Download Tokopedia App
Tentang TokopediaMitra TokopediaMulai Berjualan PromoTokopedia Care
tokopedia-logo
Kategori
Share
Banner Image
Banner Image
Banner Image
Banner Image
Banner Image
Banner Image
Banner Image
Banner Image
Banner Image

Keringanan Membayar Fidyah Bagi Umat Muslim di Bulan Ramadhan

Karena merupakan bagian dari lima rukun islam,hukum berpuasa adalah suatu kewajiban layaknya sholat lima waktu. Tentunya untuk umat muslim yang sudah baligh. Dan dikerjakan langsung untuk mereka yang tidak udzur, seperti sedang sakit, atau safar. Sementara, untuk sebagian orang yang tidak sanggup berpuasa akibat berbagai hal seperti sedang sakit, dan kondisi tersebut hilang setelah bulan ramadhan usai, maka diwajibkan untuk menjalani puasanya dengan cara qadha. Yaitu mengganti puasanya di bulan-bulan selanjutnya, tergantung seberapa banyak ia tidak berpuasa selama bulan Ramadhan. Tetapi, situasi akan berbeda bila seorang kaum muslimin benar-benar sudah tidak mampu berpuasa baik pada ramadhan, maupun menggantinya dengan cara qadha. Seperti misalnya mereka yang sakit keras, sedang hamil, menyusui anak, hingga orang tua yang sangat renta. Maka, Allah memberikan keringanan untuk mereka, dengan memberi makan orang miskin sebagai cara untuk mengganti puasanya. Keringanan ini disebut dengan fidyah, yang dijelaskan dalam firman Allah SWT Al Qur’an surah Al Baqarah ayat 184. Yang memiliki arti: “Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin.” Sehingga, hal ini menunjukan bahwa Allah SWT maha adil dan maha penyayang untuk setiap hamba-Nya. Sehingga, mereka yang kondisi atau situasinya sedang tidak memungkinkan untuk menjalani ibadah puasa, tetap bisa beribadah dan menghasilkan amalan baik. Bagi anda yang ingin membayar fidyah, anda bisa memberikannya dengan cara praktis dan mudah. Melalui program Tokopedia Salam Bayar Hutang Puasa / Bayar Fidyah Online untuk Bantu Dhuafa Terdampak COVID-19. Sehingga, anda tetap bisa melancarkan ibadah dan juga berbuat baik kepada sesama di tengah pandemi virus Corona ini.

Orang-Orang yang Wajib Membayar Fidyah

Terkadang tidak setiap orang bisa menjalani ibadah puasa sebagaimana mestinya di bulan ramadhan. Atas beberapa situasi dan kondisi sehingga wajib bagi golongan ini untuk mengganti puasanya di lain waktu atau membayar keringanan fidyah atau memberi makan anak yatim atau orang miskin. Tetapi, sebenarnya siapa saja orang-orang yang diwajibkan dan diperbolehkan untuk membayar fidyah? Berikut ini adalah beberapa golongan yang berhak melaksanakan keringanan ini. Yang pertama adalah orang yang tengah sakit parah dan diperkirakan tidak dapat sembuh baik setelah Ramadhan usai, dan seterusnya. Sehingga, golongan orang-orang yang tengah sakit ini wajib dan diperbolehkan membayar fidyah. Karena tidak mungkin bagi orang sakit keras untuk mengganti puasanya dengan cara Qadha di lain waktu. Selanjutnya, ada golongan para lanjut usia atau orang tua yang sudah sangat renta. Seperti mereka yang sudah terlalu lemah, mudah sakit, hingga pikun diperbolehkan untuk tidak berpuasa dan wajib membayar fidyah. Selain itu, golongan orang tua juga tidak wajib mengganti puasa dengan cara qadha, karena ditakutkan malah jatuh sakit. Dan yang terakhir, ada golongan ibu hamil dan golongan ibu menyusui. Tetapi, ada beberapa hal yang masih menjadi perdebatan. Apakah ibu hamil dan ibu menyusui harus mengganti puasanya juga dengan cara qadha, atau cukup membayar fidyah saja di bulan Ramadhan. Jika mengacu pada dalil akan berpuasa dan keringanan fidyah yaitu Surat Al Baqarah ayat 184, ibu hamil sebenarnya masuk ke dalam golongan orang sakit. Sebagaimana dijelaskan pula pada hadis nabi SAW: “Sesungguhnya Allah memberikan keringanan bagi orang musafir berpuasa dan shalat, dan bagi wanita hamil dan menyusui berpuasa.” (HR. Ahmad). Sehingga, ketika sudah sanggup kembali, seorang ibu hamil atau menyusui harus mengganti puasanya dengan cara qadha. Untuk anda yang ingin membayarkan fidyah dengan cara lebih praktis. Karena anda bisa bayar fidyah online di situs jual beli terlengkap Tokopedia

Bayar Fidyah Sesuai Syariat Melalui Tokopedia

Keutamaan dalam pembayaran fidyah adalah mengganti satu hari puasa yang ditinggalkan dengan memberi makan kepada satu orang miskin. Sementara, untuk bisa melakukannya, terdapat dua cara. Yang pertama adalah memasak atau membuat makanan, lalu dilanjutkan dengan mengundang kaum dhuafa sebanyak hari puasa yang tidak dijalani oleh seseorang. Seperti contohnya mengundang 30 orang kaum dhuafa untuk diberikan makan di rumah, ketika seseorang  kondisi tubuhnya tidak memungkinkan untuk berpuasa. Hal ini dilakukan oleh sahabat Rasulullah SAW yaitu Anas bin Malik, ketika beliau tidak sanggup untuk berpuasa karena sudah menginjak usia renta. Dan cara yang kedua, adalah memberikan makanan yang belum dimasak (bahan makanan) kepada para kaum dhuafa. Seperti lauk pauk, bahan makanan pokok seperti beras, ubi, kentang, sayuran, hingga buah-buahan. Tetapi, sangat diutamakan untuk memberikan bahan makanan yang bisa dijadikan sebagai lauk, seperti telur atau daging. Pemberian ini bisa dilakukan secara sekaligus, seperti misalnya hutang seseorang mencapai 20 hari, sehingga bisa dibayarkan untuk 20 orang dalam satu kali pembayaran. Bisa juga dilakukan dengan cara diberikan kepada satu orang miskin selama 20 hari berturut-turut. Keutamaan membayarkan fidyah puasa Ramadhan adalah menggunakan makanan pokok yang sesuai dengan daerah dan para masyarakat yang menghuni daerah tersebut. Tetapi, pembayaran fidyah menggunakan uang juga bisa dilakukan, asalkan sesuai dengan takaran yang berlaku. Yaitu 1,5 Kg makanan pokok per hari dikonversi menjadi rupiah. Bagi anda yang ingin membayarkan fidyah dan membutuhkan wadah terpercaya, anda bisa memanfaatkan program Bayar Fidyah Online untuk Bantu Dhuafa Terdampak COVID-19 dari Tokopedia Salam. Selain membayar hutang puasa sebagai kewajiban ibadah, anda juga bisa berbagi kepada mereka yang kurang beruntung saat ini

Waktu dan Takaran yang Tepat Dalam Pembayaran Fidyah

Mengingat fidyah adalah keringan untuk mereka yang tidak bisa berpuasa di bulan ramadhan. Seringkali muncul pertanyaan akan kapan waktu yang tepat untuk pembayarannya. Untuk waktu pembayarannya sendiri, fidyah bisa dibayarkan sesuai dengan hari yang sama ketika puasa ditinggalkan. Atau, jika memang situasi tidak memungkinkan untuk tidak berpuasa sebulan penuh. Anda juga bisa melaksanakan pembayaran Fidyah di hari terakhir bulan Ramadhan. Perlu diketahui juga bahwa fidyah tidak boleh dilaksanakan pembayarannya sebelum kehadiran bulan Ramadhan. Atau sesudah bulan suci ramadhan usai dan berlanjut ke bulan Syawal. Untuk takaran atau ukuran, hal ini juga harus diperhatikan dengan seksama. Ulama seperti Imam As-Syaf’I, Imam An-Nawawi, dan Imam Malik menetapkan bahwa ukuran fidyah yang sesuai untuk dibayarkan kepada satu orang fakir miskin adalah 1 mud gandum. Mud dimaksudkan sebagai telapak tangan yang ditengadahkan ke atas untuk menampung makanan, layaknya orang sedang berdoa. Sehingga, mud menunjukan sebuah volume, bukan ukuran berat. Hal ini mengacu pada  kitab Al-Fiqhul Islami Wa Adillatuhu yang menyebutkan bahwa 1 mud setara dengan 675 gram atau 0,688 liter bahan makanan seperti beras atau gandum. Sehingga, bila seseorang tidak berpuasa selama 10 hari (sebagai contoh) Maka beliau harus membayar dalam jumlah 10 mud. Satu hari 1 mud, sehingga puasa 10 hari sama dengan membayarkan 10x675 gram bahan makanan atau biaya makan satu hari. Untuk menjamin kewajiban terpenuhi, anda juga bisa menjalani pembayaran fidyah lebih praktis. Tentunya melalui Bayar Fidyah Online lewat Tokopedia Salam, yang sesuai dengan syariat Islam dan juga terpercaya

Top
  • Keamanan

Ikuti Kami

icon-facebookicon-twittericon-pinteresticon-instagram
© 2009 - 2020, PT. Tokopedia.Server process time: 0.040 sec