tokopedia-logo
Travel
Jakarta-Bandar Lampung

Tiket Pesawat dari Jakarta - Bandar Lampung

Asal
Swap locations
Tujuan
Berangkat
Pulang
29 Nov 2021
Jumlah Penumpang
1 dewasa
Kelas Penerbangan
Ekonomi
INDONESIA
JOG
Yogyakarta - Adisutjipto (JOG)
SRG
Semarang - Achmad Yani (SRG)
SUB
Surabaya - Juanda (SUB)
PNK
Pontianak - Supadio (PNK)
KNO
Medan - Kualanamu (KNO)
PDG
Padang - Minangkabau (PDG)
PGK
Pangkal Pinang - Depati Amir (PGK)
PKU
Pekanbaru - Sultan Syarif Kasim II (PKU)
SOC
Solo - Adisumarmo (SOC)
DPS
Denpasar - Ngurah Rai (DPS)
CGK
Jakarta - Soekarno Hatta (CGK)
UPG
Makassar - Sultan Hasanuddin (UPG)
PLM
Palembang - Sultan Mahmud Badaruddin II (PLM)
MALAYSIA
KUL
Kuala Lumpur - Kuala Lumpur (KUL)
SINGAPORE
SIN
Singapore - Changi (SIN)
INDONESIA
JOG
Yogyakarta - Adisutjipto (JOG)
SRG
Semarang - Achmad Yani (SRG)
SUB
Surabaya - Juanda (SUB)
PNK
Pontianak - Supadio (PNK)
KNO
Medan - Kualanamu (KNO)
PDG
Padang - Minangkabau (PDG)
PGK
Pangkal Pinang - Depati Amir (PGK)
PKU
Pekanbaru - Sultan Syarif Kasim II (PKU)
SOC
Solo - Adisumarmo (SOC)
DPS
Denpasar - Ngurah Rai (DPS)
CGK
Jakarta - Soekarno Hatta (CGK)
UPG
Makassar - Sultan Hasanuddin (UPG)
PLM
Palembang - Sultan Mahmud Badaruddin II (PLM)
MALAYSIA
KUL
Kuala Lumpur - Kuala Lumpur (KUL)
SINGAPORE
SIN
Singapore - Changi (SIN)
Number of adult passengers
Dewasa
Usia 12 tahun ke atas
Number of child passengers
Anak
Usia 2 - 12 tahun
Number of infant passengers
Bayi
Usia di bawah 2 tahun
Ekonomi
Bisnis
Utama

Daftar Harga Tiket Pesawat dari Jakarta ke Bandar Lampung

Bandara di Jakarta

Bandara Soekarno Hatta (CGK)
Bandar Udara Halim Perdana Kusuma (HLP)
Bandara Pondok Cabe (PCB)

Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta terletak di Tangerang, Banten dan Cengkareng, Jakarta. Bandara ini pertama kali beroperasi pada tanggal 1 Mei 1985, menggantikan Bandar
Udara Kemayoran di Jakarta Pusat yang sudah ditutup di tahun yang sama. Bandara ini diberi
nama sesuai dengan nama presiden dan wakil presiden pertama di Indonesia, yaitu Soekarno
dan Mohammad Hatta. Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta memiliki luas 18 km persegi
dengan 2 landasan paralel yang dipisahkan oleh 2 taxiway sepanjang 2,4 km. Pada tahun 2011,
bandara ini menduduki posisi ke-12 bandara dengan penumpang terbanyak di dunia, dengan
perkiraan mampu menampung 19 juta hingga 25 juta penumpang per tahun.

Hingga saat ini, di Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta terdapat tiga terminal bandara
beroperasi dan satu terminal yang sedang dibangun:

  1. Terminal 1
    Terletak di sisi selatan bandara, terminal ini mengoperasikan penerbangan rute
    domestik selain maskapai Garuda Indonesia. Gerbang di Terminal 1 memiliki awalan
    huruf abjad A, B, dan C.
  2. Terminal 2
    Terminal 2 Bandara Internasional Soekarno Hatta dibuka pada tahun 1992 dan terletak
    di sisi utara bandara. Terminal ini melayani penerbangan rute internasional dan
    domestik.
  3. Terminal 3
    Terminal 3 atau T3 resmi beroperasi pada tahun 2011. Terminal ini mengoperasikan
    penerbangan domestik khusus maskapai Garuda Indonesia, dan penerbangan
    internasional oleh berbagai maskapai seperti Saudi Arabian Airlines dan Korean Air.
  4. Terminal 4
    Dikarenakan semakin meningkatnya jumlah penumpang, Terminal 4 rencananya akan
    dibangun pada tahun 2020 dan berlokasi di sisi utara Bandara Internasional Soekarno
    Hatta.
Bandara Soekarno Hatta (CGK)
Selengkapnya

Bandar Udara Halim Perdanakusuma merupakan sebuah bandara yang dikelola oleh PT
Angkasa Pura II dan terletak di Kecamatan Makasar, Jakarta, Indonesia. Bandara ini juga
beroperasi sebagai markas besar Komando Operasi Angkatan Udara I (Koops AU I) TNI-AU.
Awalnya, bandara ini diberi nama Vliegveld Tjililitan atau Lapangan Terbang Cililitan ketika
pertama kali dibuka pada tahun 1925. Lapangan Terbang Cililitan menjadi lapangan terbang
pertama di Hindia Belanda yang melayani penerbangan internasional. Setelah Belanda
menyerahkan kepemilikan landasan udara ini ke pemerintah Indonesia sepenuhnya pada
tanggal 20 Juni 1950, AURI pun segera mengambil alih dan menjadikannya pangkalan udara
militer. Namanya pun diganti sesuai dengan nama pahlawan nasional, Abdul Halim
Perdanakusuma, pada hari kemerdekaan Indonesia yang ketujuh.

Sebelum tahun 2014, bandara ini hanya melayani penerbangan VVIP dan charter flight, setelah
kemudian bandara ini dialihfungsikan menjadi bandara komersial akibat penuhnya penerbangan
di Bandara Internasional Soekarno Hatta. Bandara ini memiliki landasan pacu sepanjang 3
kilometer, dengan luas tanah mencapai 170 hektar dan luas terminal sekitar 19 kilometer
persegi. Diperkirakan Bandara Halim Perdanakusuma dapat menampung sebanyak 15 ribu
penumpang setiap harinya. Fasilitas yang dimiliki oleh bandara ini pun cukup lengkap, seperti e-
kiosk, konter check in, musholla, ruang tunggu, ATM center, dan toilet. Adapun maskapai
penerbangan yang beroperasi di Bandara Halim Perdanakusuma adalah Citilink, Batik Air,
Wings Air, Susi Air, TransNusa, dan Pelita Air.

Bandara Halim Perdanakusuma
Selengkapnya

Bandara Pondok Cabe (PCB) yang terletak di kawasan Pondok Cabe Udik, Pamulang,
Tangerang Selatan, Banten ini dulunya merupakan pangkalan militer di era Perang Pasifik.
Pada tahun 1942, saat pasukan Sekutu ABDA (America, British, Dutch, Australia menduduki
Indonesia, bandara ini dibangun untuk menghalau invasi pasukan Jepang ke Jawa sebagai
bentuk pertahanan militer. 32 pesawat tempur disiapkan di bandara ini. Pondok Cabe dianggap
sebagai lokasi yang tepat sebagai tempat perlindungan karena masih rimbunnya lingkungan
sekitar saat itu. Bandara Pondok Cabe menerima 25 unit Hawker Hurricane RAF, diikuti dengan
Skuadron 36, Skuadron 100 RAF, pesawat Vickers Vildebeest dan bomber torpedo Fairey
Albacore.


Pembangunan dilanjutkan pada tahun 1972 oleh Pertamina sebagai tempat bersarangnya
pesawat-pesawat milik Divisi Penerbangan Pertamina, yang merupakan cikal bakal PT PAS.
Pesawat-pesawat milik PT PAS ini digunakan untuk mendukung program transmigrasi yang
dicanangkan pemerintah Indonesia pada waktu itu. Bandara Pondok Cabe pada masa itu juga
turut mendukung operasional kontraktor production sharing dan perusahaan migas di
Indonesia. Lapangan terbang tersebut mengalami pengembangan lebih lanjut yang ditandai
dengan pembangunan infrastruktur seperti perpanjangan landasan pacu, penambahan apron
dan hanggar. Setelah tahun 1985, lapangan terbang itu juga menjadi basis operasi Polisi
Udara, Penerbang TNI AL, Skuadron 21/Serba Guna Penerbang TNI AD, dan Persatuan Olah
Raga Terbang Layang Jakarta Raya.

Meskipun saat ini Bandara Pondok Cabe masih hanya dapat melayani penerbangan charter
untuk berbagai perusahaan minyak dan gas di Indonesia, nantinya pada akhir tahun 2018,
landasan udara ini akan melayani penerbangan reguler alias dikomersilkan. Ekspansi ini terjadi
setelah dilakukan revitalisasi yang mencakup lahan seluas 119 hektar dan landasan pacu
sepanjang 2.200 meter. Pesawat Boeing Classic dan pesawat-pesawat propeller reguler
maupun non-reguler nantinya akan dapat mendarat di landasan pacu ini. Saat ini, Pelita Air
Service merupakan pihak yang mengelola bandara. Perusahaan tersebut juga mengoperasikan
maskapai Pelita Air. Bandara Pondok Cabe dikomersilkan untuk menghadapi lonjakan
penumpang di Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Halim Perdanakusuma.

Bandara Pondok Cabe
Selengkapnya

Bandara di Bandar Lampung

Bandara Radin Inten II (TKG)

Bandara Radin Inten II yang terletak di Jalan Branti Raya, Natar, barat laut Bandar Lampung,
Kabupaten Lampung Selatan, sebelumnya bernama Pelabuhan Udara Branti. Bandara ini
terletak 28 km dari Kota Bandar Lampung, dan nama bandara berasal dari nama sultan terakhir
Lampung, Sultan Radin Inten II. Menjadi satu-satunya bandara dengan gedung parkir yang
memiliki empat lantai, Bandara Radin Inten II mengadopsi gaya futuristik. Adanya gedung
berlantai empat ini bertujuan untuk mengantisipasi melonjaknya jumlah wisatawan di Lampung.
Anda bisa mengunjungi Bandara Radin Inten baik dengan menggunakan kendaraan pribadi,
angkutan kota, atau pun taksi.


Terminal di Bandara Radin Inten II yang memiliki tiga lantai dapat menampung lebih dari 3 juta
penumpang per tahunnya. Selain melayani embarkasi haji yang telah dilakukan sejak 2010,
Bandara Radin Inten II juga telah melayani penerbangan internasional yang sebelumnya hanya
menyediakan penerbangan domestik. Maskapai penerbangan yang melayani penerbangan
domestik dan internasional antara lain AirAsia, Batik Air, Citilink, Express Air, Firefly, Garuda
Indonesia, Lion Air, Malindo Air, Nam Air, Sriwijaya Air, dan Wings Air dengan rute
keberangkatan dan kepulangan dari dan ke Jakarta, Medan, Bandung, Palembang, Batam,
Surabaya, Yogyakarta, Jambi, Lubuklinggau, Palembang, Surakarta, Kuala Lumpur, dan
Penang. Fasilitas yang disediakan meliputi toilet, mushola, charging box, ruang tunggu dengan
televisi, lift, sejumlah tempat makan, dan toko yang menjual oleh-oleh khas Lampung.

Bandara Radin Inten II
Selengkapnya

Maskapai Penerbangan

Citilink Indonesia
Wings Air
Lion Air
Garuda Indonesia
Batik Air
Destinasi Populer
Bantuan
Keamanan
PCI Compliant
Ikuti Kami
FacebookTwitterInstagram
Get it on Google PlayDownload on the App Store