• socmed Facebook icon
  • socmed Instagram icon
  • socmed Twitter icon
  • socmed Youtube icon
Tokopedia
Tokopedia Blog - Home
MORE STORIES

Museum Tsunami Aceh – Simbol, Edukasi & Perlindungan

Share

Museum Tsunami Aceh – Simbol, Edukasi & Perlindungan

Museum Tsunami Aceh merupakan monumen peringatan, pusat pembelajaran dan sejarah serta tempat perlindungan apabila terjadi bencana Tsunami. Berdiri di kompleks sebesar 2500 meter persegi, Museum Tsunami Aceh memiliki tinggi bangunan 4 lantai yang dirancang oleh Ridwan Kamil.

Bangunan ini dibangun pada tahun 2007 dibawah pengawasan Ridwan Kamil, dosen Arsitektur ITB (saat itu belum menjawab sebagai Walikota Bandung). Pada 27 Februari 2009, bangunan ini diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan dibuka untuk umum pada 8 Mei 2009.

Diakui sebagai salah satu bangunan dengan ciri kekhasannya yakni lengkungan dengan relief geometris. Jika museum ini terlihat dari atas, tampak gelombang tsunami. Namun jika dilihat dari bawah, bangunan ini seolah menjadi geladak kapal yang besar untuk menampung orang banyak. Museum Tsunami Aceh dapat dikunjungi di Jalan Iskandar Muda, Banda Aceh, berdekatan dengan Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh.

Bangunan ini merupakan sebuah simbol atas tragedi Tsunami Aceh yang terjadi pada 26 Desember 2004. Untuk mengenang momen duka yang mendalam, pemerintah Indonesia berkerja sama dengan berbagai pihak membangun Museum Tsunami Aceh sebagai pusat penelitian dan evakuasi bencana.

Pengalaman Berkunjung Ke Museum Tsunami Aceh

1. Bencana Datang

Saat masuk ke dalam Museum, pengunjung akan diarahkan menuju lorong gelap. Sebelumnya pastikan untuk membiasakan mata terlebih dahulu agar tidak tersandung atau terpleset. Selama berjalan, pengunjung diminta untuk tidak berhenti (foto-foto) dan berjalan secara hati-hati.

Di lorong ini, pengunjung akan merasakan nuansa gelap dengan dinding yang menjulang tinggi. Lorong gelap ini memberikan gambaran akan gelombang tsunami yang tinggi dengan cipratan air. Disarankan untuk mengenakan topi atau jaket agar tidak terlalu “basah kuyup” saat menyelusuri lorong.

Di akhir penelusuran sebelum masuk ke ruangan cahaya, pengunjung akan terpana dengan banyaknya foto-foto di standing screen. Foto-foto ini memberikan gambaran mengenai asal mula bencana, kerusakan hingga akhirnya pertolongan yang diterima oleh korban Tsunami Aceh. Tentu, kata-kata tidak dapat menggambarkan selain melihat dengan mata kepala sendiri.

2. Ruang Penentuan Nasib

Saat mengakhiri perjalanan dari lorong gelap, pengunjung akan mendapatkan pengalaman seperti terperangkap dalam bencana Tsunami. Ruangan dengan model menyerupai cerobong asap ini memberikan kesan tertutup dengan sinar cahaya yang berasal dari tulisan Allah.

Nama-nama korban Tsunami terpatri di dinding ruangan mendorong pengunjung untuk merenungi musibah yang menimpa para korban bencana di Bumi Nanggroe Aceh Darussalam. Selama perjalanan spiral menuju puncak, perjalanan ini memberikan kesan berserahnya kepada sang Pencipta dan perjuangan hidup karena pertolongan NYA.

Tap Tap Mantap April | Pecahkan Telurnya

3. Menyebrangi Jembatan Harapan

Setelah berjuang melewati arus Tsunami yang kuat di Ruang Penentuan Nasib. Mereka yang “selamat” akan diarahkan untuk menyebrangi Ruang Penentuan Nasib. Disini, pengunjung akan melihat berbagai bendera dari berbagai negara sahabat. Disinilah rasa kemanusiaan untuk menolong sesama dalam masa-masa sulit memiliki artian yang universal.

Selama menyebrangi Jembatan Harapan, pengunjung juga akan diputarkan film Tsunami, mulai dari awal kejadian, sapuan air ke rumah-rumah penduduk hingga pertolongan yang diberikan, baik dalam dan luar negeri.

4. Ruang Sejarah dan Pembelajaran

Akhir dari perjalanan, pengunjung akan memasuki sebuah ruangan multimedia yang berisikan informasi mengenai terjadinya atau penyebab gelombang Tsunami, perubahan-perubahan seperti foto sebelum dan sesudah sebuah kawasan yang tersapu air hingga peninggalan “bersejarah” yang diambil tepat pada saat bencana terjadi.

Selain itu ada pula simulasi bencana serta perencanaan kota yang aman dari terjangan gelombang Tsunami dan lainnya. Pengunjung dilibatkan untuk melakukan eksprimen dan berkesempatan untuk merasakan simulasi melalui ruangan simulasi 4D saat sebelum, kejadian gempa dan setelah gempa terjadi.

Promo Hotel Tokopedia

Ditingkat akhir, merupakan ruang penyelamatan yang tertutup bagi pengunjung. Namun ruangan ini terbuka saat jika terjadi bencana Tsunami lagi di masa depan. Mari berharap bahwa ruangan ini tidak akan pernah terpakai sebagai tempat perlindungan bencana.

Share

Frans FernandoFrans Fernando

Related Articles

10 Inspirasi OOTD ke Pantai Non Hijab, Tampil Modis & Nyaman!
Fashion Wanita
10 Inspirasi OOTD ke Pantai Non Hijab, Tampil Modis & Nyaman!
© 2009-2024, PT Tokopedia