tokopedia-logo
Travel
Bali-Makassar

Tiket Pesawat dari Denpasar - Makassar

Asal
Swap locations
Tujuan
Berangkat
Pulang
29 Jul 2021
Jumlah Penumpang
1 dewasa
Kelas Penerbangan
Ekonomi
INDONESIA
CGK
Jakarta - Soekarno Hatta (CGK)
KNO
Medan - Kualanamu (KNO)
PNK
Pontianak - Supadio (PNK)
PKU
Pekanbaru - Sultan Syarif Kasim II (PKU)
SOC
Solo - Adisumarmo (SOC)
PDG
Padang - Minangkabau (PDG)
PGK
Pangkal Pinang - Depati Amir (PGK)
DPS
Denpasar - Ngurah Rai (DPS)
SUB
Surabaya - Juanda (SUB)
JOG
Yogyakarta - Adisutjipto (JOG)
UPG
Makassar - Sultan Hasanuddin (UPG)
SRG
Semarang - Achmad Yani (SRG)
PLM
Palembang - Sultan Mahmud Badaruddin II (PLM)
MALAYSIA
KUL
Kuala Lumpur - Kuala Lumpur (KUL)
SINGAPORE
SIN
Singapore - Changi (SIN)
INDONESIA
CGK
Jakarta - Soekarno Hatta (CGK)
KNO
Medan - Kualanamu (KNO)
PNK
Pontianak - Supadio (PNK)
PKU
Pekanbaru - Sultan Syarif Kasim II (PKU)
SOC
Solo - Adisumarmo (SOC)
PDG
Padang - Minangkabau (PDG)
PGK
Pangkal Pinang - Depati Amir (PGK)
DPS
Denpasar - Ngurah Rai (DPS)
SUB
Surabaya - Juanda (SUB)
JOG
Yogyakarta - Adisutjipto (JOG)
UPG
Makassar - Sultan Hasanuddin (UPG)
SRG
Semarang - Achmad Yani (SRG)
PLM
Palembang - Sultan Mahmud Badaruddin II (PLM)
MALAYSIA
KUL
Kuala Lumpur - Kuala Lumpur (KUL)
SINGAPORE
SIN
Singapore - Changi (SIN)
Number of adult passengers
Dewasa
Usia 12 tahun ke atas
Number of child passengers
Anak
Usia 2 - 12 tahun
Number of infant passengers
Bayi
Usia di bawah 2 tahun
Ekonomi
Bisnis
Utama

Bandara di Denpasar

Bandara Ngurah Rai (DPS)

Bandara Ngurah Rai terletak di Kabupaten Badung, Bali, berada sejauh 8,1 mil dari Kota
Denpasar. Pada awal dibangunnya Bandara ini tahun 1930 oleh Departement Voor Verkeer en
Waterstaats, karena lokasinya yang berada di Desa Tuban, Bandara Ngurah Rai sering disebut
oleh masyarakat sekitar sebagai Pelabuhan Udara Tuban. Kemudian seiring perkembangan
dan pembangunan infrastruktur transportasi udara, nama Bandara ini diganti oleh Pemerintah
Indonesia dengan nama yang diambil dari Pahlawan Nasional kelahiran Bali, I Gusti Ngurah
Rai. Bandara Ngurah Rai termasuk bandara Internasional tersibuk ketiga di Indonesia, setelah
Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Bandara Internasional Juanda.

Indonesia memang secara de facto merdeka pada 17 Agustus 1945. Namun setelah tahun itu,
masih terdapat bentrokan dan agresi militer yang dilakukan oleh Belanda. I Gusti Ngurah Rai,
nama seorang Pahlawan Nasional yang diabadikan namanya pada bandara ini, meninggal
dalam Perang Puputan, perang melawan Belanda selama Revolusi Indonesia pada tahun 1946.
Bandara ini beroperasi dengan satu terminal domestik dan satu terminal internasional.

1. Terminal Domestik
2. Terminal Domestik melayani keberangkatan domestik dengan 8 gerbang: Gerbang 1A,
1B, 1C, 2, 3, 4, 5, dan 6. Untuk pengambilan bagasi, Terminal Domestik kedatangan
memiliki 4 titik pengambilan bagasi.
3. Terminal Internasional
4. Terminal Internasional keberangkatan memiliki 14 gerbang: Gerbang 1A, 1B, 2, 3, 4, 5,
6, 7, 8, 9A, 9B, 10, 11, dan 12. Untuk gerbang keberangkatan internasional difasilitasi
dengan garbarata atau biasa disebut belalai gajah. Terminal internasional kedatangan
memiliki 7 pengambilan bagasi. Terdapat pula fasilitas Visa on Arrival (VoA) dan imigrasi
serta bea cukai (custom) di area kedatangan internasional.

Bandara Ngurah Rai Denpasar
Selengkapnya

Bandara di Makassar

Bandar Udara Sultan Hasanuddin (UPG)

Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin terletak tiga puluh kilometer dari Kota
Makassar, provinsi Sulawesi Selatan. Sepanjang pengoperasiannya, bandara ini telah
beberapa kali berganti nama. Awalnya lebih dikenal dengan Lapangan Terbang Kadieng,
bandara ini memilih rute Surabaya sebagai rute komersil pertama. Penjajah Jepang kemudian
melakukan perbaikan landasan pacu dari rumput menjadi beton dan mengganti nama bandara
menjadi Lapangan Terbang Mandai. Bandara yang kemudian dinamai dari Sultan Gowa ini
pernah menjadi salah satu bandara tersibuk karena menghubungkan Indonesia bagian Barat
dengan Timur. Sejak 28 Oktober 2006 hingga Juli 2008 Perluasan dan pengembangan telah
dilakukan sejak tahun 2004 sampai 2009 pada bandara ini hingga dapat menampung sekitar 7
juta penumpang setiap tahunnya, dengan rata jumlah 3,500 penumpang per jam untuk peak
season. Pada tahun 2008, rute internasional bandara ini sempat ditutup karena banyaknya
maskapai internasional (terutama Garuda Indonesia) yang mengalami kerugian. Saat ini,
Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin memiliki luas sekitar 381 hektar dengan
fasillitas antara lain, dua landasan pacu (yang pertama sepanjang 3,500 m x 45 m dan yang
kedua 2,500 m x 45 m, apron (lapangan parkir pesawat) dengan kapasitas tujuh pesawat
berbadan lebar, serta taxiway. Di awal tahun 2015, PT. Angkasa Pura II (Persero) melakukan
pembebasan tanah seluas 60 hektar untuk melakukan pembangunan Bandar Udara
Internasional Sultan Hasanuddin yang baru. Pembangunan ini dilakukan untuk memaksimalkan
kinerja serta fungsi bandara menjadi 15 juta penumpang per tahunnya. Ditargetkan
pembangunan ini akan rampung pada tahun 2019.

Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin memiliki dua terminal bandara yang beroperasi,
di antaranya:

1. Terminal Lama
    Sejak dibangun terminal baru, terminal lama telah sepenuhnya dikosongkan dan
    digunakan hanya untuk keperluan TNI-AU dan menjadi tempat bagi Skuadron Udara 11.

2. Terminal Baru
    Terminal baru terletak di sebelah Selatan terminal lama. Terminal ini memiliki kapasitas
    hingga 7 juta penumpang dan berukuran 5 kali lebih besar daripada terminal lama.
    Terminal baru terdiri dari:
     a. Terminal Internasional
         Terminal Internasional Bandara Sultan Hasanuddin ini melayani penerbangan
         dengan rute internasional untuk maskapai Lion Air, AirAsia, Garuda Indonesia,
         Saudia, SilkAir, dan lain-lain.
     b. Terminal Domestik
         Terminal Domestik Bandara Sultan Hasanuddin ini melayani penerbangan dengan
          rute internasional untuk maskapai Batik Air, Lion Air, Garuda Indonesia, Citilink,
          Sriwijaya Air, Wings Air, Susi Air, Sriwijaya Air, Aviastar, Airfast Indonesia dan lain-
          lain.

Bandar Udara Sultan Hasanuddin
Selengkapnya

Kuliner dan Hiburan di Makassar

18 Destinasi Tempat Wisata di Makassar Terbaik

Objek Wisata di Makassar Oleh-oleh Khas Makassar Makanan Tradisional Khas Makassar Wisata Kuliner di Makassar Tempat Wisata di Makassar –  Memang sejak lama, Makassar sudah terkenal akan keindahan alamnya. Tidak hanya itu, sebagai kota Metropolitan – salah satu yang terbesar di Indonesia bagian timur – Makassar menyimpan banyak sejarah. Kotanya sendiri hingga sekarang telah berkembang […]

John Cendra, Inspirasi di Balik Kopi Lokal Premium

Berbicara tentang kopi tidak pernah ada habisnya. Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki beragam jenis kopi dari Sabang hingga ujung Merauke. Salah satu tempat untuk menikmati kopi terbaik di Kota Makassar adalah Kopi Ujung. Toko yang awalnya menjual oleh-oleh khas Makassar itu kini dikenal dengan kopinya yang enak. Di balik popularitas tersebut terdapat sosok John Cendra, […]

13 Destinasi Wisata Kuliner di Makassar Paling Recommended!

Objek Wisata di Makassar Oleh-oleh Khas Makassar Makanan Tradisional Khas Makassar Wisata Kuliner di Makassar Wisata Kuliner Makassar – Kota yang sempat dikenal dengan nama Ujung Pandang ini memang menjadi salah satu destinasi wisata favorit para pelancong, khususnya dari luar Pulau Sulawesi. Menawarkan banyak hal untuk dieksplorasi, mulai dari wisata sejarah, budaya, sampai wisata kuliner […]

Maskapai Penerbangan

Garuda Indonesia
Lion Air
Batik Air
Sriwijaya Air
Citilink Indonesia
Wings Air
Destinasi Populer
Bantuan
Keamanan
PCI Compliant
Ikuti Kami
FacebookTwitterInstagram
Get it on Google PlayDownload on the App Store