Tiket Pesawat ke Kendari

DariTujuan
Berangkat
Pulang
16 Jul 2020
19 Jul 2020
Juli 2020
MinSenSelRabKamJumSab
1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031
Agustus 2020
MinSenSelRabKamJumSab
1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031
PenumpangKelas
Destinasi Populer
Indonesia
Jakarta
Denpasar
Surabaya
Yogyakarta
Medan
Makassar
Semarang
Padang
Palembang
Pontianak
Balikpapan
Bandung
Singapore
Singapore
Malaysia
Kuala Lumpur
Penang
Thailand
Bangkok
Hong Kong
Hong Kong
Jepang
Tokyo
Korea Selatan
Seoul
Inggris
London
Destinasi Populer
Indonesia
Jakarta
Denpasar
Surabaya
Yogyakarta
Medan
Makassar
Semarang
Padang
Palembang
Pontianak
Balikpapan
Bandung
Singapore
Singapore
Malaysia
Kuala Lumpur
Penang
Thailand
Bangkok
Hong Kong
Hong Kong
Jepang
Tokyo
Korea Selatan
Seoul
Inggris
London
1 Dewasa
Dewasa
Lebih dari 12 tahun
Anak
2 - 12 tahun
Bayi
kurang dari 2 tahun
Ekonomi
Ekonomi
Bisnis
Utama
Cari Tiket
Widget12

Bandara di Kendari

Bandara Haluoleo (KDI) adalah bandara yang terletak di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.
Sebelumnya bandara ini bernama Wolter Monginsidi yang diambil dari nama pahlawan
nasional Indonesia Robert Wolter Monginsidi. Sejak 13 Februari 2010, nama bandara ini
diubah untuk menghormati sultan keenam Kesultanan Buton, Haluoleo. Bandara Haluoleo
dilengkapi dengan fasilitas infrastruktur berupa landasan pacu sepanjang 2.500 M, dan
Aerobridge atau Garbarata untuk memudahkan penumpang memasuki kawasan terminal
keberangkatan dan kedatangan bandara dan menuju dari dan ke pesawat udara serta
Apron bandara yang dapat menampung 8 pesawat berbadan lebar seperti Boeing 737-
900ER maupun Airbus A320.


Berikut detail terminal bandara Haluoleo:
Bandara Haluoleo ini memiliki terminal penumpang seluas 1.000 M². Bandara ini juga
dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang seperti ruang tunggu, ATM, toilet, WiFi, dan area
komersial

Selengkapnya
Bandara Haluoleo (KDI) Kendari
Bandara Haluoleo (KDI)

Perjalanan ke Kendari

Tahun 1831, Kendari ditemukan oleh seorang berkebangsaan Belanda bernama Vosmaer. Vosmaer juga merupakan orang yang pertama kali menulis dan membuat peta tentang Kendari. Memasuki era kolonial Belanda, Kendari ditunjuk sebagai ibu kota Kecamatan Kewedanan dan kemudian ibu kota Onder Afdeling Laiwoi.

 

Saat ini, Kendari menjadi ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara. Topografi kotanya didominasi oleh dataran berbukit dengan sungai-sungai yang bermuara ke Teluk Kendari. Hal tersebut menjadikan hasil laut Kendari memiliki kualitas yang sangat baik.

 

Untuk melayani transportasi udara antarkota dan antarprovinsi, Kendari menyediakan satu bandara bernama Bandara Haluoleo. Tiket pesawat ke Kendari sendiri sudah banyak tersedia, utamanya melalui maskapai Garuda Indonesia, Lion Air, Wings Air, Sriwijaya Air, Susi Air, dan Aviastar Mandiri.

Destinasi Populer di Kota Kendari

 

Letak geografis yang berdampingan dengan Teluk Kendari menjadikan kota ini menyimpan kekayaan alam bahari yang menawan. Orang-orang pun cukup banyak yang membeli tiket pesawat ke Kendari untuk menikmati destinasi wisata tersebut. Saat berlibur di Kendari, tiga tujuan berikut harus dimasukkan dalam daftar perjalanan.

 

  1. Pantai Nambo

 

Di Kota Kendari, wisatawan juga bisa mengunjungi sejumlah pantai untuk menghilangkan rasa bosan. Salah satu pantai andalan di Kendari yang menawarkan pemandangan eksotis adalah Pantai Nambo. Lokasi pantai ini cukup strategis sehingga mudah diakses pelancong dari dalam maupun luar kota.

 

  1. Pulau Bokori

 

Suasana Pulau Bokori sangat mempesona, terdapat jembatan kayu besar membentang dari tepian menuju ke tengah laut biru yang berkilau. Pemandangan matahari terbenam tentu sangat cantik dipotret dari sini. Aktivitas utama yang membuat orang sampai lupa pulang tentunya adalah berenang dan snorkeling.

 

  1. Pulau Labengki

 

Berjarak sekitar 4 jam dari pusat kota, Pulau Labengki menawarkan keindahan bahari dengan pulau-pulau karang di tengah laut, spot penyelaman yang indah, serta pantai berpasir putih. Laguna berwarna hijau toska membuat mata ingin terus memandanginya tanpa berkedip. Selain itu, banyak penyelam menggemari Pulau Labengki karena mereka ingin bertemu dengan kerang raksasa berukuran 50 cm yang memang berhabitat di perairan pulau ini.



Selengkapnya
Tentang Perjalanan

Maskapai Penerbangan

Lion AirBatik AirCitilink IndonesiaGaruda Indonesia