Download Tokopedia App
Tentang TokopediaMitra TokopediaMulai Berjualan PromoTokopedia Care
tokopedia-logo
Kategori
Filter
Spesifikasi
Deskripsi
Keterangan Obat
Manufaktur
Novartis Indonesia
Kemasan
1 kapsul
Cara Penyimpanan
Simpan pada tempat sejuk dan kering, serta terlindung dari cahaya
Perlu Resep
Ya
Golongan
Obat Keras
Indikasi / Kegunaan
Digunakan pada pasien yang baru menjalani transplantasi organ solid, transplantasi sumsum tulang, uveitis endogen, untuk mencapai remisi awal atau untuk mencegah serangan inflamasi okular diberikan tambahan terapi kortikosteroid sistemik prednisolon, psoriasis, reumatoid artritis, dan sindrom nefrotik.
Efek Samping
Hipertensi, hepatotoksik, gemetaran, kelumpuhan, hipertrikosis (pertumbuhan rambut berlebihan), wajah bengkak, jerawat, hipertrofi gingiva (pembesaran gusi), hiperkalemia, retensi cairan, resiko terinfeksi meningkat, gangguan pencernaan, kerusakan ginjal, kejang-kejang.
Simpton
Pencegahan penolakan transplantasi organ, rheumatoid arthritis, psoriasis (gangguan kulit)
Kontraindikasi / Jangan digunakan oleh
Hipersensitif terhadap ciclosporin, menderita tumor neoplasma (tumor jinak), menderita hipertensi yang tidak terkontrol, menderita psoriasis, sedang menyusui
Cara Pemakaian
Dapat diminum sebelum atau sesudah makan, telan utuh
Kandungan / Komposisi
Tiap kapsul mengandung ciclosporin 100 mg
Dosis
1) Sebagai penekan sistem imun pada transplantasi organ: dosis awal 10-15 mg/kg/hari, dimulai dalam waktu 4-12 jam sebelum operasi dan dilanjutkan sampai 1-2 minggu. Dosis pemeliaraan: 2-6 mg/kg/hari. 2) Terapi Psoriasis; atopic dermatitis parah: 2.5 mg/kg/hari. Maksimal: 5 mg/kg/hari. 3) Terapi Rheumatoid Arthritis (peradangan pada sendi): 2.5 mg/kg/hari selama 6-8 minggu. Dosis maksimal: 4 mg/kg/hari. 4) Terapi Sindrom nefrotik (ginjal bocor): 5 mg/kg/hari.
Perhatian Khusus
Konsultasikan dengan dokter apabila ibu hamil akan menggunakan obat ini, ibu menyusui jangan menggunakan obat ini
Interaksi Obat
1) Diltiazem, Doxycicline, Erithromycin, Ketokonazole, Methylprednisolon, Nicardipine, Verapamil, Oral Kontrasepsi dapat meningkatkan kadar ciclosporin dalam darah. 2) Obat-obat yang dapat menurunkan kadar Ciclosporin dalam darah adalah carbamazepine, isoniazid, phenobarbitone, phenytoin, rifampicin. 3) Meningkatkan resiko kejang jika ciclosporin digunakan bersamaan dengan obat metilprednisolon dosis tinggi. Interaksi yang fatal: Ciclosporin dengan aminoglikosida, amfotericin B, ciprofloxacin, colchicine, melphalan, Co-trimoxazole dan NSAID akan menyebabkan efek kerusakan ginjal.
Digunakan pada pasien yang baru menjalani transplantasi organ solid, transplantasi sumsum tulang, uveitis endogen, untuk mencapai remisi awal atau untuk mencegah serangan inflamasi okular diberikan tambahan terapi kortikosteroid sistemik prednisolon, psoriasis, reumatoid artritis, dan sindrom nefrotik.
  • Tokopedia

  • Tentang Tokopedia
  • Karir
  • Blog
  • Bridestory
  • Keamanan

Ikuti Kami

icon-facebookicon-twittericon-pinteresticon-instagram
© 2009 - 2021, PT. Tokopedia.