tokopedia-logo
Travel
City
Makassar
Tujuan
Tujuan Populer
Jakarta
Indonesia
Kota
3.700+ properti
Bandung
Indonesia
Kota
1.200+ properti
Yogyakarta
Indonesia
Kota
1.500+ properti
Bali
Indonesia
Wilayah
1.200+ properti
Check-in
Kam, 29 Jul 2021
Check-out
Jum, 30 Jul 2021
Durasi menginap 1 malam
Kamar dan Tamu
1 kamar, 1 tamu
Kamar
Tamu

Jumlah tamu tidak boleh kurang dari jumlah kamar.

Hotel di Makassar

Hygiene Verified
RedDoorz Plus @ Grand City Inn

RedDoorz Plus @ Grand City Inn

Hotel
star-iconstar-iconstar-icon
Makassar
Makassar
7,6
Memuaskan
Diskon Spesial
Rp167.200
Rp150.480
Termasuk pajak /kamar/malam
Yuk, Kenali Makassar
Tentang Makassar
Tempat Wisata Alam di Makassar
Tempat Wisata Sejarah di Makassar
Tempat Wisata Kuliner di Makassar
Akses ke Makassar

Tentang Makassar

Makassar merupakan Ibu kota dari Provinsi Sulawesi Selatan yang dulu dikenal dengan nama Ujung Pandang. Terletak di pesisir barat daya Pulau Sulawesi, Makasar berbatasan langsung dengan Selat Sunda di bagian barat, Kabupaten Kepulauan Pangkajene di bagian utara, Kabupaten Maros di bagian timur, dan Kabupaten Gowa di sebelah selatan. Makassar memiliki wilayah seluas 175,77 km persegi dengan jumlah penduduk lebih dari 1,5 juta jiwa. Hal ini menjadikan Makassar sebagai kota kelima terbesar di Indonesia sekaligus kota metropolitan terbesar di wilayah Indonesia Timur.

Makassar dihuni oleh masyarakat yang berasal dari berbagai macam suku bangsa dan budaya, yaitu terdiri dari Suku Makassar, Bugis, Toraja, Mandar, Buton, Jawa, dan Tionghoa. Makassar juga sering dijuluki dengan sebutan Kota Daeng yang berarti sapaan untuk seseorang yang lebih tua atau yang lebih dituakan. Daeng sendiri merupakan bagian dari budaya Makassar yang masih dilestarikan hingga kini, sapaan tersebut biasanya digunakan untuk memanggil daeng becak (penarik becak), daeng sopir pete-pete (angkutan umum), dan masih banyak lagi.

Sebagai kota yang multietnik dan multikultur, Makassar memiliki aneka ragam wisata yang menarik dan unik yang hanya dapat ditemukan di kota ini. Kotanya yang besar menawarkan serangkaian destinasi wisata, mulai dari tempat bersejarah, wisata alam, tempat rekreasi, hingga deretan kuliner khas Makassar yang cita rasanya telah tersohor di seluruh penjuru Indonesia. Makassar dapat menjadi tempat berlibur sempurna untuk Anda dan keluarga. Jangan lupa untuk menyiapkan akomodasi seperti hotel, guest house, atau airbnb terlebih dahulu sebelum Anda berkunjung ke kota ini.

Tempat Wisata Alam di Makassar

Makassar memiliki segudang wisata alam yang seru dan menarik untuk Anda kunjungi bersama teman atau keluarga. Berikut beberapa destinasi wisata alam populer di Makassar yang dapat Anda masukan ke dalam list perjalanan Anda:

Pantai Losari

Pantai Losari dapat dikatakan sebagai salah satu ikon dari Kota Makassar. Pantai yang terletak di tengah kota atau yang tepatnya di Jalan Penghibur ini selalu jadi tujuan pertama para wisatawan yang tengah berlibur ke Makassar. Berbeda dengan pantai kebanyakan, pantai Losari tidak memiliki pasir dan dibatasi oleh beton di setiap tepinya. Pantai ini selalu ramai pengunjung baik di pagi, siang, ataupun malam hari. Salah satu daya tarik pantai ini yang juga menjadi waktu terbaik untuk Anda berkunjung adalah saat matahari terbenam.

Selain itu, di sini Anda juga dapat melakukan berbagai aktivitas seru seperti berlayar dengan perahu, memancing, bermain banana boat atau sepeda air, hingga menikmati aneka jajanan kuliner khas Makassar yang ada di sekitar kawasan pantai tersebut.

Jam operasional: Setiap hari, 24 jam.

Harga tiket: Gratis.

Pulau Samalona

Buat Anda yang tertarik untuk mencoba diving atau menyelam di bawah laut, maka Pulau Samalona dapat menjadi destinasi wisata alam yang cocok untuk Anda. Pulau Samalona merupakan pulau kecil yang terletak di selat Makassar atau lebih tepatnya berada sekitar 2 km dari sebelah barat kecamatan Wajo, Makassar. Jika Anda berkunjung ke pulau ini, Anda pasti akan dibuat kagum dengan hantaran pasir berwarna putih dan air laut yang masih berwarna biru jernih.

Tempat wisata ini sangat terkenal sebagai tempat menyelam karena memiliki pemandangan terumbu karang yang indah dan aneka ragam ikan dan fauna laut lainnya. Menariknya, pulau Samalona juga memiliki berbagai misteri tentang tenggelamnya kapal-kapal peninggalan dari perang dunia ke-2, seperti kapal Maru, Kapal Lancaster Bomber, dan Kapal Kargo Hakko Maru. Bangkai kapal ini kini menjadi habitat dari ratusan biota laut dan menjadi salah satu spot favorit untuk menyelam. Selain itu, Anda dapat menyewa penginapan yang ada di dalam pulau Samalona atau Anda juga bisa memesan hotel di dekat kawasan pulau tersebut.

Jam operasional: Setiap hari, 24 jam.

Harga tiket: Rp300.000-Rp500.000,- (sewa perahu).

Pegunungan Karst Makassar

Wisata alam berikutnya juga tidak kalah unik dari destinasi lainnya. Pegunungan Karst atau yang dikenal juga sebagai Hutan Batu adalah gugusan tebing batu yang terbentuk akibat terjadinya erosi bawah tanah, seperti pelarutan batu gamping atau marmer. Berlokasi di Desa Salenrang, Kabupaten Maros, Makassar, destinasi ini menjadi taman hutan batu kapur satu-satunya di Indonesia sekaligus ketiga di dunia setelah Taman Hutan Batu Tsingy di Madagaskar dan Taman Hutan Batu Shilin di Cina.

Di tempat ini, Anda juga dapat menjelajahi ratusan gua yang diantaranya termasuk ke dalam gua pra-sejarah yang dulu digunakan sebagai tempat tinggal manusia purba. Hal ini dibuktikan dengan penemuan berbagai fosil di Pegunungan Karst Makassar tersebut. Anda tidak perlu khawatir karena ada petugas setempat yang akan memandu perjalanan Anda selama menjelajahi objek wisata hutan batu ini.

Jam operasional: Setiap hari, 24 jam.

Harga tiket: Rp2.500,-/orang.

Tempat Wisata Sejarah di Makassar

Makassar merupakan kota yang memiliki berbagai macam etnik dan budaya, tidak heran jika di sini Anda dapat menemukan sejumlah tempat-tempat bersejarah menarik yang bukan hanya sebagai sarana informasi tetapi juga sebagai objek wisata.

Fort Rotterdam

Fort Rotterdam merupakan sebuah benteng peninggalan Kerajaan Gowa-Tallo yang dibangun pada tahun 1545. Benteng ini dulu dikenal dengan nama aslinya yaitu Benteng Ujung Pandang atau Benteng Panyyua. Benteng ini kemudian diambil alih oleh Belanda pada tahun 1667 setelah VOC berhasil memaksakan penandatanganan Perjanjian Bongaya yang akhirnya membuat benteng ini berganti nama menjadi Fort Rotterdam. Benteng ini selanjutnya dibangun kembali oleh Belanda dengan tinggi bangunan mencapai 6 meter dan terdapat bangunan baru seperti perumahaan Belanda dan Gereja di kawasan benteng tersebut.

Di sini, Anda dapat menyusuri menara-menara yang ada di benteng ini dan melihat berbagai benda-benda zaman dulu seperti alat-alat pertanian, pakaian adat, gulungan sejarah, dan benda antik lainnya. Anda juga dapat mengunjungi Museum La Galigo yang ada di kawasan Fort Rotterdam tersebut.

Jam operasional: Setiap hari, pukul 08.00 - 18.00 WITA.

Harga tiket: Gratis.

Benteng Somba Opu

Selain Fort Rotterdam, terdapat wisata benteng bersejarah lain yang tidak kalah menarik dan wajib dimasukan ke dalam daftar perjalanan Anda. Berlokasi di Jalan Daeng Tata, Kabupaten Gowa, Benteng Somba Opu merupakan benteng yang dibangun pada tahun 1525 oleh Raja Gowa ke-9, Daeng Matanre Karaeng Tumapa'risi' Kallonna. Benteng ini dulu digunakan sebagai pusat pelabuhan dan perdagangan rempah-rempah yang diperjualbelikan baik ke sekitar Indonesia, Asia, dan Eropa. Namun, pada tahun 1669, tempat ini dikuasai oleh VOC dan dihancurkan hingga terendam ombak pasang.

Benteng Somba Opu kemudian ditemukan kembali oleh para ilmuwan di tahun 1980-an dan mengalami rekonstruksi ulang pada tahun 1990. Benteng Somba Opu kini menjadi salah satu wisata sejarah yang selalu ramai dikunjungi para wisatawan. Di sini, Anda dapat melihat sejumlah bangunan rumah adat Sulawesi Selatan, meriam dengan berat 9.500 kg, dan benda-benda peninggalan Kerajaan Gowa di Museum yang ada di kawasan Benteng Somba Opu tersebut.

Jam operasional: Setiap hari, pukul 08.00 - 19.00 WITA.

Harga tiket: Rp2.000,-/orang.

Monumen Mandala

Monumen Mandala adalah monumen berupa tugu yang dibangun untuk memperingati perjuangan para pahlawan Indonesia dalam merebut kembali kebebasan Irian Barat (Papua) dari penjajahan Belanda di tahun 1962. Monumen ini mulai dibangun pada tanggal 11 Januari tahun 1994 dan langsung diresmikan oleh Presiden H. M. Soeharto pada tanggal 19 Desember 1995.

Tugu ini memiliki tinggi 75 meter dengan badan bangunan berbentuk segitiga sama sisi yang menyimbolkan Tiga Komando Rakyat (Trikora). Di bagian bawah dan atas tugu terdapat relief lidah api yang melambangkan semangat Trikora yang tidak pernah padam. Anda dapat menemukan Monumen Mandala ini di Jl. Jenderal Sudirman, Kota Makassar.

Jam operasional: Setiap hari, pukul 11.00 - 18.00 WITA.

Harga tiket: Rp10.000,-/orang.

Tempat Wisata Kuliner di Makassar

Belum lengkap rasanya jika berkunjung ke Makassar tanpa mencicipi deretan kulinernya yang khas dan sudah terkenal akan kelezatannya. Berikut beberapa hidangan asal Makassar yang wajib Anda coba.

Coto Makassar

Hidangan yang satu ini pasti sudah tidak asing dikenal oleh seluruh masyarakat Indonesia sebagai makanan ikonik dari Kota Makassar. Mirip dengan soto, Coto Makassar merupakan makanan yang terbuat dari potongan daging, jeroan sapi, dan kuah kental yang kemudian diberikan daun bawang dan bawang goreng di tempat terpisah. Coto Makassar biasanya juga disajikan dengan ketupat. Makanan khas suku Bugis ini memiliki cita rasa rempah yang kuat dan menyegarkan. Salah satu tempat coto terkenal adalah Coto Nusantara yang terletak di Jl. Nusantara Baru No.142, Ende, Wajo, Kota Makassar.

Jam buka: Setiap hari, pukul 06.30 - 18.30 WITA.

Harga: Rp15.000,-/porsi.

Konro

Mirip seperti rawon, Konro adalah sebuah hidangan khas Makassar yang dibuat dari iga dan daging sapi yang direbus dengan air asam jawa, kayu manis, dan aneka bumbu lainnya, termasuk kluwek yang membuat warna kuah dari Sop Konro berwarna hitam. Hidangan ini biasa dinikmati dalam kondisi panas dengan sepiring nasi dan sambal. Kata Konro sendiri memiliki arti yaitu Iga. Bukan hanya dijadikan sebagai sop, konro kini juga sering ditemukan dengan penyajian di bakar. Iga tersebut akan dibumbui dengan berbagai rempah khas terlebih dahulu sebelum dibakar dan dihidangkan. Anda dapat mencoba hidangan ini di sebuah restoran Konro legendaris yang telah berdiri sejak tahun 1968, yaitu Konro Karebosi di Jl. Gunung Lompobattang No.41-43

Jam buka: Setiap hari, pukul 10.00 - 22.00 WITA.

Harga: Rp30.000,-/porsi.

Es Palu Butung

Selain makanan berat, Makassar juga memiliki hidangan penutup segar yang telah menjadi kebanggan dari kota ini. Es campur khas Makassar ini terdiri dari potongan pisang, bubur sumsum, es kental manis, sirup merah, dan es serut. Es Palu Butung cocok untuk dinikmati saat cuaca panas atau ketika Anda ingin memakan hidangan dengan cita rasa manis dan segar. Jika Anda tertarik untuk mencoba hidangan ini, Anda dapat mengunjungi salah satu tempat Es Palu Butung populer, yakni RM Bravo yang terletak di Jalan Sultan Alauddin Nomor 27, Mangasa, Tamalate.

Jam buka: Setiap hari, pukul 09.00 - 21.00 WITA.

Harga: Rp10.000 - Rp15.000,-/porsi.

Akses ke Makassar

Terdapat tiga akses yang dapat Anda pilih untuk menuju ke Makassar, yaitu melalui Jalur darat, udara, atau laut.

Bus

Makassar memiliki 3 terminal besar yang melayani rute perjalanan dari dan menuju kota-kota lain di Sulawesi, yaitu Terminal Daya, Terminal Malengkeri, dan Terminal Sungguminasa. Berlokasi di bagian Timur Makassar, Terminal Daya biasa digunakan untuk perjalanan menuju ke arah utara seperti Sangkang dan Rantepao. Sementara Terminal Malengkeri yang berlokasi tidak jauh dari pusat kota umumnya untuk perjalanan ke daerah Tenggara Makassar, dan Terminal Sungguminasa untuk rute perjalanan ke berbagai daerah lainnya.

Pesawat

Bagi Anda yang ingin perjalanan yang mudah dan praktis ke Makassar, maka Anda dapat memilih untuk menggunakan pesawat terbang. Makassar memiliki satu Bandar udara yang melayani baik penerbangan domestik maupun internasional, yakni Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Bandara ini terletak di Jl. Airport No.1, Kabupaten Maros dan memiliki konsep bangunan yang unik dan modern. Salah satu daya tarik dari bandara ini adalah dekorasi berbentuk kapal Pinisi yang merupakan kapal khas dari Sulawesi Selatan di pintu Bandara.

Dari bandara ini, Anda dapat membeli tiket bus Damri untuk perjalanan ke pusat kota Makassar. Untuk Anda yang terburu-buru atau takut ketinggalan pesawat, Anda juga dapat menginap di hotel yang ada di kawasan bandara tersebut.

Kapal

Alternatif lain untuk pergi ke Makassar adalah melalui jalur laut, yaitu menggunakan kapal Pelni. Buat Anda yang berdomisili di Jakarta dan Surabaya, Anda dapat menaiki kapal Pelni dari Pelabuhan Tanjung Priok dengan lama perjalanan sekitar 48 jam. Kapal Pelni juga melayani rute perjalanan dari pelabuhan-pelabuhan lain di Kalimantan Timur, Ambon, dan Papua.

Sementara untuk Anda yang tinggal di daerah lain, Anda juga dapat memilih kapal Pelni berjenis Kambuna dengan rute Padang - Belitung yang melewati Makassar, dan kapal Sirimau yang memiliki rute perjalanan Kuala Enok-Kupang.

Tujuan populer
Keamanan
PCI Compliant
Ikuti kami
FacebookTwitterInstagram
Get it on Google PlayDownload on the App Store