Download Tokopedia App
Tentang TokopediaMitra TokopediaMulai Berjualan PromoTokopedia Care
tokopedia-logo
Kategori
Filter
Spesifikasi
Deskripsi
Keterangan Obat
Simpton
Tekanan darah tinggi, hipertensi, edema, kadar aldosteron berlebih
Kandungan / Komposisi
Tiap tablet mengandung Spironolakton 25 mg
Kontraindikasi / Jangan digunakan oleh
Gagal ginjal berat, hiperkalemia, pemakaian bersama kalium atau terapi diuretika hemat kalium.
Cara Pemakaian
Sebaiknya diberikan setelah makan
Indikasi / Kegunaan
Spironolakton digunakan untuk mengobati penyakit jantung, tekanan darah tinggi, penurunan kalium dalam darah (hipokalemia). Spironolakton juga dapat digunakan untuk retensi cairan (penumpukan cairan) pada pasien gagal jantung kongestif, sirosis hati, atau gangguan ginjal. Pada pasien dengan hormon aldosterone melebihi normal, dapat diobati pula dengan spironolakton.
Manufaktur
Fahrenheit Pratapa Nirmala
Kemasan
1 tablet
Efek Samping
Spironolakton memiliki efek samping seperti mual muntah, diare, payudara membesar, pusing, sakit kepala, impotensi dan kram kaki, ngantuk, gangguang saluran pencernaan, ataksia.
Perhatian Khusus
Wanita hamil, wanita menyusui, gangguan fungsi ginjal, fungsi hati, diabetes mellitus, asidosis.
Cara Penyimpanan
Simpan pada tempat sejuk dan kering, serta terlindung dari cahaya
Perlu Resep
Ya
Golongan
Obat Keras
Dosis
1) Edema, permulaan 100 mg/hari, dapat dinaikan menjadi 400 mg/hari 2) Sirosis hati dengan asites dan edema, tergantung rasio Na/K, jika >1, permulaan 100 mg/hari; jika <1, permulaan 200-400 mg/hari 3) Diagnosis kelebihan aldosteron, pada tes panjang, 400 mg/hari selama 3-4 minggu. Tes singkat : 400 mg/hari selama 4 hari. 4) Sebelum operasi untuk pengaturan kelebihan aldosteron, 100-400 mg/hari. Pemeliharaan jangka panjang tanpa operasi : dosis efektif terendah. 5) Hipertensi, untuk terapi tunggal, permulaan 50-100 mg dalam 1-2 dosis bagi dapat disesuaikan setelah 2 minggu. 6) CHF berat, ermulaan 25 mg 1xsehari hingga maksimal 50 mg/hari. Dapat diturunkan menjadi 25 mg setiap harinya apabila dosis 25 mg tidak bisa ditoleransi. 7) Hipokalemia karena diuretik, 25-100 mg/hari.
Interaksi Obat
1) Spironolakton meningkatkan risiko hiperkalemia dengan adanya diuretik mengandung kalium, suplemen kalium, obat antihipertensi golongan ACEI dan ARB, trilostane, heparin, LMWH. 2) Spironolakton meningkatkan risiko kerusakan ginjal dengan adanya siklosporin, NSAID. 3) Spironolakton meningkatkan risiko toksisitas litium. 4) Spironolakton menurunkan penyembuhan luka pada obat carbenoxolone. 5) Spironolakton meningkatkan jumlah digoxin bila digunakan bersamaan. 6) Spironolakton menurunkan respon vaskular dari norepinefrin. 7) Penggunaan bersama dengan colestiramin dapan menyebabkan hiperkalemia dan metabolisme asam. 8) Penggunaan dengan barbiturat dan narkotika meningkatkan potensi hipotensi ortostatik. 9) Spironolaton dapat meningkatkan hipekalemia secara poten dan fatal dengan adanya eplerenone.
Diuretik yang sering digunakan untuk mengatasi hipertensi, gagal jantung kongestif serta keadaan lainnya yang menyebabkan tubuh menahan cairan sehingga menyebabkan edema.
  • Keamanan

Ikuti Kami

icon-facebookicon-twittericon-pinteresticon-instagram
© 2009 - 2020, PT. Tokopedia.