tokopedia-logo
Travel
Area
Malioboro
Tujuan
Tujuan Populer
Jakarta
Indonesia
Kota
3.700+ properti
Bandung
Indonesia
Kota
1.200+ properti
Yogyakarta
Indonesia
Kota
1.500+ properti
Bali
Indonesia
Wilayah
1.200+ properti
Check-in
Min, 1 Agu 2021
Check-out
Sen, 2 Agu 2021
Durasi menginap 1 malam
Kamar dan Tamu
1 kamar, 1 tamu
Kamar
Tamu

Jumlah tamu tidak boleh kurang dari jumlah kamar.

Hotel di Malioboro

Tipe akomodasi di Malioboro

Hygiene Verified
Aveta Hotel Malioboro - CHSE Certified

Aveta Hotel Malioboro - CHSE Certified

Hotel
star-iconstar-iconstar-icon
Danurejan, Yogyakarta
Danurejan, Yogyakarta
7,9
Memuaskan
Rp378.000
Termasuk pajak /kamar/malam

Hotel lain di Malioboro

Yuk, Kenali Malioboro
Tentang Malioboro
Tempat Wisata Sejarah di Malioboro
Tempat Wisata Rekreasi di Malioboro
Tempat Wisata Kuliner di Malioboro
Akses Menuju Malioboro

Tentang Malioboro

Membentang sepanjang 2,5 km dari utara ke selatan, Malioboro merupakan kawasan jalan populer yang berada di Yogyakarta, Jawa Tengah. Batas jarak kawasan ini seca jelasnya dimulai dari Tugu Yogyakarta hingga ke perempatan Kantor Pos Yogyakarta. Kawasan Jalan Malioboro dikenal sebagai pusat perbelanjaan yang terdiri dari mal, lapak kaki lima yang menjual aneka oleh-oleh, dan deretan wisata kulinernya. Selain itu, daerah ini juga menjadi tempat berkumpulnya para seniman untuk mengekspresikan hasil karya seni mereka melalui lukisan, musik, pantomim, dan lain-lain. Tidak heran jika Malioboro tidak pernah sepi dikunjungi baik oleh masyarakat setempat, wisatawan lokal, maupun wisatawan mancanegara.

Malioboro dalam bahasa Sansekerta memiliki arti yaitu karangan bunga. Ada yang mengatakan bahwa nama Malioboro tersebut berasal dari nama seorang kolonial Inggris, Marlborough yang pernah singgah di kawasan ini pada tahun 1811 – 1816 M. Menurut sejarahnya, berdirinya kawasan Malioboro bertepatan dengan pendirian Keraton Yogyakarta. Kawasan Malioboro ini sudah mulai ramai sejak era kolonial Belanda yaitu pada tahun 1790 saat pemerintahan Belanda membangun benteng Vredeburg di ujung selatan jalan. Jalan Malioboro juga memegang peran penting dalam memperjuangan kemerdekaan Indonesia yang di mana pernah terjadi pertempuran hebat melawan Belanda yang ingin menguasai Yogyakarta.

Sebagai pusat kehidupan masyarakat Yogyakarta, Jalan Malioboro kini terus dikembangkan oleh pemerintah kota agar menjadi destinasi wisata yang aman dan nyaman untuk dikunjungi. Bukan hanya berbelanja hasil kerajinan tangan dan kuliner khas Yogyakarta, di sekitar Jalan Malioboro ini juga terdapat beragam objek wisata menarik yang penuh dengan catatan sejarah dan budaya yang kental. Dianggap sebagai jantung kota, tentu saja kawasan ini menjadi area populer bagi para wisatawan untuk mencari penginapan. Terdapat banyak sekali hotel dengan fasilitas dan harga yang berbeda-beda yang dapat Anda temui di sepanjang Jalan Malioboro dan sekitarnya. Tidak perlu khawatir, Anda dapat memesan hotel di Malioboro dengan mudah dan harga termurah di Tokopedia.

Tempat Wisata Sejarah di Malioboro

Yogyakarta memang merupakan kota yang memiliki banyak peninggalan bersejarah, termasuk di daerah Malioboro dan sekitarnya. Selain dapat puas berbelanja, di kawasan ini Anda juga dapat mengunjungi beberapa bangunan bersejarah yang unik.

Benteng Vredeburg

Benteng yang dibagun pada tahun 1767 oleh Sri Sultan Hamengku Buwono ini menjadi tujuan wisata favorit para wisatawan yang tengah berkunjung ke kawasan Malioboro. Jarak dari Benteng Vredeburg ke Malioboro sangatlah dekat, yaitu hanya 200 meter dari ujung Jalan Malioboro. Berdasarkan sejarahnya, benteng ini didirikan atas permintaan Belanda dan kemudian digunakan sebagai pusat pemerintahan dan pertahanan Belanda di era kolonial. Hal tersebut juga dikarenakan Belanda merasa terancam dengan pesatnya perkembangan Keraton Yogyakarta pada kala itu.

Benteng yang kini juga beroperasi sebagai museum ini memiliki banyak benda-benda bersejarah seperti diorama, minirama, mesin ketik, kendil, dan masih banyak lagi. Di tempat wisata ini, Anda juga dapat menyaksikan pemutaran film perjuangan para pahlawan pada zaman penjajahan.

Jam operasional: Selasa – Jumat, pukul 09.00 – 14.00 WIB.

Harga tiket: Rp2.000,- (Anak-anak), Rp3.000,- (Dewasa), dan Rp10.000,- (Wisatawan Mancanegara).

Tugu Yogyakarta

Tugu Yogyakarta merupakan titik awal penanda Jalan Malioboro. Dikenal sebagai landmark Kota Yogyakarta, tugu yang memiliki nama asli Tugu Pal Putih ini dibangun sejak tahun 1755 oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I. Tugu ini dipercayai masyarakat setempat sebagai simbol persatuan antara Keraton Yogyakarta dan rakyatnya. Tugu ini kemudian direnovasi oleh Belanda pada tahun 1889 setelah sempat runtuh akibat gempa yang melanda Yogyakarta. T

Tugu ini memiliki bentuk persegi memanjang ke atas yang tiap sisinya dihias oleh prasasti dengan ukiran huruf Jawa. Uniknya, puncak tugu ini berbentuk spiral layaknya tanduk unicorn. Baik wisatawan lokal maupun mancanegara gemar menjadikan tugu ini sebagai spot foto menarik, terutama pada sore dan malam hari.

Jam operasional: Setiap hari, 24 jam.

Harga tiket: Gratis.

Keraton Yogyakarta

Keraton Yogyakarta juga menjadi kawasan wisata yang berada tidak jauh dari Malioboro. Keraton Kesultanan Yogyakarta atau yang juga dikenal dengan nama Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat ini sangat cocok bagi Anda yang ingin berwisata ke tempat bersejarah dengan aspek budaya yang masih kental. Komplek Istana Keraton Yogyakarta ini juga digunakan sebagai kediaman dari Sri Sultan dan keluarga.

Jika Anda berkunjung ke tempat wisata ini, Anda akan disuguhkan dengan berbagai pertunjukan tradisional seperti tari-tarian, musik gamelan, hingga teater wayang kulit. Selain itu, Anda juga dapat mengelilingi area keraton sambil berfoto di beragam bangunan bersejarah yang memiliki arsitektur Jawa.

Jam operasional: Selasa - Minggu, pukul 08.00-13.00 WIB.

Harga tiket: Rp5.000,- (wisatawan lokal), dan Rp15.000,- (wisatawan mancanegara).

Tempat Wisata Rekreasi di Malioboro

Sebagai pusat perbelanjaan dengan konsep budaya yang masih kental, tidak heran jika Malioboro memiliki sederet wisata rekreasi yang melebur dengan area jual-beli kerajinan tangan hasil masyarakat setempat.

Sindu Kusuma Edupark

Kawasan berluaskan 7 hektar ini adalah salah satu theme park yang populer di Yogyakarta. Taman rekreasi yang baru dibangun pada tahun 2014 lalu ini memiliki berbagai macam wahana permainan sekaligus wisata edukasi yang seru untuk dikunjungi bersama keluarga saat sedang berlibur. Salah satu ikon dari tempat ini adalah wahana bianglala setinggi 48 meter yang juga merupakan bianglala tertinggi di Indonesia. Bianglala yang memiliki nama Cakra Manggilingan ini menawarkan pengalaman melihat panorama kota dari atas ketinggian layaknya pandangan mata seekor burung. Selain aneka wahana permainan seru, di Sindu Kusuma Edupark ini juga tersedia museum dan waterpark yang tidak boleh Anda lewatkan.

Jam operasional: Selasa – Jumat, pukul 12.00 – 20.00 WIB, dan weekend 08.00 – 21.00 WIB.

Harga tiket: Rp20.000 – Rp50.000,-

Titik Nol KM

Titik Nol KM adalah sebuah taman di persimpangan Kantor Pos Besar Yogyakarta yang berada di ujung utara Jalan Malioboro. Kawasan ini terdiri dari taman yang dilengkapi dengan bangku-bangku yang dapat digunakan sebagai tempat bersantai para pengunjung. Titik Nol KM menjadi salah satu tempat wisata di dekat Malioboro yang tidak pernah sepi dikunjungi banyak orang. Di sini, Anda dapat melihat berbagai pertunjukan seni, musik, dan keterampilan dari komunitas-komunitas di Yogyakarta. Bukan hanya itu saja, area ini juga dikelilingi berbagai bangunan bersejarah seperti Benteng Vredeburg, Gedung Agung, Gedung BNI, Monumen Batik, dan Monumen Serangan Oemoem 1 Maret.

Jam operasional: Setiap hari, 24 jam.

Harga tiket: Gratis.

Pasar Beringharjo

Selain berbelanja di sepanjang Jalan Malioboro, Anda juga dapat berwisata sekaligus berbelanja di Pasar Beringharjo yang masih berada di sekitar kawasan Malioboro tersebut. Pasar ini menjual aneka motif batik, aksesoris, kerajinan tangan, hingga rempah-rempah yang digunakan untuk membuat jamu tradisional. Pasar Beringharjo merupakan salah satu tempat perbelanjaan yang tidak pernah sepi pengunjung. Anda dapat membeli berbagai macam barang dengan harga yang miring di tempat ini.

Jam operasional: Setiap hari, pukul 08.30 – 21.00 WIB.

Tempat Wisata Kuliner di Malioboro

Belum dapat dikatakan ke Yogyakarta jika Anda tidak mencicipi sejumlah kuliner khasnya yang nikmat dan beragam. Anda dapat menemukan hidangan-hidangan tradisional tersebut di sepanjang Jalan Malioboro ini.

Gudeg Yu Djum

Yogyakarta memang dikenal dengan julukannya sebagai kota gudeg. Makanan yang terbuat dari nangka muda yang dimasak dengan santan ini menjadi hidangan wajib untuk Anda cicipi saat berada di Yogyakarta. Biasanya, gudeg juga disajikan bersama nasi dan menu pendamping lain seperti telur, ayam kampung, tahu, dan krecek. Terdapat 3 jenis gudeg yang dapat dipilih sesuai dengan kuah santan (areh) yang Anda inginkan, yaitu Gudeg basah, Gudeg Kering, dan Gudeg Manggar.

Salah satu tempat makan gudeg yang sudah populer dengan cita rasanya yang gurih dan nikmati adalah Gudeg Yu Djum. Tempat makan ini dapat Anda temukan di kawasan Malioboro yaitu di Jl. Malioboro Jl. Dagen No.2C, Sosromenduran, Gedong Tengen.

Jam buka: Setiap hari, pukul 07.00 – 22.00 WIB.

Harga: Rp25.000 – Rp35.000,-

Soto Lenthok

Kawasan Malioboro juga memiliki sajian soto khas yang tidak kalah unik dan nikmat. Soto lenthok terbuat dari daging ayam kampung yang dicampur dengan kuah soto dengan cita rasa gurih, manis, dan segar. Sekilas mirip soto kudus biasa, yang membedakan soto khas Yogyakarta ini dengan soto daerah lainnya adalah adanya lethok, yaitu sejenis perkedel yang terbuat dari singkong. Jika Anda tertarik mencoba hidangan ini, Anda dapat langsung menuju Soto Lenthok Pak Gareng di Jl. P. Mangkubumi, Sosromenduran, Gedong Tengen.

Jam buka: Setiap hari, pukul 06.00 – 15.00 WIB.

Harga: Mulai dari Rp6.000,-

Pecel Senggol

Pecel merupakan makanan yang sering dijumpai di Jawa Tengah, termasuk Yogyakarta. Makanan yang terdiri dari aneka sayuran rebus dan bumbu kacang khasnya ini kerap menjadi menu sarapan favorit banyak orang. Jika Anda berkunjung ke kawasan Malioboro, Anda harus menyempatkan diri untuk mencicipi Pecel Senggol yang berada di Pasar Beringharjo. Perpaduan rasa manis, gurih, dan pedas di Pecel Senggol ini pasti akan membuat Anda ketagihan.

Jam buka: Setiap hari, pukul 06.00 – 16.00 WIB.

Harga: Rp6.000,-

Akses Menuju Malioboro

Beberapa Pilihan transportasi di bawah ini dapat Anda gunakan untuk sampai ke Malioboro.

Bus

Bus menjadi salah satu sarana yang sering dipilih banya wisatawan karena harganya yang terjangkau. Bagi Anda yang ingin menggunakan bus, Anda dapat menggunakan bus yang menuju Terminal Giwangan di Jalan Imogiri Timur, Kelurahan Giwangan, Bantul, Kota Yogyakarta. Terminal ini melayani bus dari dalam kota, antar kota, dan lintas provinsi yang memiliki rute perjalanan melewati Jalan Malioboro. Jenis bus Trans Jogja dapat Anda gunakan untuk sampai ke beberapa pemberhentian di Malioboro, yaitu halte Halte Malioboro 1 dan Halte Jlagran.

Kereta Api

Kereta api juga menjadi sarana pilihan yang tepat untuk Anda yang ingin berkendara secara mudah dan praktis. Hal ini dikarenakan stasiun utama Yogyakarta yaitu Stasiun Tugu, berada sangat dekat dengan kawasan Malioboro. Stasiun ini melayani kereta api dari berbagai kota di seluruh Pulau Jawa. Anda hanya membutuhkan waktu 7 menit dengan berjalan kaki untuk dapat sampai ke Malioboro. Harga tiket kereta api tentu saja berbeda-beda sesuai dengan jarak yang ditempuh dan kelas kereta api yang Anda pilih.

Pesawat

Bagi Anda yang berasal dari luar Pulau Jawa atau luar Indonesia, maka transportsi menggunakan pesawatlah jawabannya. Menggunakan jalur udara memang akan memakan waktu perjalanan yang lebih cepat dibandingkan dengan sarana lainnya. Yogyakarta memiliki satu bandar udara, yaitu Bandara Internasional Adisucipto yang melayani baik penerbangan dalam maupun luar negeri. Dari bandara ini, Anda dapat melanjutkan perjalanan menggunakan Trans Jogja untuk sampai ke Jalan Malioboro.

Tujuan populer
Keamanan
PCI Compliant
Ikuti kami
FacebookTwitterInstagram
Get it on Google PlayDownload on the App Store