tokopedia-logo
Travel
Jakarta-Manado

Tiket Pesawat Citilink Indonesia Jakarta - Manado

Asal
Swap locations
Tujuan
Berangkat
Pulang
08 Dec 2021
Jumlah Penumpang
1 dewasa
Kelas Penerbangan
Ekonomi
INDONESIA
PLM
Palembang - Sultan Mahmud Badaruddin II (PLM)
PNK
Pontianak - Supadio (PNK)
SRG
Semarang - Achmad Yani (SRG)
UPG
Makassar - Sultan Hasanuddin (UPG)
PDG
Padang - Minangkabau (PDG)
SOC
Solo - Adisumarmo (SOC)
PGK
Pangkal Pinang - Depati Amir (PGK)
DPS
Denpasar - Ngurah Rai (DPS)
CGK
Jakarta - Soekarno Hatta (CGK)
SUB
Surabaya - Juanda (SUB)
PKU
Pekanbaru - Sultan Syarif Kasim II (PKU)
KNO
Medan - Kualanamu (KNO)
JOG
Yogyakarta - Adisutjipto (JOG)
MALAYSIA
KUL
Kuala Lumpur - Kuala Lumpur (KUL)
SINGAPORE
SIN
Singapore - Changi (SIN)
INDONESIA
PLM
Palembang - Sultan Mahmud Badaruddin II (PLM)
PNK
Pontianak - Supadio (PNK)
SRG
Semarang - Achmad Yani (SRG)
UPG
Makassar - Sultan Hasanuddin (UPG)
PDG
Padang - Minangkabau (PDG)
SOC
Solo - Adisumarmo (SOC)
PGK
Pangkal Pinang - Depati Amir (PGK)
DPS
Denpasar - Ngurah Rai (DPS)
CGK
Jakarta - Soekarno Hatta (CGK)
SUB
Surabaya - Juanda (SUB)
PKU
Pekanbaru - Sultan Syarif Kasim II (PKU)
KNO
Medan - Kualanamu (KNO)
JOG
Yogyakarta - Adisutjipto (JOG)
MALAYSIA
KUL
Kuala Lumpur - Kuala Lumpur (KUL)
SINGAPORE
SIN
Singapore - Changi (SIN)
Number of adult passengers
Dewasa
Usia 12 tahun ke atas
Number of child passengers
Anak
Usia 2 - 12 tahun
Number of infant passengers
Bayi
Usia di bawah 2 tahun
Ekonomi
Bisnis
Utama

Bandara di Jakarta

Bandara Soekarno Hatta (CGK)
Bandar Udara Halim Perdana Kusuma (HLP)
Bandara Pondok Cabe (PCB)

Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta terletak di Tangerang, Banten dan Cengkareng, Jakarta. Bandara ini pertama kali beroperasi pada tanggal 1 Mei 1985, menggantikan Bandar
Udara Kemayoran di Jakarta Pusat yang sudah ditutup di tahun yang sama. Bandara ini diberi
nama sesuai dengan nama presiden dan wakil presiden pertama di Indonesia, yaitu Soekarno
dan Mohammad Hatta. Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta memiliki luas 18 km persegi
dengan 2 landasan paralel yang dipisahkan oleh 2 taxiway sepanjang 2,4 km. Pada tahun 2011,
bandara ini menduduki posisi ke-12 bandara dengan penumpang terbanyak di dunia, dengan
perkiraan mampu menampung 19 juta hingga 25 juta penumpang per tahun.

Hingga saat ini, di Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta terdapat tiga terminal bandara
beroperasi dan satu terminal yang sedang dibangun:

  1. Terminal 1
    Terletak di sisi selatan bandara, terminal ini mengoperasikan penerbangan rute
    domestik selain maskapai Garuda Indonesia. Gerbang di Terminal 1 memiliki awalan
    huruf abjad A, B, dan C.
  2. Terminal 2
    Terminal 2 Bandara Internasional Soekarno Hatta dibuka pada tahun 1992 dan terletak
    di sisi utara bandara. Terminal ini melayani penerbangan rute internasional dan
    domestik.
  3. Terminal 3
    Terminal 3 atau T3 resmi beroperasi pada tahun 2011. Terminal ini mengoperasikan
    penerbangan domestik khusus maskapai Garuda Indonesia, dan penerbangan
    internasional oleh berbagai maskapai seperti Saudi Arabian Airlines dan Korean Air.
  4. Terminal 4
    Dikarenakan semakin meningkatnya jumlah penumpang, Terminal 4 rencananya akan
    dibangun pada tahun 2020 dan berlokasi di sisi utara Bandara Internasional Soekarno
    Hatta.
Bandara Soekarno Hatta (CGK)
Selengkapnya

Bandar Udara Halim Perdanakusuma merupakan sebuah bandara yang dikelola oleh PT
Angkasa Pura II dan terletak di Kecamatan Makasar, Jakarta, Indonesia. Bandara ini juga
beroperasi sebagai markas besar Komando Operasi Angkatan Udara I (Koops AU I) TNI-AU.
Awalnya, bandara ini diberi nama Vliegveld Tjililitan atau Lapangan Terbang Cililitan ketika
pertama kali dibuka pada tahun 1925. Lapangan Terbang Cililitan menjadi lapangan terbang
pertama di Hindia Belanda yang melayani penerbangan internasional. Setelah Belanda
menyerahkan kepemilikan landasan udara ini ke pemerintah Indonesia sepenuhnya pada
tanggal 20 Juni 1950, AURI pun segera mengambil alih dan menjadikannya pangkalan udara
militer. Namanya pun diganti sesuai dengan nama pahlawan nasional, Abdul Halim
Perdanakusuma, pada hari kemerdekaan Indonesia yang ketujuh.

Sebelum tahun 2014, bandara ini hanya melayani penerbangan VVIP dan charter flight, setelah
kemudian bandara ini dialihfungsikan menjadi bandara komersial akibat penuhnya penerbangan
di Bandara Internasional Soekarno Hatta. Bandara ini memiliki landasan pacu sepanjang 3
kilometer, dengan luas tanah mencapai 170 hektar dan luas terminal sekitar 19 kilometer
persegi. Diperkirakan Bandara Halim Perdanakusuma dapat menampung sebanyak 15 ribu
penumpang setiap harinya. Fasilitas yang dimiliki oleh bandara ini pun cukup lengkap, seperti e-
kiosk, konter check in, musholla, ruang tunggu, ATM center, dan toilet. Adapun maskapai
penerbangan yang beroperasi di Bandara Halim Perdanakusuma adalah Citilink, Batik Air,
Wings Air, Susi Air, TransNusa, dan Pelita Air.

Bandara Halim Perdanakusuma
Selengkapnya

Bandara Pondok Cabe (PCB) yang terletak di kawasan Pondok Cabe Udik, Pamulang,
Tangerang Selatan, Banten ini dulunya merupakan pangkalan militer di era Perang Pasifik.
Pada tahun 1942, saat pasukan Sekutu ABDA (America, British, Dutch, Australia menduduki
Indonesia, bandara ini dibangun untuk menghalau invasi pasukan Jepang ke Jawa sebagai
bentuk pertahanan militer. 32 pesawat tempur disiapkan di bandara ini. Pondok Cabe dianggap
sebagai lokasi yang tepat sebagai tempat perlindungan karena masih rimbunnya lingkungan
sekitar saat itu. Bandara Pondok Cabe menerima 25 unit Hawker Hurricane RAF, diikuti dengan
Skuadron 36, Skuadron 100 RAF, pesawat Vickers Vildebeest dan bomber torpedo Fairey
Albacore.


Pembangunan dilanjutkan pada tahun 1972 oleh Pertamina sebagai tempat bersarangnya
pesawat-pesawat milik Divisi Penerbangan Pertamina, yang merupakan cikal bakal PT PAS.
Pesawat-pesawat milik PT PAS ini digunakan untuk mendukung program transmigrasi yang
dicanangkan pemerintah Indonesia pada waktu itu. Bandara Pondok Cabe pada masa itu juga
turut mendukung operasional kontraktor production sharing dan perusahaan migas di
Indonesia. Lapangan terbang tersebut mengalami pengembangan lebih lanjut yang ditandai
dengan pembangunan infrastruktur seperti perpanjangan landasan pacu, penambahan apron
dan hanggar. Setelah tahun 1985, lapangan terbang itu juga menjadi basis operasi Polisi
Udara, Penerbang TNI AL, Skuadron 21/Serba Guna Penerbang TNI AD, dan Persatuan Olah
Raga Terbang Layang Jakarta Raya.

Meskipun saat ini Bandara Pondok Cabe masih hanya dapat melayani penerbangan charter
untuk berbagai perusahaan minyak dan gas di Indonesia, nantinya pada akhir tahun 2018,
landasan udara ini akan melayani penerbangan reguler alias dikomersilkan. Ekspansi ini terjadi
setelah dilakukan revitalisasi yang mencakup lahan seluas 119 hektar dan landasan pacu
sepanjang 2.200 meter. Pesawat Boeing Classic dan pesawat-pesawat propeller reguler
maupun non-reguler nantinya akan dapat mendarat di landasan pacu ini. Saat ini, Pelita Air
Service merupakan pihak yang mengelola bandara. Perusahaan tersebut juga mengoperasikan
maskapai Pelita Air. Bandara Pondok Cabe dikomersilkan untuk menghadapi lonjakan
penumpang di Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Halim Perdanakusuma.

Bandara Pondok Cabe
Selengkapnya

Bandara di Manado

Bandara Sam Ratulangi (MDC)

Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi terletak di Kecamatan Mapanget yang berjarak
sekitar 30 menit dari pusat Kota Manado, provinsi Sulawesi Utara. Bandara yang dikelilingi oleh
kawasan yang asri dan hijau ini dinamai berdasarkan pahlawan nasional Indonesia dari daerah
Sulawesi Utara yaitu, Dr. Gerungan Saul Samuel Yacob Ratulangi atau yang lebih dikenal
dengan Sam Ratulangi. Bandar Udara Sam Ratulangi dibangun pada masa pemerintahan
Jepang tahun 1942 dan memiliki landasan pacu sepanjang 700 meter dengan lebar 23 meter.

Pada tahun 1994, Bandar Udara Sam Ratulangi diresmikan menjadi kelas 1B. Meningkatnya
pertumbuhan ekonomi Indonesia telah mengakibatkan dampak yang cukup signifikan pada
kualitas pelayanan jasa penerbangan Bandar Udara Sam Ratulangi. Hal ini ditunjukkan dengan
perluasan landasan pacu yang mencapai 2.650 meter dan lebar 45 meter. Perluasan tersebut
telah membuat kapasitas Bandar Udara Sam Ratulangi bertambah hingga mampu menampung
beragam jenis pesawat seperti A300, A320 dan DC10. Usaha pemerintah untuk
mengembangkan bandara ini juga ditandai dengan pemberian pengelolaan kepada PT.
Angkasa Pura 1 (Persero) yang merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Pengambilalihan ini dilakukan tidak hanya untuk membangun perekonomian negara, tetapi juga
untuk memberikan fasilitas penerbangan yang memenuhi standar dan kualitas transportasi
udara terbaik bagi masyarakat Indonesia di wilayah Sulawesi.

Sepanjang pengoperasiannya, Bandara Sam Ratulangi telah beberapa kali mengalami
renovasi. Saat ini, apron bandara sudah memiliki luas 71,992 m 2 dengan lahan parkir yang
mampu menampung sekitar 500 mobil. Dengan adanya perkembangan tersebut, terminal ini
dapat melayani sebanyak 2 juta penumpang setiap tahunnya.


Bandar Udara Sam Ratulangi memiliki satu terminal bandara yang beroperasi, di antaranya:

  1. Termina Bandara Sam Ratulangi (Tingkat 1 & 2)
    Terminal Internasional Bandara Sam Ratulangi ini melayani penerbangan dengan rute
    domestik dan internasional untuk maskapai Batik Air, Airfast Indonesia, Cebgo, Citilink,
    Lion Air, Lucky Air, Garuda Indonesia, Malindo Air, NAM Air, Silk Air, Sriwijaya Air,
    Xpress Air, Wings Air, dan lain-lain. Terminal Bandara Sam Ratulangi sudah dilengkapi
    dengan berbagai fasilitas penerbangan seperti imigrasi, karantina, bea cukai, gedung
    kargo, restoran, telepon umum dan kantor pos.
Bandara Sam Ratulangi MDC
Selengkapnya

Kuliner dan Hiburan di Manado

Panduan Traveling ke Taman Nasional Bunaken

Ingin liburan ke Bunaken? Ini waktu terbaik berkunjung ke Bunaken beserta tiket masuk, rute perjalanan dan spot menyelam terbaik di Taman Nasional Bunaken. Membahas tentang kekayaan alam Indonesia memang tidak akan pernah ada habisnya. Salah satu aset berharganya ada di Taman Nasional Bunaken, Manado. Terletak pada segitiga terumbu karang, Taman Nasional Bunaken memiliki keanekaragam hayati […]

22 Objek Wisata di Manado Favorit Traveller

Tempat Wisata Manado Paling Favorit – Manado adalah Ibukota Provinsi Sulawesi Utara yang terkenal memiliki banyak destinasi tempat wisata. Tidak heran, banyak Wisatawan lokal maupun mancanegara yang mendatangi Kota Manado untuk mengunjungi objek wisata atau sekedar ber-wisata kuliner khas Manado. Tak sedikit destinasi tempat wisata di Mandao yang wajib Toppers kunjungi, mulai dari wisata alam […]

9 Makanan Khas Manado yang Terkenal Kelezatannya

Makanan Khas Manado – Manado merupakan kota yang berada di teluk Manado, salah satu kota terbesar di Sulawesi setelah Makassar. Menurut legenda, nama Manado berasal dari “Wanua Wenang” sebutan penduduk asli Minahasa. Wanua Wenang sendiri telah ada sekitar abad ke-8 dan didirikan oleh Ruru Ares yang bergelar Dotulolong Lasut yang saat itu menjabat sebagai Kepala […]

Maskapai Penerbangan

Batik Air
Garuda Indonesia
Lion Air
Wings Air
Destinasi Populer
Bantuan
Keamanan
PCI Compliant
Ikuti Kami
FacebookTwitterInstagram
Get it on Google PlayDownload on the App Store