oscarliving

oscarliving

BELANJA FURNITUR JADI MUDAH

  • 5 jam yang lalu
  • Kota Administrasi Jakarta Timur
  • 1 Toko Fisik
  • April 2014

Mencangkup AREA JABODETABEK BALARAJA CIKARANG ( FREE ONGKIR )
BANTEN - CIKAMPEK - SUBANG - PURWAKARTA - BANDUNG - CIREBON - TEGAL 250.00

  • Kecepatan Toko
  • reputation
    Reputasi
  • 8.5rb
    Produk Terjual
  • 5.1rb
    Followers
Catatan
Etalase

PERLINDUNGAN HAK CIPTA ATAS FOTO ATAU POTRET ( UU Nomor 19 Tahun 2002 )

Hak Cipta 

Hak Cipta merupakan hak ekskusif bagi Pencipta atau Pemegang Hak Cipta untuk mengumumkan atau memperbanyak Ciptaannya, yang timbul secara otomatis setelah suatu ciptaan dilahirkan tanpa mengurangi pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku (Vide Pasal 2 ayat (1) Undang-undang Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta).

Dengan memperhatikan ketentuan Pasal 2 ayat (1) Undang-undang Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta sebagaimana tersebut di atas, fungsi Hak Cipta adalah hak untuk mengumumkan, memperbanyak, memberi izin untuk mengumumkan dan/atau memperbanyak atas Ciptaan, dan memperjanjikan Hak Cipta dengan pihak lain.

Hak Cipta dianggap sebagai benda bergerak. Hal mana telah ditegaskan dalam Pasal 3 ayat (1) Undang-undang Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta. Sebagai benda bergerak, Hak Cipta dapat beralih atau dialihkan kepemilikannya, baik seluruhnya maupun sebagian karena:

  1. pewarisan;
  2. hibah;
  3. wasiat;
  4. perjanjian tertulis; atau
  5. sebab-sebab lain yang dibenarkan oleh peraturan perundang-undangan.

Hak Cipta Atas Foto atau Potret

Seorang fotografer yang atas inspirasinya menciptakan karya fotografi berdasarkan kemampuan pikiran, imajinasi, kecekatan dan keahliannya adalah pemilik hak cipta atas potret yang dibuatnya. Sebagai pencipta ia merangkap sebagai pemegang hak cipta dari karyanya tersebut, potret, negatif atau softcopy digitalnya adalah milik sang fotografer.

Seorang fotografer dapat mengalihkan hak ciptanya melalui perjanjian, baik secara tertulis maupun secara lisan kepada pihak lain, hal mana sering terjadi dalam fotografi komersial. Dalam fotografi komersial biasanya dibuat perjanjian-perjanjian yang dapat berupa:

  1. Perjanjian yang mengatur mengenai pembayaran untuk setiap pemotretan.
  2. Perjanjian eksklusif bagi fotografer dalam jangka waktu tertentu tidak melakukan pemotretan untuk kepentingan pihak lain.

Sebagai pemegang Hak Cipta atas Ciptaannya, seorang fotografer mempunyai hak dan kewajiban diantaranya sebagai berikut:

  1. berhak menentukan harga/nilai atas potret hasil karyanya;
  2. menyimpan negatif film dan atau soft copy digitalnya;
  3. fotografer sebagai pemilik Hak Cipta berhak mempertunjukan Ciptaannya didalam suatu pameran untuk umum atau memperbanyak dalam suatu katalog walaupun foto atau potretnya telah dialihkan kepada pihak lain sebagai pemegang Hak Cipta, (kecuali apabila tidak diperjanjikan lain);
  4. dapat menuntut seseorang yang tanpa seizinnya memperbanyak dan mengkomersialkan karya ciptanya untuk kepentingan/keuntungan pribadi.
  5. bertanggung jawab atas kebenaran atau keaslian foto atau potret.

Hak Cipta atas Ciptaan fotografi berlaku semala 50 (lima puluh) tahun sejak pertama kali diumumkan.

DILARANG KERAS MENGGUNAKAN IMAGE YG DAPAT MENDATANGKAN KEUNTUNGAN BAGI PRIBADI MAUPUN KELOMPOK TERTENTU

Pasal 72 UU 19/2002 menyatakan bahwa hukuman bagi pelanggar hak cipta atas potret ini adalah pidana penjara paling lama dua tahun dan/atau denda paling banyak 150 juta rupiah.

NOTE : 

- IMAGE YANG DITAMPILKAN OLEH OSCARLIVING MEMILIKI LISENSI DARI PARA DISTRIBUTOR PRODUCT TERSEBUT ATAUPUN LISENSI DIMILIKI SEPENUHNYA OLEH TIM FOTOGRAFI OSCARLIVING.

 

 

19 February 2016, 08:40 WIB

gimmick-talkTips Belanja Online Aman:

Gunakan fasilitas escrow / rekening bersama gratis dari Tokopedia. Modus penipuan umumnya terjadi dengan cara mengiming-imingi transaksi di luar situs, dengan cara transfer dana langsung ke nomor rekening bukan milik PT. Tokopedia.