Buku Perbatasan

Buku Perbatasan

Mengembangkan Wilayah Perbatasan Dengan Empati

  • kemarin dulu
  • -
  • 1 Toko Fisik
  • September 2015

Mensosialisasikan permasalahan dan pembangunan wilayah perbatasan lewat publikasi buku, kajian, penelitian secara off dan online

  • Kecepatan Toko
  • reputation
    Reputasi
  • 84
    Produk Terjual
  • 5
    Followers
Catatan
Etalase

Kendala Dalam Penegasan Perbatasan

Selama ini yang dianggap jadi kendala  adalah adanya keterbatasan sinergitas antara instansi penegasan batas itu sendiri  yang pada intinya bersumber pada lemahnya koordinasi, yang pada dasarnya mencerminkan lemahnya kemampuan manajemen di masing-masing stake holder yang mengawaki permasalahan ini. Meskipun sudah ada BNPP dan besarnya dinamika yang tumbuh dalam pengelolaan pemerintahan di negara kita, untuk mentrasfer berbagai kewenangan yang ada dipemerintahan pusat ke dearah, dan meski sudah ada UU No.32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan daerah yang telah memberikan otonomi atau kewenangan yang lebih besar kepada daerah.  Tetapi kenyataannya malah sebaliknya jajaran Kementerian dari para stake holder penegasan batas meski sudah melakukan penyesuasian, tetapi pada persoalan intinya masih tetap dengan pola lama.

            Akibatnya adalah tidak adanya suatu program kerja penegasan batas yang bersinergi secara nasional yang bisa dihasilkan oleh para stake holder penegasan  batas yang selama ini telah melakukan pekerjaan itu sampai 30 tahun lebih. Nyatanya negara kita belum punya Grand Design tentang penyelesaian Penegasan  Batas Negara kita secara keseluruhan. Tidak adanyanya grand design penyelesaian Penegasan  Batas, maka secara tidak langsung hal seperti itu memperlihatkan tidak adanya program kerja yang jelas terkait penyelesaian Penegasan  Batas ini. Padahal salah satu ancaman yang paling realistik yang dikemukakan Kementerian Pertahanan adalah prihal konflik yang diakibatkan persoalan penegasan  batas yang tidak jelas atau belum selesai. Kenyataan seperti ini sesungguhnya sudah dipahami  sejak lama.

Ada hal menarik dalam konstek penegasan  batas ini, meski perubahan politik sudah ada dan UUnya juga sudah dibuat, tetapi  dinamika perubahan itu tidak pernah menyentuh K/L yang menangani penegasan  batasnya, anehnya meski Tupoksinya sudah ada perubahan tetapi yang menangani Penegasan  Batas tetap seperti semula dengan dukungan anggaran yang ”tidak jelas”. Hal seperti ini bisa dilihat mulai sejak awal dari perubahan organisasi Pankorwilhan ke Dewan Kelautan Indonesia pada tahun 90 an, yang berubah hanya sebatas induk organisasinya saja, sementara sub-sub organisasinya tetap berjalan, dan bahkan tetap meneruskan kebijakan yang ada. Hal seperti itu terjadi juga dengan BNPP. Ada kesan perubahan dilakukan bukan karena kebutuhan, tetapi mereka yang melakukan perubahan itu sendiri terkesan lebih mementingkan kepentingan sektoral  terkait Tagas Batas itu sendiri. 

            Selama ini K/L yang jadi penyelenggara penegasan  batas adalah Bakosurtanal  (BIG), Ditjen PUM Kemdagri, Kemenhan, Kemenlu, Kemmen Hub,Pemda Terkait daerah Batas, Direktorat Topografi AD, DishidrosAl, Ditwilhan Kemhan, Lapan; BPN, Kehutanan, KemmenPU, Kementerian Daerah Tertinggal dll sesuai dinamika. Sebenarnya di K/L itulah para anggota survei dan pemetaan bekerja secara formal, tetapi lalu menyatu dalam Pokja-Pokja Penegasan  Batas. Selama ini Pokja Penegasan  Batas itu merupakan kepanitiaan, maka pergantian personil dari K/L Survei dan pemetaan tersebut akan sangat mempengaruhi kinerja Pokja Penegasan  Batas, terlebih lagi kalau yang dikirimkan itu sama sekali awam dengan perbatasan. Selama ini yang terjadi ya hal-hal seperti itu. Yang membuat kita prihatin, hal seperti itu masih terjadi meski sudah UU No 43 Tahun 2011 dan sudah ada BNPP tahun 2012.

03 October 2015, 00:22 WIB

gimmick-talkTips Belanja Online Aman:

Gunakan fasilitas escrow / rekening bersama gratis dari Tokopedia. Modus penipuan umumnya terjadi dengan cara mengiming-imingi transaksi di luar situs, dengan cara transfer dana langsung ke nomor rekening bukan milik PT. Tokopedia.