagu yang cukup familiar di telinga kita ini cukup mendalam ya, Toppers.

2. Sajojo (Papua)

Lirik:

Sajojo, sajojo
Yumanamko misa papara
Samuna muna-muna keke
Samuna muna-muna keke

Sajojo, sajojo
Yumanamko misa papara
Samuna muna-muna keke
Samuna muna-muna keke

Kuserai, kusaserai, rai-rai-rai-rai
Kuserai, kusaserai, rai-rai-rai-rai

Inamgo mikim ye
Kia sore, kiasa sore, ye-ye

Inamgo mikim ye
Kia sore, kiasa sore

Makna:

“Sajojo” adalah salah satu lagu daerah populer yang berasal dari provinsi Papua. Ini adalah lagu yang berkisah mengenai seorang perempuan desa yang begitu cantik, ia dicintai oleh kedua orang tuanya dan banyak laki-laki yang mendambakannya.

Biasanya masyarakat Papua akan menyanyikan lagu ini sambil menari dengan penuh ceria. Gerakan tari ini cukup mudah, ada loncatan, kemudian bergerak ke depan, belakang, ke kiri, ke kanan, dengan ritme yang kompak dengan penari lainnya.

3. Yamko Rambe Yamko (Papua)

Lirik:

Hee yamko rambe yamko aronawa kombe
Hee yamko rambe yamko aronawa kombe

Teemi nokibe kubano ko bombe ko
Yuma no bungo awe ade
Teemi nokibe kubano ko bombe ko
Yuma no bungo awe ade

Hongke hongke hongke riro
Hongke jombe jombe riro
Hongke hongke hongke riro
Hongke jombe jombe riro

Makna:

Meski memiliki irama yang bahagia dan energik, lagu “Yamko Rambe Yamko” menceritakan tentang daerah-daerah di Papua yang mengalami perang suku. Walaupun begitu, asal usul lagu ini masih diperdebatkan.

Beberapa orang asal Papua, Arie Kriting salah satunya, menyatakan bahwa lagu ini bukan berasal dari salah satu bahasa Papua. Namun, menurut musisi senior, Yan Petrus Tagai, “Yamko Rambe Yamko” berasal dari Lembah Grime, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua.

Dia juga yang menyatakan jika “Yamko Rambe Yamko” adalah lagu pengiring permainan sakral bernama “Kasep”. Terlepas dari perdebatan di masyarakat, The Resonanz Children’s Choir pada tahun 2017 berhasil membawakan lagu ini dan memenangkan juara umum dalam kompetisi paduan suara di Roma.

4. Potong Bebek Angsa (Nusa Tenggara Timur)

Lirik:

Potong bebek angsa masak di kuali
Nona minta dansa dansa empat kali
Sorong ke kiri sorong ke kanan, lalalala lalalala lalalala
Sorong ke kiri sorong ke kanan, lalalala lalalala lalalala

Makna:

Lagu daerah asal Nusa Tenggara Timur (NTT) ini menyoal ajakan berdansa bersama orang yang dicintai. Irama ‘Potong Bebek Angsa’ yang bersemangat membuat setiap orang berdansa saat mendengarkan lagu ini.

Dari bait liriknya juga bisa diasumsikan tentang tata cara memotong angsa atau bebek untuk dimasak atau dimakan. Pastinya, kamu tahu lagu ini kan, Toppers? Tentu saja karena lagu karya Pak Kasur ini sering dinyanyikan oleh anak kecil.

5. Anak Kambing Saya (Nusa Tenggara Timur)

Lirik:

Mana dimana anak kambing saya
Anak kambing tuan ada di pohon waru
Mana dimana jantung hati saya
Jantung hati tuan ada di kampung baru

Caca marica he hei
Caca marica he hei
Caca marica ada di kampung baru

Caca marica he hey
Caca marica he hey
Caca marica ada di kampung baru

Makna:

‘Anak Kambing Saya’ juga merupakan lagu daerah yang populer di kalangan anak-anak. Liriknya yang sederhana dan iramanya yang begitu ceria membuat lagu ini menjadi pengubah mood menjadi cerah.

Jika liriknya merujuk pada seseorang yang mencari kambing peliharaannya, ternyata makna sebenarnya justru bercerita hubungan orang tua dan anak. Orang tua itu bernyanyi melalui dan bertanya “dimanakah jantung hati saya?”, yakni anaknya itu sendiri.

Kemudian bait lirik selanjutnya menjawab keberadaan anaknya itu. “Caca marica ada di Kampung Baru”, yang artinya anaknya itu sudah ada di Kampung Baru.

Baca Juga: Daftar Lagu Daerah Kalimantan Barat Beserta Lirik dan Penjelasannya

6. Burung Kakatua (Maluku)

Lirik:

Burung kakaktua
hinggap di jendela

Nenek sudah tua
giginya tinggal dua

Trek-jing … trek-jing …
Trek-jing tra-la-la

Trek-jing … trek-jing …
Trek-jing tra-la-la

Trek-jing … trek-jing …
Trek-jing tra-la-la

Burung kakaktua

Makna:

Sebenarnya, lagu ‘Burung Kakaktua’ berasal dari para pelaut Portugis yang datang ke Maluku. Layaknya pantun, lagu ini terbagi menjadi dua yakni, sampiran dan isi. “Burung kakaktua hinggap di jendela” adalah sampiran, sedangkan “Nenek sudah tua giginya tinggal dua” adalah isi.

Sampiran adalah kata-kata yang memperindah suatu karya, sedangkan isi adalah makna asli dari sampiran tersebut. Yang artinya, makna sebenarnya dari lagu ‘Burung Kakaktua’ ini adalah perubahan fisik seseorang ketika menginjak hari tua, giginya hanya dua.

7. Rasa Sayange (Maluku)

Lirik:

Rasa sayange rasa sayang sayange
Lihat nona dari jauh rasa sayang sayange
Rasa sayange rasa sayang sayange
Lihat nona dari jauh rasa sayang sayange

Di sana gunung disini gunung
Tengah tengah bunga melati
Di sana bingung disini bingung
Dua dua teman sejati

Rasa sayange rasa sayang sayange
Lihat nona dari jauh rasa sayang sayange
Rasa sayange rasa sayang sayange
Lihat nona dari jauh rasa sayang sayange

Jalan jalan ke Surabaya
Jangan lupa membeli pita
Jangan suka memandang saya
Nanti bisa sakit mata

Rasa sayange rasa sayang sayange
Lihat nona dari jauh rasa sayang sayange
Rasa sayange rasa sayang sayange
Lihat nona dari jauh rasa sayang sayange

Kalau ada sumur di ladang
Boleh kita menumpang mandi
Kalau ada umur panjang
Boleh kita berjumpa lagi

Rasa sayange rasa sayang sayange
Lihat nona dari jauh rasa sayang sayange
Rasa sayange rasa sayang sayange
Lihat nona dari jauh rasa sayang sayange

Rasa sayange rasa sayang sayange
Lihat nona dari jauh rasa sayang sayange.

Makna:

‘Rasa Sayange’ merupakan lagu daerah Maluku yang tergolong dalam lagu anak-anak. Masyarakat Maluku secara turun-temurun menyanyikan lagu ini sebagai ungkapan kasih sayang kepada lingkungan sosial mereka.

Liriknya merupakan pantun atau sajak yang dinyanyikan secara bersahutan. Pantunnya bisa kamu bikin sendiri lho, Toppers. Sampai sekarang ada berbagai versi pantun ‘Rasa Sayange’, namun tetap sesuai maksud dan tujuan dari lagu tersebut.

8. Anging Mamiri (Sulawesi Selatan)

Lirik:

Anging mamiri ku pasang
Pitujui tontonganna
Tusaroa takkan lupa

Batumi anging mamiri
Anging ngerang dinging-dinging
Namalontang saribuku

E aule
Na mangu rangi
Tutenaya tutenaya parisina

E aule
Na mangu rangi
Tutenaya tutenaya parisina

Batumi anging mamiri
Anging ngerang dinging-dinging
Namalontang saribuku

Anging mamiri ku pasang
Pitujui tontonganna
Tusaroa takkan lupa

Batumi anging mamiri
Anging ngerang dinging-dinging
Namalontang saribuku

E aule
Na mangu rangi
Mato'lorang mato'lorang je'ne mato

E aule
Namangngu'rangi
Mato'lorang mato'lorang je'ne mato

Anging mamiri kupasang

Makna:

‘Anging Mamiri’ atau angin Mamiri merupakan sebuah curahan kerinduan dari seorang perempuan yang dia sampaikan kepada hembusan angin. Rasa rindu kepada kekasihnya itu sudah menggila sampai dia tak mampu untuk membendungnya.

Setiap saat perempuan tersebut selalu memanggil nama sang kekasih dan meratapi kegalauannya. Kemudian secara ajaib, kekasih jauhnya datang setelah perempuan itu mengucapkan syair ‘Anging Mamiri.

9. Ampar-Ampar Pisang (Kalimantan Selatan)

Lirik:

Ampar ampar pisang
Pisangku balum masak
Masak sabigi dihurung bari-bari
Masak sabigi dihurung bari-bari

Mangga lepak mangga lepok
Patah kayu bengkok
Bengkok dimakan api
apinya canculupan

Patah kayu bengkok
Bengkok dimakan api
apinya canculupan

Jari kaki sintak dahuluakan masak

Ampar ampar pisang
Pisangku balum masak
Masak sabigi dihurung bari-bari
Masak sabigi dihurung bari-bari

Mangga ricak mangga ricak
Patah kayu bengkok
Tanduk sapi tanduk sapi kulibir bawang
Nang mana batis kutung dikitip bidawang

Makna:

‘Ampar-ampar Pisang’ terkenal sebagai lagu bermain anak-anak di masyarakat sekarang. Di sisi cerita, lagu berbahasa Banjar ini menceritakan tentang pisang yang diolah dengan cara dijemur kemudian menjadi makanan khas.

Selain itu, lagu ‘Ampar-ampar Pisang’ mencerminkan kebiasaan masyarakat Kalimantan Selatan yang suka menyusun buah pisang yang mulai masak. Jika sudah masak dan tinggal sebiji, anak-anak akan makan pisang tersebut seperti api memakan batang kayu.

10. Bungong Jeumpa (Nanggroe Aceh Darussalam)

Lirik:

Bungong Jeumpa Bungong Jeumpa
Meugah di Aceh
Bungong teuleubeh teuleubeh
Indah lagoina

Bungong Jeumpa Bungong Jeumpa
Meugah di Aceh
Bungong teuleubeh teuleubeh
Indah lagoina

Puteh kuneng meujampu mirah
Bungong si-ula indah lagoina
Puteh kuneng meujampu mirah
Bungong si-ula indah lagoina

Lam sinar buleun lam sinar buleun
Angen peu ayon
Luroh meususon meususon yang mala mala
Lam sinar buleun lam sinar buleun
Angen peu ayon
Luroh meususon meususon yang mala mala

Keubit that meubee meunyoe tatem com
Leupah that harom si bungong jeumpa
Keubit that meubee meunyoe tatem com
Leupah that harom si bungong jeumpa

Bungong Jeumpa Bungong Jeumpa
Meugah di Aceh
Bungong teuleubeh teuleubeh
Indah lagoina

Bungong Jeumpa Bungong Jeumpa
Meugah di Aceh
Bungong teuleubeh teuleubeh
Indah lagoina

Puteh kuneng meujampu mirah
Bungong si-ula indah lagoina
Puteh kuneng meujampu mirah
Bungong si-ula indah lagoina

Lam sinar buleun lam sinar buleun
Angen peu ayon
Luroh meususon meususon yang mala mala
Lam sinar buleun lam sinar buleun
Angen peu ayon
Luroh meususon meususon yang mala mala

Keubit that meubee meunyoe tatem com
Leupah that harom si bungong jeumpa
Keubit that meubee meunyoe tatem com
Leupah that harom si bungong jeumpa
Leupah that harom si bungong jeumpa
Leupah that harom si bungong jeumpa

Makna:

Bungong Jeumpa’ memiliki arti bunga cempaka yang menjadi simbol bunga khas Aceh. Lagu ini juga mencerminkan masyarakat Aceh yang bersyukur telah diberi tanah yang subur dan indah.

Nyanyian ini biasanya dibarengi dengan tarian tradisional khas Aceh dengan nama yang sama. Formasi tarian Bungong Jeumpa dilakukan duduk dan berdiri dengan gerakan tangan yang serasi bersama penari lain. Ingin mencoba tarian ini, Toppers?

Baca Juga: Daftar Lagu Daerah Bali Beserta Lirik dan Penjelasannya

11. Sinanggar Tullo (Sumatera)

Lirik:

Sinanggar tullo tullo a tullo
Sinanggar tullo tullo a tullo
Sinanggar tullo tullo a tullo
Sinanggar tullo tullo a tullo

Sinanggar tullo tullo a tullo
Sinanggar tullo tullo a tullo

Sinanggar tullo tullo a tullo
Sinanggar tullo tullo a tullo
Sinanggar tullo tullo a tullo
Sinanggar tullo tullo a tullo

Sinanggar tullo tullo a tullo
Sinanggar tullo tullo a tullo

Sada dua tolu
Binilang ni da pamilangi
Jong jong hami na tolu
Jumolo hami marsattabi

Sinanggar tullo tullo a tullo
Sinanggar tullo tullo a tullo
Sinanggar tullo tullo a tullo

Sinanggar tullo tullo a tullo
Sinanggar tullo tullo a tullo

Mardalan motor sedan
Marsibolusan dohot lereng
Mardalan si poriban
Buriapus molo hubereng

Sinanggar tullo tullo a tullo
Sinanggar tullo tullo a tullo
Sinanggar tullo tullo a tullo

Sinanggar tullo tullo a tullo
Sinanggar tullo tullo a tullo

Sinanggar tulo tulo atulo
Sinanggar tulo tulo atulo
Sinanggar tulo tulo atulo
Sinanggar tulo tulo atulo

Sinanggar tulo atulo
Sinanggar tulo atulo

Sahat sahat ni solu
Sai sahat ma tu botte an
Leleng hita mangolu
Sai sahat tu panggabean

Sinanggar tulo tulo atulo
Sinanggar tulo tulo atulo
Sinanggar tulo tulo atulo
Sinanggar tulo tulo atulo

Sinanggar tulo atulo
Sinanggar tulo atulo

Makna:

‘Sinanggar Tullo’ adalah lagu daerah yang isinya curahan hati seorang pemuda yang cintanya tidak direstui oleh orang tua. Ibu dari pemuda tersebut ingin anaknya menikahi kekasih dari marga ibunya itu, Tobing.

Meskipun menceritakan tentang keluh kesah pemuda suku Batak, namun lagu ini begitu eksis di Indonesia, lho, Toppers. ‘Sinanggar Tullo’ yang mudah diingat dan memiliki irama yang menghentak sering dimainkan di berbagai acara internasional dan nasional dalam negeri, contohnya Indonesia Masters 2020.

12. Cublak-Cublak Suweng (Jama Timur)

Lirik:

Cublak-cublak suweng
Suwenge ting gelenter
Mambu ketundung gudhel
Pak Empong lerak-lerek
Sopo ngguyu ndelekakhe

Sir-sir pong dele kopong
Sir-sir pong dele kopong

Makna:

Toppers sering memainkan lagu ini ketika kecil? Yap, ‘Cublak Cublak Suweng’ adalah lagu dolanan tradisi lisan masyarakat suku Jawa. Berbagai sumber sejarah mengatakan jika lagu ini diciptakan oleh Sunan Giri pada tahun 1442 M.

Makna dari lagu ‘Cublak Cublak Suweng’ adalah sebuah pesan jika ingin menemukan kebahagiaan yang sebenarnya, maka hendaklah untuk tidak serakah pada harta duniawi. Dengan hati nurani yang bersih, kamu tidak akan tersesat di jalan menuju akhirat.

13. Gundul Pacul (Jawa Tengah)

Lirik:

Gundul gundul pacul cul gelelengan
Nyunggi nyunggi wakul kul gembelengan
Wakul ngglimpang segane dadi sak ratan
Wakul ngglimpang segane dadi sak ratan

Makna:

Meskipun liriknya simpel, akan tetapi arti lirik tersebut memiliki pesan amanat yang dalam. Adapun artinya adalah banyak pemimpin yang lupa bahwa dia tengah memegang amanat yang berat.

Pemimpin tidak seharusnya untuk berlaku semena-mena dengan rakyat ketika menjabat. Melainkan mereka harus menghargai rakyatnya dan mendahulukan pernyataan mereka.

14. Manuk Dadali (Jawa Barat)

Lirik:

Mesat ngapung luhur jauh di awang-awang
Meberkeun jangjangna bangun taya karingrang
Sukuna ranggaos reujeung pamatukna ngeluk
Ngapak mega bari hiberna tarik nyuruwuk

Saha anu bisa nyusul kana tandangna
Gandang jeung pertentang taya bandingannana
Dipikagimir dipikaserab ku sasama
Taya karempan kasieun leber wawanenna

Manuk dadali manuk panggagahna
Perlambang sakti indonesia jaya
Manuk dadali pangkakon carana
Resep ngahiji rukun sakabehna

Hirup sauyunan tara pahiri-hiri
Silih pikanyaah teu inggis bela pati
Manuk dadali ngandung siloka sinatria
Keur sakumna bangsa di nagara indonesia

Makna:

‘Manuk Dadali’ adalah Garuda dalam bahasa Sunda. Lagu ini menceritakan betapa gagahnya burung Garuda yang begitu berani dan disegani oleh yang lain. Selain itu, lagu ini juga berpesan jika burung garuda senang bersatu dan rukun dan masyarakat Indonesia juga perlu mengikutinya.

15. Jali-jali (DKI Jakarta)

Lirik:

Ini dia si jali-jali
Lagunya enak lagunya enak merdu sekali
Capek sedikit tidak perduli sayang
Asalkan tuan asalkan tuan senang di hati

Palinglah enak si mangga udang
Hei sayang disayang pohonnya tinggi pohonnya tinggi buahnya jarang
Palinglah enak si orang bujang sayang
Kemana pergi kemana pergi tiada yang melarang

Disana gunung disini gunung
Hei sayang disayang ditengah tengah ditengah tengah kembang melati
Disana bingung disini bingung sayang
Samalah sama samalah sama menaruh hati

Jalilah jali dari cikini sayang
Jali-jali dari cikini
Jalilah jali sampai disini

Makna:

Jali-jali’ adalah lagu yang terinspirasi dari sebuah pantun yang memiliki tujuan untuk menghibur orang sedih atau berduka. Lagu ini dipopulerkan oleh M. Sagi yang merupakan pimpinan orkes keroncong pada tahun 1942 dan kemudian menjadi lagu rakyat Betawi.

Baca Juga: Deretan Lagu Anak Indonesia Terbaik untuk Ajar Anak Bernyanyi

Itulah, Toppers, beberapa lagu daerah populer yang tersebar di seluruh daerah Indonesia. Kamu suka yang mana, nih? Buat kamu yang ingin menambah pengetahuan, ambil kelas yang kamu butuhkan sekarang juga dengan menggunakan voucher belajar dari Tokopedia.

Di Tokopedia juga kamu bisa menemukan berbagai alat musik dan perlengkapan tulis yang lengkap. Selain itu, kamu bisa memenuhi berbagai kebutuhan sehari-hari dengan harga murah di Tokopedia 9.9 bulan September ini. Jadi jangan lupa untuk menyiapkan semuanya sebelum berangkat sekolah, ya, Toppers!

© 2009-2024, PT Tokopedia