Tiket Pesawat Garuda Indonesia Makassar - Mamuju

DariTujuan
Berangkat
Pulang
23 Agu 2019
26 Agu 2019
Agustus 2019
MinSenSelRabKamJumSab
123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
September 2019
MinSenSelRabKamJumSab
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930
PenumpangKelas
Destinasi Populer
Indonesia
Jakarta
Denpasar
Surabaya
Yogyakarta
Medan
Makassar
Semarang
Padang
Palembang
Pontianak
Balikpapan
Bandung
Singapore
Singapore
Malaysia
Kuala Lumpur
Penang
Thailand
Bangkok
Hong Kong
Hong Kong
Jepang
Tokyo
Korea Selatan
Seoul
Inggris
London
Destinasi Populer
Indonesia
Jakarta
Denpasar
Surabaya
Yogyakarta
Medan
Makassar
Semarang
Padang
Palembang
Pontianak
Balikpapan
Bandung
Singapore
Singapore
Malaysia
Kuala Lumpur
Penang
Thailand
Bangkok
Hong Kong
Hong Kong
Jepang
Tokyo
Korea Selatan
Seoul
Inggris
London
1 Dewasa
Dewasa
Lebih dari 12 tahun
Anak
2 - 12 tahun
Bayi
kurang dari 2 tahun
Ekonomi
Ekonomi
Bisnis
Utama
Cari Tiket
Garuda Indonesia
Garuda Indonesia
Widget17
Widget12

Bandara di Makassar

Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin terletak tiga puluh kilometer dari Kota
Makassar, provinsi Sulawesi Selatan. Sepanjang pengoperasiannya, bandara ini telah
beberapa kali berganti nama. Awalnya lebih dikenal dengan Lapangan Terbang Kadieng,
bandara ini memilih rute Surabaya sebagai rute komersil pertama. Penjajah Jepang kemudian
melakukan perbaikan landasan pacu dari rumput menjadi beton dan mengganti nama bandara
menjadi Lapangan Terbang Mandai. Bandara yang kemudian dinamai dari Sultan Gowa ini
pernah menjadi salah satu bandara tersibuk karena menghubungkan Indonesia bagian Barat
dengan Timur. Sejak 28 Oktober 2006 hingga Juli 2008 Perluasan dan pengembangan telah
dilakukan sejak tahun 2004 sampai 2009 pada bandara ini hingga dapat menampung sekitar 7
juta penumpang setiap tahunnya, dengan rata jumlah 3,500 penumpang per jam untuk peak
season. Pada tahun 2008, rute internasional bandara ini sempat ditutup karena banyaknya
maskapai internasional (terutama Garuda Indonesia) yang mengalami kerugian. Saat ini,
Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin memiliki luas sekitar 381 hektar dengan
fasillitas antara lain, dua landasan pacu (yang pertama sepanjang 3,500 m x 45 m dan yang
kedua 2,500 m x 45 m, apron (lapangan parkir pesawat) dengan kapasitas tujuh pesawat
berbadan lebar, serta taxiway. Di awal tahun 2015, PT. Angkasa Pura II (Persero) melakukan
pembebasan tanah seluas 60 hektar untuk melakukan pembangunan Bandar Udara
Internasional Sultan Hasanuddin yang baru. Pembangunan ini dilakukan untuk memaksimalkan
kinerja serta fungsi bandara menjadi 15 juta penumpang per tahunnya. Ditargetkan
pembangunan ini akan rampung pada tahun 2019.

Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin memiliki dua terminal bandara yang beroperasi,
di antaranya:

1. Terminal Lama
    Sejak dibangun terminal baru, terminal lama telah sepenuhnya dikosongkan dan
    digunakan hanya untuk keperluan TNI-AU dan menjadi tempat bagi Skuadron Udara 11.

2. Terminal Baru
    Terminal baru terletak di sebelah Selatan terminal lama. Terminal ini memiliki kapasitas
    hingga 7 juta penumpang dan berukuran 5 kali lebih besar daripada terminal lama.
    Terminal baru terdiri dari:
     a. Terminal Internasional
         Terminal Internasional Bandara Sultan Hasanuddin ini melayani penerbangan
         dengan rute internasional untuk maskapai Lion Air, AirAsia, Garuda Indonesia,
         Saudia, SilkAir, dan lain-lain.
     b. Terminal Domestik
         Terminal Domestik Bandara Sultan Hasanuddin ini melayani penerbangan dengan
          rute internasional untuk maskapai Batik Air, Lion Air, Garuda Indonesia, Citilink,
          Sriwijaya Air, Wings Air, Susi Air, Sriwijaya Air, Aviastar, Airfast Indonesia dan lain-
          lain.

Selengkapnya
Bandar Udara Sultan Hasanuddin
Bandar Udara Sultan Hasanuddin (UPG)

Bandara di Mamuju

Bandara Tampa Padang adalah sebuah bandar udara yang berlokasi di Kecamatan Kalukku,
Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat. Untuk mengoptimalkan pengoperasian pesawat
udara, Bandara Tampa Padang difasilitasi dengan landasan pacu berukuran 2.500 x 45 m.
Bandar udara ini berjarak sekitar 27 km dari pusat kota Mamuju. Penumpang pesawat udara
dapat menunggu penerbangan di sebuah terminal yang memiliki kapasitas 100 orang. Selain
itu, terdapat dua taxiway untuk memudahkan para penumpang.

Bandara Tampa Padang didirikan pada tahun 1978. Pada masa itu, status bandara ini masih
merupakan Lapangan Terbang Perintis (Lapter) yang dipimpin oleh seorang Kepala Lapangan
Terbang Perintis (Kelapter). Bandara ini dibangun atas kondisi masyarakat Mamuju dan
sekitarnya yang cukup terisolasi karena tidak memiliki sarana dan prasarana serta infrastruktur
yang memadai dalam bidang transportasi. Bentang alam Mamuju yang dikelilingi banyak
pegunungan membuat daerah ini sulit dijangkau, sehingga jalannya roda ekonomi menjadi
terhambat. Pengoperasian bandara pertama kali ditandai dengan mendaratnya pesawat milik
PT Merpati Nusantara Airlines yang berjenis Twin Other (DHC-6) berkapasitas 18 penumpang.
Seiring dengan meningkatnya jumlah penumpang, Bandara Tampa Padang melakukan
peningkatan fasilitas dan pelayanan dengan membangun terminal pada tahun 1990 dan
melakukan pengaspalan landasan pacu pada tahun 2003.
Terdapat tiga maskapai penerbangan yang beroperasi di Bandara Tampa Padang, yakni Wings
Air dengan tujuan Makassar; Aviastar yang melayani rute menuju Makassar, Sumarorong,
Toraja dan Bone; dan Garuda Indonesia dengan tujuan Makassar.

Selengkapnya
Bandara Tampa Padang (MJU) Mamuju
Bandara Tampa Padang (MJU)