Tiket Pesawat TransNusa Makassar - Kolaka

DariTujuan
Berangkat
Pulang
28 Agu 2019
31 Agu 2019
Agustus 2019
MinSenSelRabKamJumSab
123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
September 2019
MinSenSelRabKamJumSab
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930
PenumpangKelas
Destinasi Populer
Indonesia
Jakarta
Denpasar
Surabaya
Yogyakarta
Medan
Makassar
Semarang
Padang
Palembang
Pontianak
Balikpapan
Bandung
Singapore
Singapore
Malaysia
Kuala Lumpur
Penang
Thailand
Bangkok
Hong Kong
Hong Kong
Jepang
Tokyo
Korea Selatan
Seoul
Inggris
London
Destinasi Populer
Indonesia
Jakarta
Denpasar
Surabaya
Yogyakarta
Medan
Makassar
Semarang
Padang
Palembang
Pontianak
Balikpapan
Bandung
Singapore
Singapore
Malaysia
Kuala Lumpur
Penang
Thailand
Bangkok
Hong Kong
Hong Kong
Jepang
Tokyo
Korea Selatan
Seoul
Inggris
London
1 Dewasa
Dewasa
Lebih dari 12 tahun
Anak
2 - 12 tahun
Bayi
kurang dari 2 tahun
Ekonomi
Ekonomi
Bisnis
Utama
Cari Tiket
TransNusa
TransNusa
Widget17
Widget12

Daftar Harga Tiket Pesawat dari Makassar ke Kolaka

Bandara di Makassar

Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin terletak tiga puluh kilometer dari Kota
Makassar, provinsi Sulawesi Selatan. Sepanjang pengoperasiannya, bandara ini telah
beberapa kali berganti nama. Awalnya lebih dikenal dengan Lapangan Terbang Kadieng,
bandara ini memilih rute Surabaya sebagai rute komersil pertama. Penjajah Jepang kemudian
melakukan perbaikan landasan pacu dari rumput menjadi beton dan mengganti nama bandara
menjadi Lapangan Terbang Mandai. Bandara yang kemudian dinamai dari Sultan Gowa ini
pernah menjadi salah satu bandara tersibuk karena menghubungkan Indonesia bagian Barat
dengan Timur. Sejak 28 Oktober 2006 hingga Juli 2008 Perluasan dan pengembangan telah
dilakukan sejak tahun 2004 sampai 2009 pada bandara ini hingga dapat menampung sekitar 7
juta penumpang setiap tahunnya, dengan rata jumlah 3,500 penumpang per jam untuk peak
season. Pada tahun 2008, rute internasional bandara ini sempat ditutup karena banyaknya
maskapai internasional (terutama Garuda Indonesia) yang mengalami kerugian. Saat ini,
Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin memiliki luas sekitar 381 hektar dengan
fasillitas antara lain, dua landasan pacu (yang pertama sepanjang 3,500 m x 45 m dan yang
kedua 2,500 m x 45 m, apron (lapangan parkir pesawat) dengan kapasitas tujuh pesawat
berbadan lebar, serta taxiway. Di awal tahun 2015, PT. Angkasa Pura II (Persero) melakukan
pembebasan tanah seluas 60 hektar untuk melakukan pembangunan Bandar Udara
Internasional Sultan Hasanuddin yang baru. Pembangunan ini dilakukan untuk memaksimalkan
kinerja serta fungsi bandara menjadi 15 juta penumpang per tahunnya. Ditargetkan
pembangunan ini akan rampung pada tahun 2019.

Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin memiliki dua terminal bandara yang beroperasi,
di antaranya:

1. Terminal Lama
    Sejak dibangun terminal baru, terminal lama telah sepenuhnya dikosongkan dan
    digunakan hanya untuk keperluan TNI-AU dan menjadi tempat bagi Skuadron Udara 11.

2. Terminal Baru
    Terminal baru terletak di sebelah Selatan terminal lama. Terminal ini memiliki kapasitas
    hingga 7 juta penumpang dan berukuran 5 kali lebih besar daripada terminal lama.
    Terminal baru terdiri dari:
     a. Terminal Internasional
         Terminal Internasional Bandara Sultan Hasanuddin ini melayani penerbangan
         dengan rute internasional untuk maskapai Lion Air, AirAsia, Garuda Indonesia,
         Saudia, SilkAir, dan lain-lain.
     b. Terminal Domestik
         Terminal Domestik Bandara Sultan Hasanuddin ini melayani penerbangan dengan
          rute internasional untuk maskapai Batik Air, Lion Air, Garuda Indonesia, Citilink,
          Sriwijaya Air, Wings Air, Susi Air, Sriwijaya Air, Aviastar, Airfast Indonesia dan lain-
          lain.

Selengkapnya
Bandar Udara Sultan Hasanuddin
Bandar Udara Sultan Hasanuddin (UPG)

Bandara di Kolaka

Bandar Udara Kuabang adalah sebuah bandar udara yang terletak pada koordinat TH
01012’16’8’’ N dan 127053’46,2’ E dan berada di wilayah Desa Jati, Kecamatan Kao,
Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara. Bandar udara dahulu merupakan lapangan terbang
peninggalan perang dunia ke 2 yang dibangun oleh Pemerintah Jepang. Ide pembangunan
bandara ini diprakarsai oleh mantan camat Kao Dudi Kadato pada tahun 1972 dan kemudian
dihibahkan kepada Departemen Perhubungan pada tahun 1989. Peresmian penggunaan
Bandar Udara Kuabang Kao dilakukan oleh Menteri Perhubungan Rusmin Nuryadi pada tahun
1972 dengan menggunakan pesawat CASSA 212 dan test landing menggunakan pesawat CN
235 yang memberikan hasil baik dalam test landing tersebut. Bandara Kubang Kao juga
berperan sebagai salah satu pintu gerbang Provinsi Maluku Utara. Bandara ini memiliki fasilitas
infrastruktur berupa landasan pacu sepanjang 1950 x 45 m dan berjarak dari kota Tobelo
sekitar 75 km dengan waktu tempuh sekitar 2 jam.

Berikut detail terminal bandara Kuabang Kao:
Bandara Kuabang Kao dilengkapi dengan sebuah gedung terminal yang berfungsi sebagai
ruang tunggu dan mampu menampung hingga 200 orang penumpang. Selain itu, Bandara
Kuabang Kao juga dilengkapi dengan fasilitas penunjang lainnya seperti toilet, lahan parkir,
serta area komersil.

Selengkapnya
Bandar Sangia Nibandera
Bandara Sangia Nibandera (PUM)

Maskapai Penerbangan

Wings Air