Dua Buku Sufisme & Perawan Suci Rabi'ah al-Adawiyah [Paket Isi 2 Buku]
1/
Judul: Sufisme Rabi’ah al-Adawiyah: Biografi, Perjalanan Ruhani, dan Pesona Cintanya
Pengarang: Yanuar Arifin
Penerbit: DIVA Press
ISBN: 978-623-189-892-0
Tebal: 174 hlm.
Jenis Cover: Soft Cover
Bahasa: Indonesia
Tahun: 2026 (Juni)
Ukuran: 14x20 (cm)
2/
Judul: Perawan Suci Rabi’ah Adawiyah (Sebuah Biografi Perjalanan Spiritual)
Pengarang: A.J. Siraj dan A.H. Mahmoud
Penerjemah: Muhammad Thabrani dan Muhammad Halabi Hamdy
Penerbit: DIVA Press
Tebal: 364 hlm.
Jenis Cover: Soft Cover
Bahasa: Indonesia
Tahun: 2025 (Maret)
Ukuran: 14x20 (cm)
SINOPSIS Sufisme Rabi'ah al-Adawiyah
Rabi’ah al-Adawiyah tidak hanya dikenal sebagai seorang sufi perempuan yang zuhud dan shalih, tetapi juga sebagai tokoh yang memberi warna baru dalam sejarah tasawuf Islam. Salah satu ajarannya yang paling berpengaruh adalah mahabbah, yaitu cinta yang murni kepada Tuhan tanpa mengharap balasan surga ataupun takut kepada neraka.
Ajaran mahabbah inilah yang kemudian menjadikan nama Rabi’ah dikenang sepanjang zaman. Namun, buku ini tidak hanya membahas konsep cinta ilahi yang menjadi ciri khas pemikirannya, melainkan juga mengulas perjalanan hidup Rabi’ah al-Adawiyah sejak masa kecilnya di Basrah, kehidupan asketisnya, kepribadiannya yang mengagumkan, serta pengaruhnya terhadap perkembangan sufisme setelahnya.
Selain mahabbah atau “tasawuf cinta”, buku ini juga membahas pemikiran dan teladan Rabi’ah tentang zuhud, ikhlas, niat, ibadah yang tulus, kebebasan spiritual, akhlak, syair-syair sufistik, hubungan hamba dengan Tuhan, nasihat-nasihat hikmah, serta warisan spiritualnya yang terus menginspirasi para pencari Tuhan hingga hari ini.
*
SINOPSIS Perawan Suci Rabi'ah Adawiyah
“Wahai Tuhanku, jika aku menyembah-Mu karena takut dari siksa neraka-Mu, maka bakarlah diriku dengan api itu. Dan, jika menyembah-Mu karena mengharapkan masuk ke surga-Mu, maka haramkanlah surga itu dari diriku. Namun, jika aku menyembah-Mu karena cinta kepada-Mu, maka berikanlah balasan-Mu yang besar itu kepadaku. Izinkan aku menyaksikan wajah-Mu Yang Agung dan Mulia.” (Rabi’ah Adawiyah)
Cinta kepada Allah adalah puncak dari jenjang-jenjang (terminal-terminal) sufisme. Cinta kepada Allah adalah derajat yang tertinggi. Oleh karenanya, Rabi’ah al-Adawiyah tidak gentar lagi kepada siksa neraka! Sebab, siksa yang lebih besar baginya adalah jarak yang jauh dari Allah. Sebaliknya, dekat dengan Allah baginya itu lebih lezat dan manis daripada surga yang penuh kenikmatan.
Sesudah pencapaian cinta kepada Allah, tidak ada lagi jenjang, kecuali hanya sebagai salah satu buah (hasil) dari berbagai buahnya, serta hanya merupakan pelengkap, seperti asy-syauq (kerinduan kepada Allah) al-uns (hiburan jiwa), ar-ridha (keridhaan Allah), dan lain-lain.
Di dalam buku ini, Rabi’ah al-Adawiyah mengajarkan kepada kita bahwa kehidupan adalah cinta, cinta kepada seluruh manusia, cinta kepada alam dan segala isinya, serta cinta kepada qadha dan qadar karena itu adalah urusan Allah, Sang Kekasih Yang Maha Mulia.