• socmed Facebook icon
  • socmed Instagram icon
  • socmed Twitter icon
  • socmed Youtube icon
Tokopedia
Tokopedia Blog - Home
MORE STORIES

Tips Aman Berolahraga Ke Gym Saat Hamil

Share

Tips Aman Berolahraga Ke Gym Saat Hamil

Kehamilan bukan alasan untuk berhenti ke gym, apalagi bila sebelumnya Anda rajin berolahraga. Yang perlu diubah hanyalah rutinitasnya saja.


Kalau Anda adalah tipe wanita aktif yang gemar berolahraga, bukan berarti harus berhenti olahraga ketika hamil. Menurut NHS (National Health Service, layanan kesehatan terkemuka di Britania Raya), ibu hamil dapat tetap mempertahankan aktivitas fisik atau olahraga normal harian Anda (seperti lari, yoga, gym, menari, atau bahkan berjalan kaki ke toko) selama Anda merasa nyaman.

NHS juga menjelaskan di situs resminya, www.nhs.uk, bahwa semakin Anda aktif dan bugar selama kehamilan, maka semakin mudah bagi Anda untuk beradaptasi dengan perubahan bentuk serta kenaikan berat badan Anda.

Ini juga akan membantu Anda menghadapi persalinan dan kembali ke bentuk semula setelah kelahiran. Terlebih lagi, olahraga membuat endorfin Anda (bahan kimia ‘bahagia’ alami di tubuh) mengalir, kata pelatih prenatal Erinn Mikeska, pemilik Delivering Fitness, di Dallas, Amerika Serikat. Itu merupakan manfaat yang sangat penting, terutama karena ada berbagai gangguan mood selama kehamilan.

Berdasarkan penjelasan pakar dan NHS tersebut, olahraga tidak berbahaya bagi Anda dan janin. Asalkan dilakukan sesuai dengan anjuran dokter dan memenuhi beberapa persyaratannya.

Karena itu, jika sebelum hamil, Anda rutin pergi ke gym, Anda bisa tetap menjalankannya selama kehamilan. Namun, selain mengikuti saran dokter, Anda perlu melakukannya sesuai panduan aman berolahraga ke gym. Apa saja panduannya? Ini dia penjelasannya.

Baca juga: 7 Cara Alami Mengatasi Mual dan Pusing Berlebihan Saat HamiL

1. Temukan Zona Nyaman Anda

Meski Anda selalu rutin pergi berolahraga di gym sebelum hamil, tetap ada beberapa penyesuaian kebiasaan yang perlu Anda lakukan ketika mengandung. Menurut personal trainer berpengalaman di Inggris, Phil Curtis, Anda mungkin merasa lebih lelah saat hamil dibanding sebelumnya.

Jadi, biarkan diri Anda beristirahat lebih lama dan berikan waktu istirahat yang lebih banyak juga. Sesuaikan saja dengan kenyamanan Anda.

Jangan memaksakan diri untuk berolahraga ketika tubuh telah ‘mengirimkan’ sinyal lelah pada Anda dan butuh istirahat. Phil menambahkan, pastikan instruktur atau pelatih gym Anda tahu bahwa Anda sedang hamil.

2. Konsultasikan Dengan Instruktur

Jika Anda tidak yakin bagaimana menyesuaikan aktivitas olahraga Anda selama hamil, konsultasikan pada instruktur prenatal atau bergabung dengan kelas kehamilan.

Sebagian besar pusat kebugaran juga menawarkan panduan kegiatan setiap 6 minggu ke depan atau lebih, ini merupakan cara yang bagus untuk melihat kegiatan gym yang akan Anda pilih dan tepat untuk ibu hamil.

3. Pilih Latihan Yang Ideal Untuk Ibu Hamil

Para ahli setuju bahwa jika Anda sudah melakukan jenis latihan gym, tidak ada salahnya meneruskannya (meskipun dengan perubahan) selama kehamilan.

Tetapi, jika Anda ingin mengambil latihan yang baru dan berbeda dari sebelumnya, mintalah saran dari instruktur serta lakukanlah dengan hati-hati. Phil memberi contoh gerakan yang tidak baik untuk ibu hamil, yaitu sit-up dan crunch yang titik kegiatannya berfokus pada area perut dan memberi tekanan pada tulang belakang Anda.

4. Perhatikan Berat Badan dan Keseimbangan Badan

Dua perubahan yang pasti akan dialami ibu hamil adalah keseimbangan dan berat badan. Karena itu, Anda sebaiknya mempertimbangkan gerakan-gerakan yang menjaga tubuh tetap stabil.

Selain itu, menurut Phil, selama kehamilan terdapat hormon relaksin yang membantu mempersiapkan tubuh untuk melalui persalinan. Namun, disisi lain, relaksin juga melunakkan persendian Anda. “Jadi, berhati-hatilah dengan gerakan seperti lunges yang menekan sendi pinggul Anda,” ucap Phil.

5. Perpanjang Waktu Pemanasan dan Pendinginan Tubuh

Melakukan pendinginan setelah olahraga merupakan hal yang sangat dianjurkan oleh para ahli kesehatan. Pendinginan berguna mencegah resiko cedera pada otot-otot tubuh. Namun tidak hanya itu.

Phil menganjurkan, lakukan waktu pendinginan sama seperti waktu pemanasan, yaitu masing-masing sekitar 10 menit. Pasalnya, menurut Phil, dengan segala perubahan tubuh selama kehamilan, Anda perlu waktu lebih lama untuk bersiap-siap untuk pemanasan dan pendinginan tubuh.

6. Dengarkan Tubuh Anda

Mayo Clinic dalam situs resminya menjelaskan, sama pentingnya dengan berolahraga, penting juga untuk memperhatikan tanda-tanda dari tubuh, terutama sinyal yang menjadi penanda bahwa telah terjadi masalah.

Berhentilah berolahraga dan hubungi dokter Anda jika terjadi Pendarahan vagina, Pusing, Sakit kepala,Napas tersengal-sengal yang semakin terasa sebelum Anda mulai berolahraga sakit pada bagian dada Tanda-tanda peringatan lain yang harus diperhatikan termasuk Kontraksi menyakitkan yang terus berlanjut bahkan setelah Anda beristirahat Cairan bocor atau tak terkendali keluar dari vagina Anda Nyeri betis atau bengkak Kelemahan otot yang memengaruhi keseimbangan.

Baca juga: Penyebab Sakit Pinggang Saat Hamil dan Cara Mengatasinya

Itu dia, Toppers beberapa tips aman berolahraga ke GYM saat hamil. Selalu perhatikan kondisi bayi dalam janin, serta patuhi saran dokter untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. Tidak lupa, beristirahat yang cukup dan makan makanan yang bernutrisi agar janin bisa berkembang dengan baik.

banner tokopedia parents
Cek Tokopedia Parents dan dapatkan semua solusi untuk kebutuhan keluarga-mu

Share

TokopediaTokopedia

Related Articles

Cara Ajarkan Pentingnya Tata Krama Pada Anak, Wajib Tahu!
Kids and Parenting
Cara Ajarkan Pentingnya Tata Krama Pada Anak, Wajib Tahu!
© 2009-2024, PT Tokopedia