tokopedia-logo
Travel
Jakarta-Palangkaraya

Tiket Pesawat Garuda Indonesia Jakarta - Palangkaraya

Asal
Swap locations
Tujuan
Berangkat
Pulang
30 Nov 2020
Jumlah Penumpang
1 dewasa
Kelas Penerbangan
Ekonomi
INDONESIA
PNK
Pontianak - Supadio (PNK)
SRG
Semarang - Achmad Yani (SRG)
SOC
Solo - Adisumarmo (SOC)
DPS
Denpasar - Ngurah Rai (DPS)
SUB
Surabaya - Juanda (SUB)
KNO
Medan - Kualanamu (KNO)
CGK
Jakarta - Soekarno Hatta (CGK)
PDG
Padang - Minangkabau (PDG)
PGK
Pangkal Pinang - Depati Amir (PGK)
JOG
Yogyakarta - Adisutjipto (JOG)
UPG
Makassar - Sultan Hasanuddin (UPG)
PKU
Pekanbaru - Sultan Syarif Kasim II (PKU)
PLM
Palembang - Sultan Mahmud Badaruddin II (PLM)
MALAYSIA
KUL
Kuala Lumpur - Kuala Lumpur (KUL)
SINGAPORE
SIN
Singapore - Changi (SIN)
INDONESIA
PNK
Pontianak - Supadio (PNK)
SRG
Semarang - Achmad Yani (SRG)
SOC
Solo - Adisumarmo (SOC)
DPS
Denpasar - Ngurah Rai (DPS)
SUB
Surabaya - Juanda (SUB)
KNO
Medan - Kualanamu (KNO)
CGK
Jakarta - Soekarno Hatta (CGK)
PDG
Padang - Minangkabau (PDG)
PGK
Pangkal Pinang - Depati Amir (PGK)
JOG
Yogyakarta - Adisutjipto (JOG)
UPG
Makassar - Sultan Hasanuddin (UPG)
PKU
Pekanbaru - Sultan Syarif Kasim II (PKU)
PLM
Palembang - Sultan Mahmud Badaruddin II (PLM)
MALAYSIA
KUL
Kuala Lumpur - Kuala Lumpur (KUL)
SINGAPORE
SIN
Singapore - Changi (SIN)
Number of adult passengers
Dewasa
Usia 12 tahun ke atas
Number of child passengers
Anak
Usia 2 - 12 tahun
Number of infant passengers
Bayi
Usia di bawah 2 tahun
Ekonomi
Bisnis
Utama

Bandara di Jakarta

Bandara Soekarno Hatta (CGK)

Bandar Udara Halim Perdana Kusuma (HLP)

Bandara Pondok Cabe (PCB)

Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta terletak di Tangerang, Banten dan Cengkareng, Jakarta. Bandara ini pertama kali beroperasi pada tanggal 1 Mei 1985, menggantikan Bandar
Udara Kemayoran di Jakarta Pusat yang sudah ditutup di tahun yang sama. Bandara ini diberi
nama sesuai dengan nama presiden dan wakil presiden pertama di Indonesia, yaitu Soekarno
dan Mohammad Hatta. Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta memiliki luas 18 km persegi
dengan 2 landasan paralel yang dipisahkan oleh 2 taxiway sepanjang 2,4 km. Pada tahun 2011,
bandara ini menduduki posisi ke-12 bandara dengan penumpang terbanyak di dunia, dengan
perkiraan mampu menampung 19 juta hingga 25 juta penumpang per tahun.

Hingga saat ini, di Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta terdapat tiga terminal bandara
beroperasi dan satu terminal yang sedang dibangun:

  1. Terminal 1
    Terletak di sisi selatan bandara, terminal ini mengoperasikan penerbangan rute
    domestik selain maskapai Garuda Indonesia. Gerbang di Terminal 1 memiliki awalan
    huruf abjad A, B, dan C.
  2. Terminal 2
    Terminal 2 Bandara Internasional Soekarno Hatta dibuka pada tahun 1992 dan terletak
    di sisi utara bandara. Terminal ini melayani penerbangan rute internasional dan
    domestik.
  3. Terminal 3
    Terminal 3 atau T3 resmi beroperasi pada tahun 2011. Terminal ini mengoperasikan
    penerbangan domestik khusus maskapai Garuda Indonesia, dan penerbangan
    internasional oleh berbagai maskapai seperti Saudi Arabian Airlines dan Korean Air.
  4. Terminal 4
    Dikarenakan semakin meningkatnya jumlah penumpang, Terminal 4 rencananya akan
    dibangun pada tahun 2020 dan berlokasi di sisi utara Bandara Internasional Soekarno
    Hatta.
Bandara Soekarno Hatta (CGK)
Selengkapnya

Bandar Udara Halim Perdanakusuma merupakan sebuah bandara yang dikelola oleh PT
Angkasa Pura II dan terletak di Kecamatan Makasar, Jakarta, Indonesia. Bandara ini juga
beroperasi sebagai markas besar Komando Operasi Angkatan Udara I (Koops AU I) TNI-AU.
Awalnya, bandara ini diberi nama Vliegveld Tjililitan atau Lapangan Terbang Cililitan ketika
pertama kali dibuka pada tahun 1925. Lapangan Terbang Cililitan menjadi lapangan terbang
pertama di Hindia Belanda yang melayani penerbangan internasional. Setelah Belanda
menyerahkan kepemilikan landasan udara ini ke pemerintah Indonesia sepenuhnya pada
tanggal 20 Juni 1950, AURI pun segera mengambil alih dan menjadikannya pangkalan udara
militer. Namanya pun diganti sesuai dengan nama pahlawan nasional, Abdul Halim
Perdanakusuma, pada hari kemerdekaan Indonesia yang ketujuh.

Sebelum tahun 2014, bandara ini hanya melayani penerbangan VVIP dan charter flight, setelah
kemudian bandara ini dialihfungsikan menjadi bandara komersial akibat penuhnya penerbangan
di Bandara Internasional Soekarno Hatta. Bandara ini memiliki landasan pacu sepanjang 3
kilometer, dengan luas tanah mencapai 170 hektar dan luas terminal sekitar 19 kilometer
persegi. Diperkirakan Bandara Halim Perdanakusuma dapat menampung sebanyak 15 ribu
penumpang setiap harinya. Fasilitas yang dimiliki oleh bandara ini pun cukup lengkap, seperti e-
kiosk, konter check in, musholla, ruang tunggu, ATM center, dan toilet. Adapun maskapai
penerbangan yang beroperasi di Bandara Halim Perdanakusuma adalah Citilink, Batik Air,
Wings Air, Susi Air, TransNusa, dan Pelita Air.

Bandara Halim Perdanakusuma
Selengkapnya

Bandara Pondok Cabe (PCB) yang terletak di kawasan Pondok Cabe Udik, Pamulang,
Tangerang Selatan, Banten ini dulunya merupakan pangkalan militer di era Perang Pasifik.
Pada tahun 1942, saat pasukan Sekutu ABDA (America, British, Dutch, Australia menduduki
Indonesia, bandara ini dibangun untuk menghalau invasi pasukan Jepang ke Jawa sebagai
bentuk pertahanan militer. 32 pesawat tempur disiapkan di bandara ini. Pondok Cabe dianggap
sebagai lokasi yang tepat sebagai tempat perlindungan karena masih rimbunnya lingkungan
sekitar saat itu. Bandara Pondok Cabe menerima 25 unit Hawker Hurricane RAF, diikuti dengan
Skuadron 36, Skuadron 100 RAF, pesawat Vickers Vildebeest dan bomber torpedo Fairey
Albacore.


Pembangunan dilanjutkan pada tahun 1972 oleh Pertamina sebagai tempat bersarangnya
pesawat-pesawat milik Divisi Penerbangan Pertamina, yang merupakan cikal bakal PT PAS.
Pesawat-pesawat milik PT PAS ini digunakan untuk mendukung program transmigrasi yang
dicanangkan pemerintah Indonesia pada waktu itu. Bandara Pondok Cabe pada masa itu juga
turut mendukung operasional kontraktor production sharing dan perusahaan migas di
Indonesia. Lapangan terbang tersebut mengalami pengembangan lebih lanjut yang ditandai
dengan pembangunan infrastruktur seperti perpanjangan landasan pacu, penambahan apron
dan hanggar. Setelah tahun 1985, lapangan terbang itu juga menjadi basis operasi Polisi
Udara, Penerbang TNI AL, Skuadron 21/Serba Guna Penerbang TNI AD, dan Persatuan Olah
Raga Terbang Layang Jakarta Raya.

Meskipun saat ini Bandara Pondok Cabe masih hanya dapat melayani penerbangan charter
untuk berbagai perusahaan minyak dan gas di Indonesia, nantinya pada akhir tahun 2018,
landasan udara ini akan melayani penerbangan reguler alias dikomersilkan. Ekspansi ini terjadi
setelah dilakukan revitalisasi yang mencakup lahan seluas 119 hektar dan landasan pacu
sepanjang 2.200 meter. Pesawat Boeing Classic dan pesawat-pesawat propeller reguler
maupun non-reguler nantinya akan dapat mendarat di landasan pacu ini. Saat ini, Pelita Air
Service merupakan pihak yang mengelola bandara. Perusahaan tersebut juga mengoperasikan
maskapai Pelita Air. Bandara Pondok Cabe dikomersilkan untuk menghadapi lonjakan
penumpang di Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Halim Perdanakusuma.

Bandara Pondok Cabe
Selengkapnya

Bandara di Palangkaraya

Bandara Tjilik Riwut (PKY)

Bandara Tjilik Riwut (PKY) merupakan sebuah bandara yang terletak di Kota Palangkaraya,
Kalimantan Tengah. Semula nama bandara ini bernama bandara Panarung, Namun sejak
10 November 1988 bertepatan dengan Hari Pahlawan Nasional nama bandara ini berubah
menjadi bandara Tjilik Riwut. Nama bandara Tjilik Riwut diambil dari nama Gubernur
Kalimantan Tengah yang pertama, Tjilik Riwut. Bandara ini adalah bandara terbesar di
Kalimantan Tengah. Bandara ini juga merupakan embarkasi calon jemaah Haji Kalimantan
Tengah. Bandara Tjilik Riwut dilengkapi dengan fasilitas infrastruktur berupa landasan pacu
sepanjang 2.500 M x 45 M (112.500 M²), landasan parkir (Apron) sepanjang 383M x 80M (22.951.12
M²), lahan parkir dengan tempat penitipan inap kendaraan serta gedung terminal untuk
penumpang.


Berikut detail terminal Bandara Tjilik Riwut:
Bandara Tjilik Riwut ini memiliki terminal domestik dengan luas 4.936 M² berkapasitas
penumpang 1.000.000 orang pertahun. Bandara ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas
penunjang seperti ruang tunggu, ruang ibu menyusui, toilet, dan area komersial.

Bandara Tjilik Riwut (PKY) Palangkaraya
Selengkapnya

Kuliner dan Hiburan di Palangkaraya

12 Tujuan Wisata Palangka Raya, Kalimantan Tengah Favorit

Tempat Wisata di Palangka Raya – Sebagai ibukota dari Provinsi Kalimantan Tengah, Kota Palangka Raya merupakan salah satu kota terluas di Indonesia. Luas dari Palangka Raya sendiri sekitar 3,6 kali lipat dari luas Kota Jakarta. Dibangun pada 1957, Palangka Raya awalnya direncanakan oleh Presiden Ir.Soekarno sebagai ibukota Indonesia di masa yang akan datang menggantikan Jakarta. […]

13 Makanan Khas Palangkaraya – Kalimantan Tengah Terlezat

Makanan Khas Palangkaraya – Berkunjung ke Kota Palangkaraya tak akan lengkap tanpa mencicipi cita rasa lokal dari berbagai makanan khas Palangkaraya yang menggoda. Dengan pengaruh adat dan budaya masyarakat Dayak, ada berbagai kuliner tradisional Kalimantan Tengah yang layak untuk kamu cicipi saat berkunjung ke Ibukota Kalimantan Tengah ini. Penasaran makanan tradisional khas Palangkaraya apa saja […]

7 Oleh-Oleh Khas Palangkaraya Kalimantan Tengah Terbaik

Oleh-Oleh khas Palangkaraya – Memiliki wiliayah yang masih banyak didominasi hutan lindung dan kawasan konservasi. Tak heran jika Kota Palangkaraya menarik untuk disinggahi sebagai tujuan liburanmu selanjutnya. Berencana mengunjungi Kota Palangkaraya? Jangan lupa untuk sempatkan diri membeli berbagai oleh-oleh khas Palangkaraya yang unik dan menarik. Bingung menemukan buah tangan asal Palangkaraya yang cocok? Simak pilihan […]

Maskapai Penerbangan

Lion Air
Batik Air
Citilink Indonesia
Destinasi Populer
Tiket Pesawat
Bantuan
Keamanan
PCI Compliant
Ikuti Kami
FacebookTwitterInstagram
Get it on Google PlayDownload on the App Store