Riset LPEM FEB UI: Tokopedia Percepat Pemerataan Ekonomi Digital di Indonesia

0
3139

Indonesia, 10 Oktober 2019 – Tokopedia, perusahaan teknologi Indonesia yang terus bertransformasi menjadi Super Ecosystem, selama lebih dari 10 tahun ini terus mengakselerasi pemerataan ekonomi secara digital di Indonesia. Dampak pemerataan ekonomi digital tersebut bahkan sudah bisa dirasakan langsung oleh masyarakat hampir di seluruh wilayah Tanah Air, mulai dari Aceh sampai Papua.

Riset yang dilakukan oleh Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) di 2019 membuktikan bahwa Tokopedia telah memberikan pengaruh besar untuk perekonomian Indonesia. Terutama melalui kolaborasi yang selama ini terjadi antara para penjual, pembeli dan para mitra bisnis Tokopedia. 

Hasil riset tersebut diumumkan dalam diskusi publik bertajuk ‘Dampak Tokopedia terhadap Perekonomian Indonesia’ pada Kamis (10/10/2019) di Djakarta Theater, yang dibuka oleh Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati dan turut diisi oleh sederet panelis, antara lain Ekonom Senior & Menteri Keuangan 2013-2014 RI, Chatib Basri, CEO & Co-Founder Tokopedia, William Tanuwijaya dan Wakil Direktur LPEM FEB UI, Kiki Verico.

Tokopedia Jadikan Harga 21% Lebih Murah dan Bantu Tingkatkan Penjualan 22%

Saat ini, sudah ada 90 juta pengguna aktif yang mengunjungi Tokopedia setiap bulannya, artinya 1 dari 3 masyarakat Indonesia sudah mengakses Tokopedia. Wakil Direktur LPEM FEB UI, Kiki Verico, menjelaskan, “Dari hasil riset kami, populasi pengguna Tokopedia menyatakan bahwa Tokopedia membuat harga 21% lebih murah. Tidak hanya itu, Tokopedia juga membuat 79% pembeli menjadi lebih paham tentang produk investasi digital.”

Kiki di sisi lain mengatakan bahwa populasi penjual di Tokopedia berkembang pesat. Pada 2018, tercatat sebanyak 5 juta pengguna yang berperan sebagai penjual. Kemudian pada 2019, populasi penjual naik menjadi 6,4 juta. Para penjual di Tokopedia sebesar 86,55% merupakan pedagang baru dan 94% termasuk dalam kategori ultra mikro (penjualan dengan omzet di bawah Rp100 juta per tahun).

“Dari sisi pemberdayaan ekonomi, Tokopedia juga terbukti mampu meningkatkan penjualan hingga 22%. Beberapa daerah di luar Jawa, kenaikannya bahkan sangat signifikan. Gorontalo misalnya mencapai 55,09%, Jambi 41,88%, Sulawesi Utara 36,67%, Kalimantan Timur 35,71%, Lampung 34,27%,” tambahnya.

Transaksi pun terjadi lintas wilayah Indonesia. Hampir 90% transaksi yang terjadi di kawasan Indonesia Timur, berasal dari Barat (56%) dan Tengah (33%). Sedangkan transaksi yang terjadi di Indonesia Tengah, berasal dari Barat (54%) dan Timur (11%). 

Riset LPEM FEB UI juga menyebutkan bahwa Tokopedia membuat para pengusaha mikro, kecil, dan menengah yang berada di daerah bisa membeli bahan baku produksi dengan harga lebih murah. Para ‘konsumen produktif’ itu sebagian besar berada di luar Pulau Jawa. Antara lain di Bengkulu (54,5%), Sulawesi Tenggara (53,85%), Gorontalo (46,15%), Nusa Tenggara Barat (46,15%), dan Maluku (45,45%).

Diprediksi Berkontribusi 1,5% Perekonomian Indonesia di 2019

Selama 2018 lalu, GMV Tokopedia telah berhasil menembus angka Rp73 triliun. Nilai ini diperkirakan naik menjadi Rp222 triliun pada 2019 atau setara dengan 1,5% perekonomian Indonesia. Untuk dampak langsung terhadap perekonomian Indonesia di tahun 2018, Tokopedia telah berkontribusi sebesar Rp58 triliun, yang diprediksi akan meningkat menjadi Rp170 triliun di 2019 menurut riset LPEM FEB UI. 

Kontribusi ekonomi langsung dari Tokopedia ini tidak hanya terjadi di pulau Jawa, namun juga turut berkontribusi besar dalam menggerakan perekonomian daerah, seperti halnya di Sulawesi Utara Rp160 miliar, Aceh Rp262 miliar, Kalimantan Timur Rp933 miliar, Sumatera Utara Rp2,79 triliun, dan Bali Rp822 miliar.

Selain dampak langsung terhadap perekonomian Indonesia, hasil riset dari LPEM FEB UI ini juga menemukan bahwa Tokopedia juga turut menambah total pendapatan rumah tangga sebesar Rp19,02 triliun, yang setara dengan peningkatan pendapatan sebesar Rp441 ribu untuk setiap angkatan kerja Indonesia.

2019, Penjual Aktif Tokopedia Bisa Ciptakan 1.136 Juta Lapangan Kerja Merata

Pengaruh Tokopedia terhadap perekonomian Indonesia tak lepas dari jumlah lapangan kerja yang berhasil diciptakan. Menurut riset LPEM FEB UI, selama 2018, Tokopedia telah berhasil menciptakan 857 ribu lapangan kerja baru, dari penjual aktif Tokopedia yang berada Aceh sampai Papua. Jumlah ini setara dengan 10,3% dari total lapangan pekerjaan baru untuk Indonesia pada tahun 2018. Sebanyak 309 ribu di antaranya bahkan menjadikan Tokopedia sebagai sumber penghasilan utama.

Persebaran lapangan kerja tersebut antara lain di DKI Jakarta (207.117 lapangan kerja), Jawa Barat (172.348 lapangan kerja), Jawa Timur (112.488 lapangan kerja), Sumatera Utara (21.746 lapangan kerja), Bali (25.699 lapangan kerja), Sulawesi Selatan (7.194 lapangan kerja), dan Nusa Tenggara Barat (3.001 lapangan kerja). Jumlah lapangan pekerjaan yang tercipta berkat kehadiran Tokopedia diprediksi akan meningkat jadi 1.136 juta pekerjaan pada 2019 ini.

Co-Founder dan CEO Tokopedia, William Tanuwijaya mengatakan, “Sejak awal Tokopedia berdiri, kami memang berkomitmen untuk dapat memudahkan masyarakat dalam memulai dan menciptakan lebih dengan pemanfaatan teknologi. Menginjak usia yang ke-10 ini, kami terus bertransformasi menjadi  sebuah Super Ecosystem, yang menjembatani semua pihak dalam misi sejalan untuk maju dan tumbuh bersama serta mengakselerasi pemerataan ekonomi digital di Indonesia.” 

“Indonesia, dengan lebih dari 17 ribu pulau, akan terus menjadi fokus utama dari Tokopedia. Bagi kami, Makassar lebih penting daripada Manila, Sukanagara lebih penting dibandingkan Singapura, maka Tokopedia sebagai perusahaan teknologi Indonesia akan terus berkomitmen menjadi lebih relevan dan bermanfaat untuk Indonesia,” tutup William.

Unduh booklet “Dampak Tokopedia Terhadap Perekonomian Indonesia” dalam format pdf pada link ini.
—-

Tentang Tokopedia

Tokopedia, perusahaan teknologi Indonesia, memiliki misi mencapai pemerataan ekonomi secara digital. Visi Tokopedia adalah membangun sebuah Super Ecosystem dimana siapa pun bisa memulai dan menemukan apa pun. Saat ini, Tokopedia memberdayakan jutaan penjual dan pengguna melalui marketplace dan produk digital, fintech dan pembayaran, logistik dan fulfillment, serta Mitra Tokopedia.

Kontak Media
Ekhel Chandra  | ekhel.liu@tokopedia.com
Antonia Adega  | antonia.adega@tokopedia.com 

***

LPEM FEB UI Research: Tokopedia Accelerates Democratization of Commerce in Indonesia through Technology

Indonesia, 10 October 2019 – Tokopedia, an Indonesian technology company that continues to transform into a Super Ecosystem, has been accelerating the democratization of commerce in Indonesia through technology for more than 10 years. This impact can even be felt directly by Indonesian society in almost all regions of the country, ranging from Aceh to Papua.

According to a 2019 research undertaken by the Institute for Economic and Social Research – Faculty of Economics and Business, University of Indonesia (LPEM FEB UI), Tokopedia has been proven to greatly influence Indonesian economy. This is primarily due to the collaborative effort happening between sellers, buyers and various strategic business partners of Tokopedia.

The research results were announced in a public discussion titled ‘Tokopedia’s impact on the Indonesian Economy’ on Thursday (10/10/2019) at Djakarta Theater, which was opened by the Minister of Finance of the Republic of Indonesia, Sri Mulyani Indrawati and was attended by a series of panelists, including Senior Economist & Former Minister of Finance 2013-2014 RI, Chatib Basri, CEO & Co-Founder of Tokopedia, William Tanuwijaya and Deputy Director of LPEM FEB UI, Kiki Verico.

Tokopedia Helps Decrease Prices by 21% and Increase Sales by 22%

At present, there are already 90 million active users visiting Tokopedia every month, meaning that 1 in 3 Indonesians have accessed Tokopedia. Vice Director of LPEM FEB UI, Kiki Verico, explained, “Based on our research results, users of Tokopedia states that Tokopedia makes prices 21% cheaper. Not only that, Tokopedia has also helped in increasing literacy in digital investment products.”

On the other hand, Kiki also stated the population of merchants on Tokopedia is growing rapidly. In 2018, there are as much as 5 million users who are sellers. Later in 2019, this number further increased to 6,4 million, in which 86,55% of Tokopedia’s merchants are first-time entrepreneurs and 94% of them are considered ultra-micro entrepreneurs (sales with turnover below Rp100 million per year).

“In terms of economic empowerment, Tokopedia is also proved to be able to increase sales by 22%. Even several regions outside Java island experience significant sales growth. Gorontalo, for example, has seen a surge up to 55,09%, Jambi by 41,88%, North Sulawesi by 36,67%, East Kalimantan by 35,71%, Lampung by 34,27%,” he added.

Intra-regional transactions also occur in many parts of Indonesia. Almost 90% of transactions that happen in eastern part of Indonesia originated from western regions (56%) and central regions (33%). Meanwhile, transactions that happen in the central part of Indonesia originated from western regions (54%) and eastern regions (11%).

LPEM FEB UI research also revealed that Tokopedia helps micro, small and medium entrepreneurs in the regions to buy raw materials for production at lower prices. These ‘productive consumers’ are mostly located outside of Java. Among others, in Bengkulu (54.5%), Southeast Sulawesi (53.85%), Gorontalo (46.15%), West Nusa Tenggara (46.15%), and Maluku (45.45%).

Predicted to Contribute 1.5% of Indonesian Economy in 2019

During 2018, Tokopedia’s Gross Merchandise Value (GMV) has successfully penetrated the Rp73 trillion figure. This value is estimated to rise up to Rp222 trillion in 2019, equivalent to 1.5% of the Indonesian economy. For a direct impact on the Indonesian economy in 2018, Tokopedia has contributed Rp58 trillion, which is predicted to increase to Rp170 trillion in 2019 according to LPEM FEB UI research.

This direct economic contribution from Tokopedia did not only occur in Java, but also contributed greatly in moving the regional economy, such as in North Sulawesi by Rp160 billion, Aceh by Rp262 billion, East Kalimantan by Rp933 billion, North Sumatra by Rp2.79 trillion and Bali by Rp822 billion.

In addition to the direct impact on the Indonesian economy, the results LPEM FEB UI’s research also revealed that Tokopedia also contributed to a total household income of Rp19.02 trillion, which is equivalent to an increase in income of Rp.444 thousand for each Indonesian workforce.

Tokopedia’s Active Sellers Can Create 1,136 Million of Employment Evenly in 2019

Tokopedia’s influence on the Indonesian economy cannot be separated from the number of jobs created. According to LPEM FEB UI research, during 2018, Tokopedia has succeeded in creating 857 thousand new jobs, from Tokopedia active sellers residing from Aceh to Papua. This amount is equivalent to 10.3% of total new jobs for Indonesia in 2018. A total of 309 thousand of these sellers even make Tokopedia as the main source of income.

The distribution of employment includes Jakarta (207,117 jobs), West Java (172,348 jobs), East Java (112,488 jobs), North Sumatra (21,746 jobs), Bali (25,699 jobs), South Sulawesi (7,194 jobs) employment), and West Nusa Tenggara (3,001 employment). The number of jobs created as a result of Tokopedia’s presence is predicted to increase to 1,136 million jobs in 2019.

Co-Founder and CEO of Tokopedia, William Tanuwijaya said, “Since Tokopedia’s establishment, we have been committed to making it easier for Indonesians to start and create more through technology. As we enter our 10th year, we have been continuing to transform into a Super Ecosystem, bridging all partners with the same mission forward and grow together and accelerate the democratization of commerce in Indonesia through technology.”

“As country with more than 17 thousand islands, Indonesia will continue to be the main focus of Tokopedia. For us, Makassar is more important than Manila, Sukanagara is more important than Singapore, therefore, Tokopedia as an Indonesian technology company will continue to be committed to becoming more relevant and beneficial for Indonesia,” concluded William.

Read the ‘Tokopedia’s impact on the Indonesian Economy’ booklet in pdf format here.

***

About Tokopedia 

Tokopedia, as an Indonesian technology company, has a mission to democratize commerce through technology. Tokopedia’s vision is to build a Super Ecosystem where anyone can start and discover anything. To this day, Tokopedia has empowered millions of merchants and users across the marketplace and digital goods, financial technology and payment, logistics and fulfillment, including Mitra Tokopedia.

Kontak Media
Ekhel Chandra | ekhel.liu@tokopedia.com
Antonia Adega | antonia.adega@tokopedia.com



Bagikan Artikel