Nakamate “Melukis Cita”: Satu Hari Menabur Inspirasi, Selamanya Menghidupkan Mimpi

0
175
https://www.tokopedia.com/blog/nakamate-melukis-cita

Menemukan sesuatu yang kita cintai merupakan sebuah keberuntungan bagi kita. Karena dengan begitu kita bisa mengubahnya menjadi mimpi di masa depan. Sayangnya, kondisi tersebut tidak bisa dirasakan oleh sebagian orang yang belum menemukan impiannya. Padahal memiliki tujuan hidup membantu kita untuk mengambil keputusan penting baik secara personal maupun profesional.

Bagi beberapa orang, memiliki harapan dan mimpi merupakan hal yang sulit. Mereka cenderung takut untuk bermimpi mengenai banyak hal yang mereka inginkan. Begitu pun kondisi yang ditemui oleh Dea ketika berjumpa dengan adik-adik binaanasuh ISCO Foundation yang tengah berkunjung ke Tokopedia Tower dalam volunteering program Nakamate.

Pada hari Sabtu tanggal 29 Juni 2019, CSR Tokopedia menyelenggarakan program Nakamate yang melibatkan Nakama (karyawan) Tokopedia dengan tema “Melukis Cita”. Pada kegiatan tersebut, Nakama bermain dan belajar bersama dengan adik-adik binaan dari ISCO Foundation dalam kelas profesi dan melatih siswa remaja dalam kelas kepercayaan diri. ISCO Foundation merupakan yayasan yang berfokus pada pengembangan anak dan remaja yang hidup pra-sejahtera melalui program edukasi dan pembinaan karakter.

ISCO Foundation berdiri sejak tahun 1999 dan kini sudah membina lebih dari 200 anak di 30 sanggar. Latar belakang anak yang menjadi binaan ISCO adalah anak usia 15-17 tahun yang tinggal di pemukiman padat dan kumuh. Pada kesempatan kali ini, adik-adik binaan ISCO Foundation diberikan gambaran mengenai profesi pada kehidupan sehari-hari. Profesi yang diperkenalkan pun tidak hanya mencakup profesi yang umum seperti dokter, tentara dan PNS, tetapi juga memperkenalkan profesi yang jarang didengar oleh anak seperti video dubber, fotografer dan bahkan seorang seniman.

Melukis Mimpi Menjadi Reporter

Dea sebagai salah satu Nakamate CSR Tokopedia, memiliki latar belakang sebagai seorang jurnalis. Ia pun menjadi salah satu Nakama yang bertanggung jawab terhadap kelas reporter, mengajarkan anak-anak bagaimana berprofesi sebagai seorang jurnalis. Pada mulanya, mereka sangat tertutup dan juga enggan untuk berbagi informasi mengenai diri mereka sendiri. Dea dan Nakamate lainnya membutuhkan waktu agar kelas yang mayoritas diisi oleh siswa SD dan SMP tersebut dapat berjalan dengan nyaman.

Seiring berjalannya waktu, akhirnya anak-anak mulai menunjukan antusiasmenya ketika Dea mulai menanyakan mereka mengenai kehidupan sehari-hari. Anak-anak mengatakan bahwa mereka sangat senang bersosialisasi dengan teman-teman lainnya di pos. Tidak diduga, anak-anak pun mulai mengekspresikan keinginannya dari yang sebelumnya terlihat cemas. Sedikit demi sedikit, Dea dan Nakamate di kelas reporter berhasil membuat anak-anak lebih percaya diri untuk menyuarakan cerita dan mimpi mereka.

Dea sedang mengajari anak-anak menjadi seorang jurnalis acara televisi.

Setelah bercerita, Dea mengajak anak-anak untuk bermain peran sebagai reporter. Bagi Dea, untuk menjadi seorang reporter diperlukan ketulusan hati agar dapat tersampaikan secar jelas dan objektif. Sebelum memulai bermain peran, Dea mencontohkannya terlebih dahulu untuk kemudian ditiru oleh anak-anak. Dea pun sangat bangga ketika anak-anak bisa dengan mudah membawakan berita mengenai hal-hal kecil yang terjadi di sekitar mereka.

Pada akhir sesi, anak-anak pun mampu mendeskripsikan kejadian di sekitarnya dan telah berani tampil bicara di depan kamera dengan percaya diri. Senyum kebahagiaan pun nampak pada wajah anak-anak ketika mereka mampu melakukannya. Melalui sesi bermain peran tersebut, Dea berharap anak-anak mampu menemukan ketertarikan dan sesuatu yang bisa mereka impikan kelak.

Akses Informasi yang Edukatif

Melalui interaksinya bersama anak-anak, Dea menemukan bahwa sebagian anak-anak ISCO kurang memiliki akses terhadap media televisi. Sekalipun ada, mereka terpapar tayangan televisi yang tidak sesuai dengan kategori usia mereka. Hampir setiap harinya, mereka menyaksikan adegan kekerasan, konflik, serta tayangan yang diperuntukkan bagi orang dewasa.

Televisi menjadi media massa yang paling populer dan memiliki kekuatan untuk mempengaruhi penontonnya secara signifikan. Walaupun televisi menyediakan konten yang menghibur, media ini juga tidak luput dari konten-konten yang mempertontonkan perilaku yang tidak elok dan edukatif. 

Keterbatasan terhadap informasi juga membuat anak-anak ini tidak memiliki sosok panutan yang dapat menjadi contoh baik bagi mereka. Padahal, sosok ini berperan signifikan dalam membentuk karakter, aspirasi, serta dorongan bagi anak-anak ini untuk berani memiliki mimpi yang besar. 

Dea merasa senang berkesempatan untuk menginspirasi anak-anak walau dalam waktu yang sangat singkat. Ia terus berharap agar bisa mendorong mereka untuk terus berkembang dan menemukan hal yang menjadi mimpi mereka.

Nakamate: Melukis Cita dengan ISCO Foundation.

Dari mengikuti kegiatan CSR Tokopedia ini pula, Dea merasa diingatkan untuk terus melakukan kebaikan terhadap banyak orang. Bukan hanya materi dan uang, Dea percaya bahwa anak-anak lebih membutuhkan sesuatu yang menginspirasi, seperti berbagi cerita mengenai profesi dan kehidupan. Oleh karena itu, hal tersebut dapat memupuk semangat dan motivasi agar dapat bebas bermimpi atas segala yang mereka ingin lakukan kelak. 

Penulis: Dea Andriani
Editor: Nadira Wandari dan Achmad Zaelani

Bagikan Artikel