Tiket Pesawat dari Padang - Bandung

DariTujuan
Berangkat
Pulang
6 Agu 2020
9 Agu 2020
Agustus 2020
MinSenSelRabKamJumSab
1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031
September 2020
MinSenSelRabKamJumSab
12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930
PenumpangKelas
Destinasi Populer
Indonesia
Jakarta
Denpasar
Surabaya
Yogyakarta
Medan
Makassar
Semarang
Padang
Palembang
Pontianak
Balikpapan
Bandung
Singapore
Singapore
Malaysia
Kuala Lumpur
Penang
Thailand
Bangkok
Hong Kong
Hong Kong
Jepang
Tokyo
Korea Selatan
Seoul
Inggris
London
Destinasi Populer
Indonesia
Jakarta
Denpasar
Surabaya
Yogyakarta
Medan
Makassar
Semarang
Padang
Palembang
Pontianak
Balikpapan
Bandung
Singapore
Singapore
Malaysia
Kuala Lumpur
Penang
Thailand
Bangkok
Hong Kong
Hong Kong
Jepang
Tokyo
Korea Selatan
Seoul
Inggris
London
1 Dewasa
Dewasa
Lebih dari 12 tahun
Anak
2 - 12 tahun
Bayi
kurang dari 2 tahun
Ekonomi
Ekonomi
Bisnis
Utama
Cari Tiket
Widget17
Widget12

Bandara di Padang

Bandar Udara Internasional Minangkabau adalah bandara utama di provinsi Sumatera Barat
yang terletak sekitar 23 km dari pusat Kota Padang, yaitu di wilayah Ketaping, Kecamatan
Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman. Bandara ini merupakan bandara kedua setelah
Soekarno-Hatta yang dibangun sejak awal. Pembangunan bandara ini dimulai sejak tahun 2001
menggunakan pinjaman dari Japan Bank International Coorporation (JICB). Pertama kali
beroperasi sejak 22 Juli 2005, Bandar Udara Internasional Minangkabau dibangun untuk
menggantikan Bandar Udara Tabing yang sudah tidak lagi memenuhi persyaratan operasi sejak
34 tahun digunakan, terutama dari segi keselamatan. Bandar Udara Internasional Minangkabau
adalah bandara pertama di dunia yang menjadikan etnis sebagai namanya. Secara
keseluruhan, Bandar Udara Internasional Minangkabau memiliki luas sekitar 4,27 km², dengan
landasan pacu dengan panjang 3.000 meter dan lebar 45 meter. Terminal bandara ini memiliki luas
sekitar 20.568 m² dengan kapasitas sekitar 2,3 juta penumpang setiap tahunnya. Sejak tahun 2010,
bandara ini telah melakukan perluasan sebanyak dua tahap. Pada tahun 2017, tahap ketiga
perluasan pembangunan dilakukan dan ditargetkan akan mencapai luas sebesar 49.000 m², dengan
landasan bandara sepanjang 3.600 meter dan landasan penghubung untuk menampung hingga 5,9
juta penumpang per tahun. Sejak tahun 2006, bandara ini dijadikan sebagai tempat keberangkatan
dan penurunan penumpang haji untuk wilayah provinsi Sumatera Barat, Bengkulu dan beberapa
wilayah Jambi. Kebijakan ini ditetapkan oleh Kementrian Agama. Kemudian, pada tahun 2012, PT.
Angkasa Pura II memperpanjang jam operasional bandara hingga pukul 00.00 WIB, dari yang
sebelumnya hanya pukul 21.00 WIB.


Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin memiliki satu terminal bandara yang beroperasi
dan masih mengalami perluasan, yaitu:

  1. Terminal 1 (T1)
    Untuk saat ini, terminal 1 memiliki kapasitas yang dapat menampung hingga 2,7
    penumpang. Terminal ini terdiri dari:

    Terminal Internasional
    Terminal Internasional Bandara Minangkabau ini melayani penerbangan dengan
    rute internasional untuk maskapai Lion Air, AirAsia, Garuda Indonesia, Saudia,
    Scoot, dan lain-lain.

    Terminal Domestik
    Terminal Domestik Bandara Minangkabau ini melayani penerbangan dengan rute
    internasional untuk maskapai Batik Air, Lion Air, Garuda Indonesia, Citilink,
    Sriwijaya Air, Wings Air, Susi Air, NAM Air, Sriwijaya Air, Xpress Air dan lain-lain.
Selengkapnya
Bandara Minangkabau (PDG)
Bandara Minangkabau (PDG)

Bandara di Bandung

Bandara Husein Sastranegara merupakan bandar udara bertaraf internasional yang berlokasi di
Jalan Pajajaran Nomor. 156, Kelurahan Husen Sastranegara, Kecamatan Cicendo, Kota
Bandung. Pada awal dibangun, bandara ini merupakan bandara milik Pemerintah Hindia
Belanda dan memiliki nama Lapangan Terbang Andir. Nama bandara ini berasal dari nama
seorang pilot militer AURI bernama Husein Sastranegara yang gugur saat sedang melakukan
latihan terbang di Yogyakarta. Hingga pada tahun 1973, Bandara Husein Sastranegara mulai
difungsikan untuk penerbangan komersial. Tepat pada Februari 1983 sesuai dengan Keputusan
Menteri Perhubungan Nomor: KM 68/HK 207/PHB-83, Bandara Husein Sastranegara berubah
menjadi kelas II yang sebelumnya memiliki klasifikasi Pelabuhan Udara kelas III. Tahun 1994
adalah tahun pengalihan pengelolaan bandara kepada PT. Angkasa Pura II yang sebelumnya
dikelola oleh Departemen Perhubungan.

Bandara Husein Sastranegara memiliki terminal baru yang megah dan modern, dan terminal
baru ini dioperasikan mulai tahun 2017 silam. Kini, terminal baru Bandara Husein Sastranegara
mampu menampung penumpang sebanyak satu juta setiap tahunnya. Tak hanya terminal baru
untuk melayani penerbangan internasional, terminal domestik pun masih aktif dioperasikan.
Maka, dengan beroperasinya terminal domestik dan terminal internasional secara bersamaan,
Bandara Husein Sastranegara sanggup untuk menampung hingga total 3,4 juta per tahun.
Fasilitas yang tersedia di Bandara Husein Sastranegara meliputi Wi-Fi gratis, toilet, ruang
merokok, ruang menyusui anak, mushola, dan lounge.

Selengkapnya
Bandara Husein Sastranegara
Bandara Husein Sastranegara (BDO)

Maskapai Penerbangan

Wings AirCitilink IndonesiaIndonesia AirAsia