• socmed Facebook icon
  • socmed Instagram icon
  • socmed Twitter icon
  • socmed Youtube icon
Tokopedia
Tokopedia Blog - Home
MORE STORIES

Organisasi Pergerakan Nasional Mulai dari Pelopor Hingga Penerusnya

15 July 2022

Share

Organisasi Pergerakan Nasional Mulai dari Pelopor Hingga Penerusnya

Organisasi pergerakan nasional adalah bentuk ketidakpuasan rakyat kepada pemerintah kolonial. Sangat berperan bagi kemerdekaan Indonesia!


Pergerakan Nasional merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut satu fase dalam sejarah Indonesia, yaitu masa perjuangan mencapai kemerdekaan pada kurun 1908-1945. Memasuki tahun 1908, merupakan tahun awal perjuangan yang dilakukan oleh rakyat dengan visi atau tujuan nasional.

Pada tahun tersebut, rakyat mulai melakukan pergerakan yang dilakukan untuk menentang kaum penjajah yang masih bersifat kedaerahan. Timbulnya kesadaran dengan cita-cita nasional disertai dengan lahirnya organisasi modern sejak 1908, menandakan lahirnya satu kebangkitan dengan semangat yang berbeda.

Pergerakan masa ini bertujuan untuk membendung hasrat kaum kolonial yang ingin menanamkan kembali kekuasaannya di Indonesia. Hadirnya Organisasi Pergerakan Nasional merupakan refleksi dari rasa ketidakpuasan dan ketidaksetujuan terhadap keadaan masyarakat yang sangat memprihatinkan. 

Baca Juga: 18 Pahlawan Nasional Indonesia Paling Dikenang Sepanjang Masa

Organisasi Pergerakan Nasional Indonesia

Mencapai kemerdekaan bersama sebagai bangsa, merupakan cita-cita nasional dari pergerakan ini. Berikut adalah Organisasi-Organisasi Pergerakan Nasional, dari mulai pelopor hingga penerusnya

1. Budi Utomo

organisasi pergerakan nasional

Sumber gambar: Kemendikbud

Berawal dari gerakan dr. Wahidin Soedirohoesodo yang melakukan perjalanan mengelilingi pulau Jawa untuk mensosialisasikan pentingnya pendidikan. Selain untuk membagikan ilmu, beliau juga membagikan dana pendidikan untuk orang yang kurang mampu.

Pada tahun 1907, dr. Wahidin bertemu dengan Soetomo, seorang mahasiswa STOVIA. Soetomo tertarik dengan gagasan dr. Wahidin Soedirohoesodo, lalu mendirikan organisasi Budi Utomo pada tanggal 20 Mei 1908.

Organisasi Pergerakan Nasional ini merupakan organisasi pertama yang didirikan oleh bangsa Indonesia dengan anggota mahasiswa STOVIA. Berdirinya organisasi Budi Utomo merupakan tonggak awal kebangkitan nasional, yang juga selalu dirayakan sebagai Hari Kebangkitan Nasional.

2. Sarekat Islam

organisasi pergerakan nasional

Sumber gambar: Tirto

Berawal dari organisasi Sarekat Dagang Islam (SDI) yang didirikan oleh Haji Samanhudi di Solo tahun 1911, organisasi ini memiliki tujuan untuk melindungi pengusaha lokal agar dapat bersaing dengan pengusaha non lokal yang memonopoli perdagangan batik.

SDI kemudian diubah menjadi Sarekat Islam (SI) pada tahun 1912 yang diketuai oleh H.O.S Tjokroaminoto.

Setelah berubah nama, jumlah anggota SI pun terus meningkat karena semua orang diperbolehkan ikut dalam organisasi ini selama memeluk agama Islam.

Pada tahun 1921, SI terpecah menjadi 2 kubu, yaitu SI Putih dan SI Merah karena adanya penyusupan paham sosialis-komunis. SI Putih berpusat di Yogyakarta dan SI Merah berpusat di Semarang dan berhaluan komunis.

3. Indische Partij

organisasi pergerakan nasional

Sumber gambar: Wikipedia

Organisasi Indische Partij berdiri di Bandung pada tanggal 25 Desember 1912. Tokoh yang mendirikan organisasi ini antara lain Dr. E.F.E. Douwes Dekker, R.M Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara), dan dr. Tjipto Mangoenkoesoemo. 

Ketiga tokoh yang dikenal dengan panggilan “Tiga Serangkai” tersebut, membangun Indische Partij untuk mengembangkan rasa nasionalisme, menciptakan persatuan antara orang Indonesia dan Bumiputera, juga mempersiapkan kehidupan rakyat yang merdeka.

Organisasi Pergerakan Nasional ini merupakan organisasi politik yang berani mengkritik pemerintah kolonial Belanda melalui tulisan R.M Suwardi Suryaningrat Als ik een Nederlander was (Seandainya aku seorang Belanda)”.

4. Perhimpunan Indonesia

organisasi pergerakan nasional

Sumber gambar: Tribunnews

Pada tahun 1908, Sutan Kasayangan dan R.M Noto Suroto mendirikan organisasi dengan nama Indische Vereeniging.

Kemudian pada tahun 1925, organisasi ini mengubah namanya menjadi Perhimpunan Indonesia untuk menunjukkan identitas diri bangsa dan negara.

Beberapa tokoh ternama pun ikut bergabung dalam organisasi Pergerakan Nasional ini, seperti Mohammad Hatta, dr. Tjipto Mangoenkoesoemo, dan R.M Suwardi Suryaningrat.

Organisasi ini memiliki azas perjuangan dengan kekuatan sendiri dan tidak meminta pada pemerintah Belanda.

Perhimpunan Indonesia juga memiliki majalah yang disebut sebagai Hindia Poetra yang kemudian diubah menjadi Indonesia Merdeka.

5. Indische Social Democratische Vereeniging (ISDV)

organisasi pergerakan nasional

Sumber gambar: Tribunnews

Sneevliet bersama rekan-rekan Partai Buruh Sosial Demokrat Belanda di Surabaya, mendirikan ISDV pada 9 Mei 1914. Organisasi ini menganut paham Marxisme yang kemudian berganti nama menjadi Partai Komunis Hindia pada 23 Mei 1920.

Organisasi Pergerakan Nasional ini kemudian diubah kembali menjadi Partai Komunis Indonesia (PKI) pada Desember 1920. PKI diketuai oleh Semaun, Darsono sebagai wakil, Bergsma sebagai sekretaris, juga tokoh seperti Alimin Prawirodirdjo dan Musso.

Tanggal 13 November 1926, PKI melakukan pemberontakan di Jawa dan Sumatera yang kemudian kalah oleh pemerintah kolonial Belanda. Dari aksi tersebut, PKI dianggap sebagai partai terlarang dan tokoh-tokohnya pun ditangkap juga diasingkan ke Tanah Merah dan Boven Digul.

Baca Juga: Biografi Singkat Presiden Soekarno dari Penjara Sukamiskin ke Istana Negara

6. Partai Nasional Indonesia (PNI)

organisasi pergerakan nasional

Sumber gambar: Liputan6

Pada tahun 1925, Ir. Soekarno menciptakan perkumpulan yang bernama Algemeene Studie Club. melalui perkumpulan ini, berdirilah partai politik baru dengan nama Partai Nasional Indonesia (PNI) pada 4 Juli 1927.

Selain Presiden pertama Indonesia, adapun tokoh ternama lain yang ikut tergabung dalam organisasi Pergerakan Nasional ini, seperti dr. Tjipto Mangoenkoesoemo, Ir. Anwari, Mr. Sartono, Mr. Iskaq Tjokrohadisurjo, Mr. Sunaryo, Mr. Budiarto, dan Dr. Samsi.

Organisasi Pergerakan Nasional ini bergerak dalam bidang politik, ekonomi, dan sosial. Anggota PNI semakin bertambah semenjak Kongres tahun 1928 di Surabaya sehingga pemerintah kolonial pun khawatir. 

Hingga pada 29 Desember 1929, empat tokoh PNI yaitu Ir. Soekarno, Gatot Mangkoerprodjo, Maskoen, dan Soepriadinata ditangkap dan dijatuhi hukuman oleh Pengadilan Bandung. Dalam proses persidangannya, Ir. Soekarno menyampaikan pembelaan berjudul “Indonesia Menggugat”.

7. Muhammadiyah

logo muhammadiyah

Sumber gambar: Suara Muhammadiyah

Lahirnya organisasi Muhammadiyah awalnya didasarkan pada saran dari murid-murid K.H. Ahmad Dahlan dan beberapa anggota Budi Utomo untuk mendirikan sebuah lembaga pendidikan permanen. Organisasi ini juga kemudian menjadi perintis atau pelopor pemurnian Islam di Indonesia.

K.H. Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah pada tanggal 18 November 1912 di Desa Kauman, Yogyakarta. Muhammadiyah dibentuk tepat setelah K.H. Ahmad Dahlan tiba dari Mekkah. Pada awalnya, K.H. Ahmad Dahlan membentuk Muhammadiyah dengan niat untuk memerangi praktik mistis dan juga kemiskinan masyarakat pribumi yang terjadi akibat penjajahan Belanda.

Selain berlandaskan agama, pendidikan juga turut menjadi fokus besar dalam operasi organisasi Muhammadiyah. Beberapa kegiatan yang dilakukan Muhammadiyah di awal masa berdirinya adalah seperti mendirikan lembaga-lembaga pendidikan, mengadakan rapat untuk membicarakan permasalahan Islam, mendirikan masjid, serta menerbitkan buku dan surat kabar.

8. Taman Siswa

para siswa siswi taman siswa

Sumber gambar: Matapadi

Organisasi pergerakan nasional berikutnya adalah Taman Siswa. Organisasi ini pertama kali didirikan pada tanggal 3 Juli 1922 oleh Ki Hajar Dewantara. Taman Siswa merupakan perwujudan gagasan yang dicetuskan oleh Ki Hajar Dewantara bersama dengan teman-temannya di paguyuban Sloso Kliwon.

Saat didirikan, Taman Siswa masih diberi nama National Onderwijs Institut Taman Siswa. Organisasi ini dibentuk sebagai aksi perlawanan terhadap sistem pendidikan diskriminatif dari pemerintah Hindia Belanda. Pada saat itu, Belanda menerapkan sistem pendidikan berdasarkan kelas sosial masyarakat, dan banyak penduduk pribumi yang tidak tersentuh pendidikan sama sekali karena sistem ini.

Dalam prosesnya, Taman Siswa mengajarkan kepada murid-muridnya tentang arti kemerdekaan bagi masyarakat Indonesia dan juga kemerdekaan untuk diri sendiri. Mereka juga diajarkan untuk tidak bergantung kepada orang lain dan berpegang teguh terhadap prinsip yang dipegang. Konsep-konsep ini sejalan dengan situasi Indonesia yang saat itu masih dikuasai oleh penjajahan Belanda.

9. Nahdlatul Ulama

logo nahdlatul ulama

Sumber gambar: Wikimedia

Dengan Indonesia sebagai salah satu negara dengan penduduk Muslim terbanyak di dunia, peran Nahdlatul Ulama sebagai salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia dapat ditelusuri sejak zaman sebelum kemerdekaan. Dengan munculnya berbagai perbedaan ideologi dan arah politik dalam agama di Indonesia, Nahdlatul Ulama hadir sebagai kaum tradisionalis yang menghadapi fenomena di dalam dan luar negeri, khususnya dalam dunia Islam.

Nahdlatul Ulama didirikan pada tanggal 31 Januari 1926 oleh para ulama tradisionalis yang mendapatkan bimbingan ideologis dari Ahlul sunnah wal jamaah, seperti K.H. Hasyim Asy’ari, K.H. Wahab Hasbullah, dan ulama lainnya. Dengan kekuasaan pemerintah Belanda yang cenderung menekan dan menghancurkan potensi Islam, Nahdlatul Ulama hadir untuk menjaga kemurnian dan keutuhan ajaran Islam serta mendorong kemerdekaan bangsa Indonesia.

Baca Juga: Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, Sejarah & Penjelasannya

Berawal dari perjuangan organisasi yang bersifat kedaerahan hingga akhirnya terwujud perjuangan melalui organisasi Pergerakan Nasional dengan cita-cita dan tekad yang kuat untuk kepentingan negara Indonesia.

Ingin tahu lebih lanjut dengan sejarah Indonesia? Dapatkan sesi belajar tambahan di portal e-Learning dan bimbel online terbaik dengan voucher belajar. Yuk, kunjungi Tokopedia sekarang juga dan penuhi seluruh kebutuhan belajarmu!

© 2009-2024, PT Tokopedia