Gelar Kompetisi DevCamp 2019, Tokopedia Bantu Tingkatkan Kualitas SDM IT Indonesia

0
524
Gelar Kompetisi DevCamp 2019, Tokopedia Bantu Tingkatkan Kualitas SDM IT Indonesia

Jakarta, 2 September 2019 – Tokopedia, perusahaan teknologi Indonesia yang terus bertransformasi menjadi Super Ecosystem, mengumumkan pemenang kompetisi hackathon DevCamp 2019 pada hari Sabtu (31/08/2019). Acara ini merupakan puncak dari  rangkaian pelatihan intensif di bidang backend & mobile serta kompetisi hackathon, yang digelar selama enam hari berturut-turut. Kompetisi ini diikuti oleh puluhan mahasiswa tingkat akhir di puluhan universitas tanah air, yang memiliki ketertarikan dalam bidang teknologi dan telah melalui tahap seleksi. 

Kompetisi DevCamp 2019 digelar Tokopedia untuk mendukung misi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia (Kemendikbud) dalam mendorong minat mahasiswa di bidang Science, Technology, Engineering, Mathematics (STEM). Meningkatnya minat generasi muda terhadap bidang teknologi diharapkan berbanding lurus dengan meningkatnya jumlah developer handal demi menghadirkan beragam inovasi digital yang dapat mempermudah kehidupan sehari-hari masyarakat, terutama dalam berkontribusi terhadap perekonomian digital negara. 

Aswin Tanu Utomo, VP of Engineering, Tokopedia, mengungkapkan, “Tokopedia sebagai perusahaan teknologi Indonesia percaya bahwa talenta merupakan investasi terbesar dalam mengakselerasi terwujudnya misi besar untuk Indonesia, yaitu pemerataan ekonomi secara digital.  Lewat DevCamp 2019, kami berharap bisa mendorong lahirnya lebih banyak talenta berbakat khususnya developer yang nantinya juga punya kesempatan berkarya untuk Indonesia lewat Tokopedia,” ujar Aswin.

Tahun ini, pemenang pertama kompetisi hackathon DevCamp 2019 adalah sebuah grup, yang terdiri dari Dion Saputra (Institut Teknologi Bandung), Ridwan Afwan Karim Fauzi (Universitas Gadjah Mada), dan Azzam Jihad Ulhaq (Institut Teknologi Sepuluh Nopember). Mereka menciptakan produk bernama Artpedia yang berfungsi mempertemukan seniman dengan para kolektor karya seni, misal lukisan. Dalam pengaplikasiannya, Artpedia didukung oleh teknologi Augmented Reality (AR), dimana pengguna dapat melihat langsung karya seni dengan mengarahkan kamera ke lokasi yang mereka inginkan. Inovasi ini memberikan pengalaman interaktif dan imersif kepada pengguna ketika menggunakan aplikasi tersebut. 

Peserta yang mengikuti kompetisi DevCamp 2019 telah melalui rangkaian seleksi yang ketat, dimulai dari seleksi berkas hingga wawancara dengan tim juri dari Tokopedia. Setelah lolos tahap seleksi berkas, peserta diwajibkan mengikuti psikotes dan tes coding. Proses terakhir yang dilewati peserta adalah wawancara dengan divisi HRD dan Technology Tokopedia. 

Di tahun keduanya, kompetisi DevCamp 2019 berhasil menarik lebih dari 1.600 pendaftar dari para mahasiswa yang memiliki minat dalam bidang teknologi yang telah diseleksi secara ketat hingga tersisa sebanyak 39 peserta. Selama enam hari masa pelatihan dan kompetisi, peserta dibagi ke dalam 13 grup beranggotakan tiga orang yang dimentori oleh 13 Engineering Manager dari Tokopedia. 

Di empat hari pertama, peserta dihadapkan oleh pelatihan yang meliputi Tokopedia Basic Training dan Intensive Tech Training. Seluruh grup kemudian diuji untuk menghadirkan inovasi digital — yang dapat mempermudah masyarakat Indonesia dalam kehidupan sehari-hari melalui pemanfaatan teknologi digital — lewat sesi hackathon dalam waktu kurang lebih 20 jam. Pada hari terakhir, grup mempresentasikan produk yang telah mereka buat di hadapan para juri dari tim Technology, Business dan Product Tokopedia. 

“Pada saat sesi hackathon, produk yang dihasilkan setiap grup dinilai berdasarkan beberapa poin, yakni inovasi teknologi yang dihadirkan dan kegunaan produk, pengaplikasiannya ke dalam bisnis dan desain, serta kualitas produk secara keseluruhan. Melalui poin-poin penilaian tersebut, kami ingin mengasah kemampuan teknis serta kreativitas mereka dalam menghadirkan sebuah produk yang mudah digunakan dan memberikan nilai tambah kepada pengguna,” jelas Aswin. 

Aswin juga mengatakan bahwa selain dapat meningkatkan kemampuan teknis, kompetisi hackathon DevCamp 2019 juga bisa menjadi wadah untuk mengasah cara berpikir peserta dalam memecahkan masalah. “Salah satu dari tiga DNA Tokopedia adalah Focus on Consumer, dimana kami terus memberikan solusi yang mempermudah para pengguna. Semangat inilah yang ingin dikedepankan Tokopedia melalui kompetisi DevCamp 2019 agar peserta mengimplementasikan cara berpikir yang logis sehingga dapat memberikan solusi yang tepat bagi masyarakat secara umum,” tutup Aswin. 

Kompetisi DevCamp 2019 merupakan ajang kompetisi tahunan yang digelar Tokopedia sejak tahun 2018. Sama seperti tahun sebelumnya, peserta yang mengikuti kompetisi DevCamp akan diberikan kesempatan untuk menjalankan program magang selama tiga bulan yang dimentori langsung oleh Head of Engineering, Tokopedia. Selain itu, para pemenang akan menerima total hadiah uang tunai sebesar Rp 69 juta, sekaligus mendapat kesempatan besar untuk bergabung menjadi salah satu Nakama (red: panggilan untuk karyawan) di Tokopedia setelah lulus nanti.

Tentang Tokopedia
Tokopedia, perusahaan teknologi Indonesia, memiliki misi mencapai pemerataan ekonomi secara digital. Visi Tokopedia adalah membangun sebuah Super Ecosystem dimana siapa pun bisa memulai dan menemukan apa pun. Saat ini, Tokopedia memberdayakan jutaan penjual dan pengguna melalui marketplace dan produk digital, fintech dan pembayaran, logistik dan fulfillment, serta Mitra Tokopedia.

Kontak Media

Antonia Adega | antonia.adega@tokopedia.com

Afdhal Aulia | afdhal.aulia@tokopedia.com 

Tokopedia Helps to Develop IT Resources in Indonesia through DevCamp 2019

Jakarta, 2 September 2019 – Tokopedia, an Indonesian technology company that is transforming into a Super Ecosystem, announced the winners of hackathon competition in DevCamp 2019 on Saturday (31/08/2019). The announcement wrapped up the six-day backend and mobile intensive training and hackathon competition. This event is participated by final-year tech-savvy university students, after going through a tight selection process.

DevCamp 2019 held by Tokopedia aims to support the initiative from the Ministry of Education and Culture Indonesia (Kemendikbud) to motivate students on developing their interest in Science, Technology, Engineering, Mathematics (STEM) subjects. With the increasing number of young generations that pursue their passion for technology, it is hoped that the event can be in line with the increasing number of qualified local developers that can build more digital innovations for the community, especially when they can contribute to the digital economic growth. 

Aswin Tanu Utomo, VP of Engineering, Tokopedia, says, “Tokopedia, as an Indonesian technology company, believes that people are the biggest investment to accelerate the implementation of Tokopedia’s mission for Indonesia, which is to democratize commerce through technology. Through DevCamp 2019, we are hoping to discover more talented IT resources–especially developers, and provide a place for them to make an impactful contribution toward Indonesia in Tokopedia.” 

This year, the first winner of the hackathon competition on DevCamp 2019 is crowned to a group, consists of Dion Saputra (Institut Teknologi Bandung), Ridwan Afwan Karim Fauzi (Universitas Gadjah Mada), dan Azzam Jihad Ulhaq (Institut Teknologi Sepuluh Nopember). They create a product dubbed Artpedia, which allows the platform to connect artists and collectors to discover new artwork collection, for instance, a painting. To apply it, Artpedia is supported by an Augmented Reality (AR) technology, where users can look at the final result of the artwork by pointing their camera onto their desired location. This innovation provides an interactive and immersive user experience when using the application.

Participants of DevCamp 2019 have gone through a thorough selection process, from CV screening to user interview. Once they passed the screening process, they will be invited to join the mandatory psychological and coding tests. Lastly, they will be invited to an interview with the HR and Technology departments of Tokopedia.  

In its second year, DevCamp 2019 attracts more than 1,600 tech-savvy students to register, where they followed by the tight selection process afterward, until there are only 39 final participants left. During six days of training and hackathon competition, participants are divided into 13 groups of three persons and will be mentored by 13 Engineering Managers from Tokopedia. 

In the first four days, participants are mandatory to attend a set of training, comprised of Tokopedia Basic Training and Intensive Tech Training. Then, all groups will compete on a hackathon where they will be asked to present a new digital innovation in less than 20 hours, which is required to be useful for the Indonesian community to help them on their daily activity through the utilization of technology. On the last day, all groups will present products that they have created in front of the panel of judges, which comprised of Technology, Business and Product experts of Tokopedia.

“In hackathon competition, the products that each group has created will be judged on several points, namely the technology innovation, product usefulness, applicability to Tokopedia, design and the overall quality of the products. By using those scoring points, we aim to hone their technical skills and their creativity to come up with a product that is easy to use and has added value for the users,” explains Aswin.

Aswin also says that besides technical skills development, hackathon competition on DevCamp 2019 also aims to become the vessel for participants to sharpen their logic and critical thinking to solve a problem. “One of the three DNA of Tokopedia is Focus on Consumer, where we keep on providing a solution to provide ease to all users. This is what Tokopedia wants to bring to the table on this year’s DevCamp 2019, and we hope that all participants can exercise their logical thinking to give the right solution for the public in general,” says Aswin.

DevCamp 2019 is an annual training and competition held by Tokopedia since 2018. Same as last year, participants who join DevCamp will be given the chance to come on-board with Tokopedia in a three-month internship program and will be directly mentored by the Head of Engineering, Tokopedia. Besides that, the winners of the competition will also receive a total of IDR 69 million in cash as well as a higher chance to become one of the Nakama (ed: what we called our employee) in Tokopedia after graduated.

About Tokopedia 

Tokopedia, as an Indonesian technology company, has a mission to democratize commerce through technology. Tokopedia’s vision is to build a Super Ecosystem where anyone can start and discover anything. To this day, Tokopedia has empowered millions of merchants and users across the marketplace and digital goods, financial technology and payment, logistics and fulfillment, including Mitra Tokopedia.

Kontak Media

Antonia Adega | antonia.adega@tokopedia.com

Afdhal Aulia | afdhal.aulia@tokopedia.com 


Bagikan Artikel