tokopedia-logo
Travel
Banjarmasin-Jakarta

Tiket Pesawat Garuda Indonesia Banjarmasin - Jakarta

Asal
Swap locations
Tujuan
Berangkat
Pulang
20 Jun 2021
Jumlah Penumpang
1 dewasa
Kelas Penerbangan
Ekonomi
INDONESIA
PLM
Palembang - Sultan Mahmud Badaruddin II (PLM)
PGK
Pangkal Pinang - Depati Amir (PGK)
SUB
Surabaya - Juanda (SUB)
PDG
Padang - Minangkabau (PDG)
SRG
Semarang - Achmad Yani (SRG)
JOG
Yogyakarta - Adisutjipto (JOG)
UPG
Makassar - Sultan Hasanuddin (UPG)
PNK
Pontianak - Supadio (PNK)
PKU
Pekanbaru - Sultan Syarif Kasim II (PKU)
CGK
Jakarta - Soekarno Hatta (CGK)
KNO
Medan - Kualanamu (KNO)
DPS
Denpasar - Ngurah Rai (DPS)
SOC
Solo - Adisumarmo (SOC)
MALAYSIA
KUL
Kuala Lumpur - Kuala Lumpur (KUL)
SINGAPORE
SIN
Singapore - Changi (SIN)
INDONESIA
PLM
Palembang - Sultan Mahmud Badaruddin II (PLM)
PGK
Pangkal Pinang - Depati Amir (PGK)
SUB
Surabaya - Juanda (SUB)
PDG
Padang - Minangkabau (PDG)
SRG
Semarang - Achmad Yani (SRG)
JOG
Yogyakarta - Adisutjipto (JOG)
UPG
Makassar - Sultan Hasanuddin (UPG)
PNK
Pontianak - Supadio (PNK)
PKU
Pekanbaru - Sultan Syarif Kasim II (PKU)
CGK
Jakarta - Soekarno Hatta (CGK)
KNO
Medan - Kualanamu (KNO)
DPS
Denpasar - Ngurah Rai (DPS)
SOC
Solo - Adisumarmo (SOC)
MALAYSIA
KUL
Kuala Lumpur - Kuala Lumpur (KUL)
SINGAPORE
SIN
Singapore - Changi (SIN)
Number of adult passengers
Dewasa
Usia 12 tahun ke atas
Number of child passengers
Anak
Usia 2 - 12 tahun
Number of infant passengers
Bayi
Usia di bawah 2 tahun
Ekonomi
Bisnis
Utama

Bandara di Banjarmasin

Bandara Syamsuddin Noor (BDJ)

Bandara Syamsuddin Noor adalah bandara Internasional yang berada di Kel. Syamsuddin
Noor, Kec. Landasan Ulin, Kota Banjarbaru, 25 kilometer dari pusat kota Banjarmasin di
Kalimantan Selatan, Indonesia. Bandara ini memiliki area seluas Memiliki luas area 2,57
kilometer persegi.


Bandara ini pertama kali beroperasi pada tahun 1936 dengan nama Lapangan Terbang Ulin.
Untuk mengenang jasa pahlawan nasional yang berasal dari daerah Kalimantan Selatan, maka
Pemerintah Daerah melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kalimantan Selatan
mengusulkan agar Lapangan Terbang Ulin dapat digantikan dengan nama Pahlawan Nasional
asal Putra Daerah Kalimantan Selatan. Singkat cerita pada tahun 1975, bandara ini resmi
ditetapkan sebagai bandara sipil dan penamaannya diubah menjadi Bandara Syamsudin Noor.
Nama ini digunakan untuk menghormati salah satu perwira TNI-AU yang gugur sebagai kusuma
bangsa dalam menunaikan tugas negara, patut menjadi contoh suri tauladan bagi segenap
putra Indonesia dan warga AURI pada khususnya.


Anda dapat menuju Bandara Syamsuddin Noor dengan taksi yang ada hingga jadwal
penerbangan terakhir. Terdapat 6 perusahaan taxi penyedia jasa ke Bandara Syamsuddin
Noor: Arya Taxi, Kojatas Taxi, Kopatas Taxi, Banua Taxi, Banjar Taxi, dan Borneo Taxi. Anda
juga dapat menuju Bandara ini dengan Angkutan Kota (Angkot) tujuan : Banjarmasin KM 6,
Gambut, Banjarbaru, dan Martapura. Telah direncanakan pada tahun 2015, Damri membuka
rute bus dari Bandara menuju Kota Banjarmasin dengan mengoperasikan 6 bus sedang
berukuran standar 80 penumpang per bus.


Bandara Syamsuddin Noor memiliki terminal keberangkatan dan kedatangan domestik serta
internasional. Terminal domestik Bandara Syamsuddin Noor dengan luas 9.943 meter persegi,
dapat menangani sekitar tiga juta penumpang. Bandara Syamsudin Noor melayani tujuh
maskapai dengan total 80 penerbangan setiap hari:

  1. Terminal Domestik
    Terminal Domestik Bandara Syamsuddin Noor melayani penerbangan dari tujuh
    maskapai: Lion Air, Garuda Indonesia, Citylink, Batik Air, Sriwijaya Air, Wings Air, dan
    NAM air
  2. Terminal Internasional
    Saat ini, Bandara Syamsudin Noor belum dapat melayani penerbangan langsung ke luar
    negeri kecuali untuk penerbangan haji. Maskapai yang melayani penerbangan ini adalah
    Garuda Indonesia dan Saudi Arabian Airlines.
Bandara Syamsuddin Noor Banjarmasin (BDJ)
Selengkapnya

Bandara di Jakarta

Bandara Soekarno Hatta (CGK)
Bandar Udara Halim Perdana Kusuma (HLP)
Bandara Pondok Cabe (PCB)

Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta terletak di Tangerang, Banten dan Cengkareng, Jakarta. Bandara ini pertama kali beroperasi pada tanggal 1 Mei 1985, menggantikan Bandar
Udara Kemayoran di Jakarta Pusat yang sudah ditutup di tahun yang sama. Bandara ini diberi
nama sesuai dengan nama presiden dan wakil presiden pertama di Indonesia, yaitu Soekarno
dan Mohammad Hatta. Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta memiliki luas 18 km persegi
dengan 2 landasan paralel yang dipisahkan oleh 2 taxiway sepanjang 2,4 km. Pada tahun 2011,
bandara ini menduduki posisi ke-12 bandara dengan penumpang terbanyak di dunia, dengan
perkiraan mampu menampung 19 juta hingga 25 juta penumpang per tahun.

Hingga saat ini, di Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta terdapat tiga terminal bandara
beroperasi dan satu terminal yang sedang dibangun:

  1. Terminal 1
    Terletak di sisi selatan bandara, terminal ini mengoperasikan penerbangan rute
    domestik selain maskapai Garuda Indonesia. Gerbang di Terminal 1 memiliki awalan
    huruf abjad A, B, dan C.
  2. Terminal 2
    Terminal 2 Bandara Internasional Soekarno Hatta dibuka pada tahun 1992 dan terletak
    di sisi utara bandara. Terminal ini melayani penerbangan rute internasional dan
    domestik.
  3. Terminal 3
    Terminal 3 atau T3 resmi beroperasi pada tahun 2011. Terminal ini mengoperasikan
    penerbangan domestik khusus maskapai Garuda Indonesia, dan penerbangan
    internasional oleh berbagai maskapai seperti Saudi Arabian Airlines dan Korean Air.
  4. Terminal 4
    Dikarenakan semakin meningkatnya jumlah penumpang, Terminal 4 rencananya akan
    dibangun pada tahun 2020 dan berlokasi di sisi utara Bandara Internasional Soekarno
    Hatta.
Bandara Soekarno Hatta (CGK)
Selengkapnya

Bandar Udara Halim Perdanakusuma merupakan sebuah bandara yang dikelola oleh PT
Angkasa Pura II dan terletak di Kecamatan Makasar, Jakarta, Indonesia. Bandara ini juga
beroperasi sebagai markas besar Komando Operasi Angkatan Udara I (Koops AU I) TNI-AU.
Awalnya, bandara ini diberi nama Vliegveld Tjililitan atau Lapangan Terbang Cililitan ketika
pertama kali dibuka pada tahun 1925. Lapangan Terbang Cililitan menjadi lapangan terbang
pertama di Hindia Belanda yang melayani penerbangan internasional. Setelah Belanda
menyerahkan kepemilikan landasan udara ini ke pemerintah Indonesia sepenuhnya pada
tanggal 20 Juni 1950, AURI pun segera mengambil alih dan menjadikannya pangkalan udara
militer. Namanya pun diganti sesuai dengan nama pahlawan nasional, Abdul Halim
Perdanakusuma, pada hari kemerdekaan Indonesia yang ketujuh.

Sebelum tahun 2014, bandara ini hanya melayani penerbangan VVIP dan charter flight, setelah
kemudian bandara ini dialihfungsikan menjadi bandara komersial akibat penuhnya penerbangan
di Bandara Internasional Soekarno Hatta. Bandara ini memiliki landasan pacu sepanjang 3
kilometer, dengan luas tanah mencapai 170 hektar dan luas terminal sekitar 19 kilometer
persegi. Diperkirakan Bandara Halim Perdanakusuma dapat menampung sebanyak 15 ribu
penumpang setiap harinya. Fasilitas yang dimiliki oleh bandara ini pun cukup lengkap, seperti e-
kiosk, konter check in, musholla, ruang tunggu, ATM center, dan toilet. Adapun maskapai
penerbangan yang beroperasi di Bandara Halim Perdanakusuma adalah Citilink, Batik Air,
Wings Air, Susi Air, TransNusa, dan Pelita Air.

Bandara Halim Perdanakusuma
Selengkapnya

Bandara Pondok Cabe (PCB) yang terletak di kawasan Pondok Cabe Udik, Pamulang,
Tangerang Selatan, Banten ini dulunya merupakan pangkalan militer di era Perang Pasifik.
Pada tahun 1942, saat pasukan Sekutu ABDA (America, British, Dutch, Australia menduduki
Indonesia, bandara ini dibangun untuk menghalau invasi pasukan Jepang ke Jawa sebagai
bentuk pertahanan militer. 32 pesawat tempur disiapkan di bandara ini. Pondok Cabe dianggap
sebagai lokasi yang tepat sebagai tempat perlindungan karena masih rimbunnya lingkungan
sekitar saat itu. Bandara Pondok Cabe menerima 25 unit Hawker Hurricane RAF, diikuti dengan
Skuadron 36, Skuadron 100 RAF, pesawat Vickers Vildebeest dan bomber torpedo Fairey
Albacore.


Pembangunan dilanjutkan pada tahun 1972 oleh Pertamina sebagai tempat bersarangnya
pesawat-pesawat milik Divisi Penerbangan Pertamina, yang merupakan cikal bakal PT PAS.
Pesawat-pesawat milik PT PAS ini digunakan untuk mendukung program transmigrasi yang
dicanangkan pemerintah Indonesia pada waktu itu. Bandara Pondok Cabe pada masa itu juga
turut mendukung operasional kontraktor production sharing dan perusahaan migas di
Indonesia. Lapangan terbang tersebut mengalami pengembangan lebih lanjut yang ditandai
dengan pembangunan infrastruktur seperti perpanjangan landasan pacu, penambahan apron
dan hanggar. Setelah tahun 1985, lapangan terbang itu juga menjadi basis operasi Polisi
Udara, Penerbang TNI AL, Skuadron 21/Serba Guna Penerbang TNI AD, dan Persatuan Olah
Raga Terbang Layang Jakarta Raya.

Meskipun saat ini Bandara Pondok Cabe masih hanya dapat melayani penerbangan charter
untuk berbagai perusahaan minyak dan gas di Indonesia, nantinya pada akhir tahun 2018,
landasan udara ini akan melayani penerbangan reguler alias dikomersilkan. Ekspansi ini terjadi
setelah dilakukan revitalisasi yang mencakup lahan seluas 119 hektar dan landasan pacu
sepanjang 2.200 meter. Pesawat Boeing Classic dan pesawat-pesawat propeller reguler
maupun non-reguler nantinya akan dapat mendarat di landasan pacu ini. Saat ini, Pelita Air
Service merupakan pihak yang mengelola bandara. Perusahaan tersebut juga mengoperasikan
maskapai Pelita Air. Bandara Pondok Cabe dikomersilkan untuk menghadapi lonjakan
penumpang di Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Halim Perdanakusuma.

Bandara Pondok Cabe
Selengkapnya

Kuliner dan Hiburan di Jakarta

Jam Operasional MRT, TransJakarta dan KRL Jabodetabek

Ingin menghindari kemacetan Jakarta dengan menggunakan transportasi umum? Berikut ini jam operasional MRT Jakarta, TransJakarta dan KRL Jabodetabek yang harus kamu ketahui. Di Jakarta, banyak pengguna kendaraan pribadi mulai yang beralih menggunakan transportasi umum. Selain nyaman dan harganya terjangkau, transportasi umum dipilih karena berhasil menjadi solusi kemacetan ibu kota. Bila kamu sudah capek menggunakan kendaraan […]

Menjelajahi Jejak Pecinan di Jakarta yang Bersejarah

Chinatown Jakarta – Hampir setiap daerah memiliki kawasan pecinan masing-masing. Daerah ini umumnya merupakan tempat bermukim masyarakat pendatang dari daratan China untuk pertama kalinya dan kini sering dijuluki sebagai Chinatown. Chinatown di Jakarta sendiri memiliki perjalanan sejarahnya sendiri. Berada berdekatan dengan kawasan kota tua Jakarta, tentu Chinatown di Jakarta memiliki tempat dalam perjalanan sejarah kota […]

Jadwal Keberangkatan dan Rute LRT Jakarta 2020

Berencana menggunakan LRT Jakarta? Berikut ini jadwal keberangkatan dan rute lengkap LRT Jakarta. Sekarang warga DKI Jakarta semakin punya banyak pilihan moda transportasi umum. Selain Bus Transjakarta, KRL Commuter Line dan Mass Rapid Transit/Moda Raya Terpadu (MRT), sejak 1 Desember 2019 yang lalu, warga ibu kota kini memiliki pilihan lain yakni Light Rail Transit (LRT).  […]

Maskapai Penerbangan

Turkish Airlines
Saudi Arabian Airlines
Batik Air
Lion Air
Indonesia AirAsia
Citilink Indonesia
Singapore Airlines
Malaysia Airlines
Sriwijaya Air
Jetstar Asia Airways
AirAsia
NAM Air
Malindo Air
KLM
Japan Airlines
Batik Air
Citilink Indonesia
Destinasi Populer
Bantuan
Keamanan
PCI Compliant
Ikuti Kami
FacebookTwitterInstagram
Get it on Google PlayDownload on the App Store