Tiket Pesawat dari Padang - Medan

DariTujuan
Berangkat
Pulang
17 Jul 2020
20 Jul 2020
Juli 2020
MinSenSelRabKamJumSab
1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031
Agustus 2020
MinSenSelRabKamJumSab
1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031
PenumpangKelas
Destinasi Populer
Indonesia
Jakarta
Denpasar
Surabaya
Yogyakarta
Medan
Makassar
Semarang
Padang
Palembang
Pontianak
Balikpapan
Bandung
Singapore
Singapore
Malaysia
Kuala Lumpur
Penang
Thailand
Bangkok
Hong Kong
Hong Kong
Jepang
Tokyo
Korea Selatan
Seoul
Inggris
London
Destinasi Populer
Indonesia
Jakarta
Denpasar
Surabaya
Yogyakarta
Medan
Makassar
Semarang
Padang
Palembang
Pontianak
Balikpapan
Bandung
Singapore
Singapore
Malaysia
Kuala Lumpur
Penang
Thailand
Bangkok
Hong Kong
Hong Kong
Jepang
Tokyo
Korea Selatan
Seoul
Inggris
London
1 Dewasa
Dewasa
Lebih dari 12 tahun
Anak
2 - 12 tahun
Bayi
kurang dari 2 tahun
Ekonomi
Ekonomi
Bisnis
Utama
Cari Tiket
Widget17
Widget12

Bandara di Padang

Bandar Udara Internasional Minangkabau adalah bandara utama di provinsi Sumatera Barat
yang terletak sekitar 23 km dari pusat Kota Padang, yaitu di wilayah Ketaping, Kecamatan
Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman. Bandara ini merupakan bandara kedua setelah
Soekarno-Hatta yang dibangun sejak awal. Pembangunan bandara ini dimulai sejak tahun 2001
menggunakan pinjaman dari Japan Bank International Coorporation (JICB). Pertama kali
beroperasi sejak 22 Juli 2005, Bandar Udara Internasional Minangkabau dibangun untuk
menggantikan Bandar Udara Tabing yang sudah tidak lagi memenuhi persyaratan operasi sejak
34 tahun digunakan, terutama dari segi keselamatan. Bandar Udara Internasional Minangkabau
adalah bandara pertama di dunia yang menjadikan etnis sebagai namanya. Secara
keseluruhan, Bandar Udara Internasional Minangkabau memiliki luas sekitar 4,27 km², dengan
landasan pacu dengan panjang 3.000 meter dan lebar 45 meter. Terminal bandara ini memiliki luas
sekitar 20.568 m² dengan kapasitas sekitar 2,3 juta penumpang setiap tahunnya. Sejak tahun 2010,
bandara ini telah melakukan perluasan sebanyak dua tahap. Pada tahun 2017, tahap ketiga
perluasan pembangunan dilakukan dan ditargetkan akan mencapai luas sebesar 49.000 m², dengan
landasan bandara sepanjang 3.600 meter dan landasan penghubung untuk menampung hingga 5,9
juta penumpang per tahun. Sejak tahun 2006, bandara ini dijadikan sebagai tempat keberangkatan
dan penurunan penumpang haji untuk wilayah provinsi Sumatera Barat, Bengkulu dan beberapa
wilayah Jambi. Kebijakan ini ditetapkan oleh Kementrian Agama. Kemudian, pada tahun 2012, PT.
Angkasa Pura II memperpanjang jam operasional bandara hingga pukul 00.00 WIB, dari yang
sebelumnya hanya pukul 21.00 WIB.


Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin memiliki satu terminal bandara yang beroperasi
dan masih mengalami perluasan, yaitu:

  1. Terminal 1 (T1)
    Untuk saat ini, terminal 1 memiliki kapasitas yang dapat menampung hingga 2,7
    penumpang. Terminal ini terdiri dari:

    Terminal Internasional
    Terminal Internasional Bandara Minangkabau ini melayani penerbangan dengan
    rute internasional untuk maskapai Lion Air, AirAsia, Garuda Indonesia, Saudia,
    Scoot, dan lain-lain.

    Terminal Domestik
    Terminal Domestik Bandara Minangkabau ini melayani penerbangan dengan rute
    internasional untuk maskapai Batik Air, Lion Air, Garuda Indonesia, Citilink,
    Sriwijaya Air, Wings Air, Susi Air, NAM Air, Sriwijaya Air, Xpress Air dan lain-lain.
Selengkapnya
Bandara Minangkabau (PDG)
Bandara Minangkabau (PDG)

Bandara di Medan

Bandara Kualanamu (KNO) adalah Bandar Udara Internasional yang terletak di Kabupaten Deli
Serdang, Sumatera Utara. Melayani penerbangan wilayah Medan dan sekitarnya, bandara ini
merupakan bandara terbesar di Pulau Sumatera - terbesar kedua di Indonesia setelah Bandara
Soekarno-Hatta. Ide pembangunan bandara ini muncul dari kebutuhan akan bandara
Internasional di Sumatera Utara. Bandara Polonia yang terletak di Kota Medan tidak cocok
untuk itu karena ekspansi yang sulit. Ditambah lagi, Bandara Polonia juga cukup rawan dengan
kecelakaan. Maka akhirnya diputuskan untuk membangun bandara baru bertaraf internasional
di luar Kota Medan. Terletak 39 Kilometer dari Kota Medan, Bandara Internasional Kualanamu
dilengkapi dengan fasilitas infrastruktur berupa landasan pacu dengan panjang 3,75 km, cocok
untuk pesawat-pesawat besar seperti Boeing 777. Selain itu, Bandar Udara Internasional
Kualanamu memiliki terminal untuk keperluan penumpang dan kargo, dengan kapasitas
penumpang sekitar 8,5 juta per tahun pada tahap 1 ini. Di tahap 2, direncanakan penumpang
yang dilayani per tahun akan mencapai 25 juta orang Terdapat layanan kereta api bandara
langsung dari Kota Medan untuk penumpang yang akan terbang melalui Bandara Kualanamu.


Berikut detail terminal Bandara Kualanamu yang sudah operasional:


Terminal Bandara Kualanamu
Terminal Bandara Kualanamu ini memiliki luas sekitar 6,5 hektar, dengan pembagian
3,5 hektar untuk area fasilitas komersial dan 1,3 hektar untuk aktivitas kargo. Terminal
ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang yang lengkap untuk memanjakan
pengunjungnya, seperti diantaranya ATM, toko, mushola, pelayanan angkutan darat
terpadu, wifi gratis, nursery room, penukaran uang, dan lainnya. Sebagai bandara
internasional, terminal ini terhubung dengan layanan kereta api cepat yang dapat
memudahkan transportasi penumpang dari Kota Medan.

Selengkapnya
Bandara Kualanamu Medan
Bandara Kualanamu (KNO)

Maskapai Penerbangan

Lion AirSriwijaya AirIndonesia AirAsiaGaruda IndonesiaCitilink IndonesiaBatik AirWings AirAirAsia