11 Sakit Kepala yang Sering Terjadi, Ini Jenis dan Penyebabnya

0
383
sakit kepala
Sumber Gambar: Insider

Sakit kepala tak hanya ganggu keseharian, tapi bisa jadi tanda penyakit tertentu. Kenali jenis dan penyebabnya yang sering terjadi.


Sakit kepala adalah keluhan umum yang mungkin dialami setiap individu. Beberapa orang akan mengalami sakit kepala dari waktu ke waktu.

Terkadang, penderita menganggap bahwa rasa sakit pada kepala diakibatkan oleh hal yang sama. Padahal, ada banyak jenis sakit kepala dengan penyebab yang berbeda-beda pula.

Secara garis besar, jenis sakit kepala dibedakan menjadi sakit kepala primer dan sakit kepala sekunder. Sakit kepala primer adalah jenis sakit kepala yang memang menjadi jenis penyakit.

Sementara, sakit kepala sekunder merupakan gejala dari penyakit atau kondisi medis lain yang menyerang tubuh kamu. Dengan kata lain sebagai indikasi adanya gangguan kesehatan.

Baca Juga: Obat Kolesterol yang Efektif dan Mudah Didapat di Apotek

Penyebab Sakit Kepala dan Jenisnya

Baca ulasan di bawah ini untuk mengetahui cara mengidentifikasi jenis sakit kepala yang mungkin kamu alami dan penyebabnya:

Sakit Kepala Primer

Sakit kepala primer adalah sakit kepala yang tidak disebabkan oleh kondisi lain. Dengan kata lain, sakit kepala yang kamu alami tidak dipicu oleh sesuatu yang sedang dihadapi tubuh kamu, seperti penyakit atau alergi.

Sakit kepala primer itu sendiri memiliki beberapa jenis, yaitu:

1. Migrain

Jika kamu merasakan sakit yang berdenyut-denyut hanya di satu sisi kepala, kemungkinan besar kamu mengalami migrain.

Gejala migrain biasanya ditandai dengan mual, muntah, dan peningkatan kepekaan terhadap cahaya, suara, dan bau. Dalam beberapa kasus, migrain juga dapat disertai dengan gangguan penglihatan berupa kilatan cahaya, titik-titik cahaya, atau perubahan lain pada pandangan mata.

Penyebab utama migrain adalah gangguan saraf turunan yang bisa membuat seseorang lebih sensitif terhadap rangsangan pemicu migrain. Penyebab lainnya, seperti stres, kurang tidur, dan sering melewatkan jam makan.

2. Sakit Kepala Tegang (Tension Headache)

Sakit kepala tegang merupakan jenis sakit kepala yang biasa dialami sehari-hari. Kamu akan merasakan sakit yang tumpul dan konstan yang dirasakan di kedua sisi kepala.

Jika kamu mengalami sakit kepala tegang, kamu mungkin merasakan sensasi nyeri di seluruh kepala tapi tidak berdenyut. Nyeri atau sensitif di sekitar leher, dahi, kulit kepala, atau otot bahu juga kerap terjadi.

Pemicunya bisa karena stres, cemas, menatap layar komputer terlalu lama, postur tubuh yang kurang baik, serta konsumsi kafein secara berlebihan.

3. Sakit Kepala Cluster

Sakit kepala cluster adalah jenis yang biasa disebut sakit kepala sebelah. Pasalnya, sakit kepala ini menyebabkan rasa sakit di salah satu sisi kepala saja.

Sakit kepala cluster ditandai dengan rasa terbakar yang parah dan nyeri menusuk. Sakit kepala ini terjadi di sekitar atau di belakang satu mata atau di satu sisi wajah. Terkadang pembengkakan, kemerahan, dan berkeringat bisa terjadi di sisi yang terkena sakit kepala. 

Sakit kepala ini terjadi secara berurutan. Setiap sakit kepala dapat berlangsung dari 15 menit hingga tiga jam. Kebanyakan orang mengalami satu hingga empat sakit kepala dalam sehari.

4. Sakit Kepala saat Beraktivitas

Sakit kepala saat beraktivitas disebabkan oleh latihan fisik yang berat dan dapat dipicu oleh kegiatan berlari, melompat, angkat beban, hubungan seksual, dan serangan batuk dan bersin.

Sakit kepala ini biasanya berlangsung sangat singkat tetapi terkadang bisa bertahan hingga 2 hari. Gejalanya adalah nyeri berdenyut yang dirasakan di seluruh kepala dan lebih sering terjadi pada mereka yang memiliki riwayat keluarga migrain.

Jika kamu mengalami sakit kepala cluster untuk pertama kalinya, kamu perlu menemui dokter karena bisa jadi itu pertanda sesuatu yang serius.

5. Sakit kepala Hypnic

Sakit kepala hypnic atau hipnik adalah kondisi langka yang biasanya dimulai untuk pertama kalinya pada usia 50-an, tetapi dapat juga dimulai lebih cepat. Sakit kepala ini dikenal sebagai sakit kepala “jam alarm” karena dapat membangunkan kamu dari tidur di tengah malam.

Sakit kepala hipnik terdiri dari nyeri berdenyut ringan hingga sedang yang biasanya dirasakan di kedua sisi kepala. Ini bisa berlangsung hingga 3 jam, dan gejala lainnya termasuk mual dan kepekaan terhadap cahaya dan suara.

Sayangnya, hingga saat ini penyebab dan pemicu sakit kepala hipnik belum diketahui.

bantal pijat
Tidur lebih nyaman dan rileks dengan bantal pijat berkualitas di sini!

Baca Juga: Macam-macam Hobi: Hasilkan Uang hingga Hilangkan Stres

Sakit Kepala Sekunder

Jenis sakit kepala sekunder biasanya terjadi akibat adanya kondisi kesehatan lain di dalam tubuh yang memicu sakit di area kepala.

6. Sakit Kepala karena Konsumsi Obat-obatan (Rebound Headache)

Sakit kepala akibat penggunaan obat-obatan atau yang biasa disebut sakit kepala rebound adalah jenis sakit kepala sekunder yang paling umum.

Sakit kepala ini ditandai dengan sakit kepala yang sering atau setiap hari dengan gejala yang mirip dengan sakit kepala tegang atau migrain.

Sakit kepala rebound lebih mungkin terjadi setiap mengonsumsi obat seperti asetaminofen, ibuprofen, aspirin, dan naproxen lebih dari 15 hari dalam sebulan. Satu-satunya pengobatan untuk sakit kepala rebound adalah dengan menghentikan pengobatan yang kamu gunakan.

7. Sakit Kepala karena Mata Lelah

Mata lelah ternyata juga bisa membuat kepalamu sakit. Sebab saraf otak yang ikut mengontrol saraf mata juga bekerja dengan keras.

Beberapa aktivitas yang membuat mata lelah hingga menyebabkan sakit kepala adalah menonton TV dan menatap layar komputer terlalu lama, hingga membaca dalam kondisi gelap.

Untuk mengurangi gejalanya, disarankan agar mata sering diistirahatkan. Caranya dengan memejamkan mata selama 15 menit atau melihat benda yang jaraknya lebih dari 6 meter selama 10-15 menit.

8. Sakit Kepala Sinus

Sakit kepala sinus disebabkan oleh pembengkakan pada sinus yang biasanya disebabkan oleh infeksi atau alergi.

Gejalanya terdiri dari nyeri tumpul dan berdenyut di sekitar mata, pipi, dan dahi. Nyeri terkadang bisa menyebar ke gigi dan rahang.

Sakit kepala ini biasanya disertai dengan keluarnya cairan hidung berwarna hijau atau kuning yang kental. Gejala lain mungkin termasuk hidung tersumbat, demam, mual, dan sensitivitas cahaya atau suara.

9. Sakit Kepala karena Kafein

Konsumsi kafein yang berlebihan, lebih dari 400 miligram (mg) atau sekitar 4 cangkir kopi terkadang dapat menyebabkan sakit kepala.

Gejala sakit kepala ini ditandai dengan kelelahan, kesulitan berkonsentrasi, suasana hati yang buruk atau mudah tersinggung, dan mual.

Efek kafein bervariasi bagi setiap orang, tetapi mengurangi asupan dapat menurunkan risiko sakit kepala. Membatasi konsumsi kafein terkadang dianjurkan untuk orang yang mengalami migrain kronis.

10. Sakit Kepala Hormonal

Sakit kepala hormonal pada wanita terjadi akibat perubahan kadar hormon estrogen pada waktu tertentu. Fluktuasi kadar estrogen dapat memicu sakit kepala karena estrogen mengendalikan zat kimia di otak yang memengaruhi rasa sakit.

Sakit kepala terkait hormon bisa disebabkan oleh turunnya kadar estrogen karena menstruasi, kontrasepsi oral, menopause, dan kehamilan.

Gejalanya mirip dengan migrain tanpa aura tetapi bisa bertahan lebih lama dan dapat membuat badan terasa lebih lemah.

11. Sakit Kepala karena Minuman Beralkohol

Mengonsumsi terlalu banyak alkohol dapat menyebabkan sakit kepala berdenyut keesokan harinya atau bahkan di kemudian hari.

Sakit kepala seperti migrain ini biasanya dirasakan di kedua sisi kepala. Seseorang yang mengalami sakit kepala akibat terlalu banyak minum alkohol  juga mungkin mengalami mual dan kepekaan terhadap cahaya.

Untuk meredakan gejala, kamu bisa minum banyak air dan makan makanan manis. Obat penghilang rasa sakit yang dijual bebas juga dapat membantu mengurangi atau menghentikan sakit kepala.

Baca Juga: Cara Mengatasi Stres dan Depresi secara Jitu dalam Waktu Singkat

Nah, itulah beberapa jenis sakit kepala yang sering terjadi berikut dengan penyebabnya. 

Selain istirahat yang cukup, gejala sakit kepala juga bisa diringankan dengan mengonsumsi obat-obatan. Tentunya, dengan berkonsultasi dulu dengan dokter ya, Toppers.

Yuk, mulai sadari kondisi kesehatan dan mulai hidup lebih sehat bersama Tokopedia!

jual aromaterapi
Temukan produk-produk aromatherapy pilihan dan rasakan manfaatnya bagi tubuh!

Penulis: Naura Az-Zahra