Kategori


    Cari di kategori ini


    Harga

    Brand

    Populer
    {{key}}

    Brand

    Warna

    Lihat Semua Warna

    Ukuran

    Ukuran

    Lokasi

    Populer
    {{key}}

    Lokasi

    Lihat Semua Lokasi

    Dukungan Pengiriman

    Kondisi

    Toko

    Rating

    Umur

    SelesaiFitur Baru: Free ReturnsTemukan beragam pilihan produk Free Returns. Produk dapat diretur secara GRATIS jika berubah pikiran. Pelajari lebih lanjut.
    {{tokopedia.loc('Product List')}} {{pagination.item_start|thousand_separator}} - {{ pagination.item_end|thousand_separator}} {{tokopedia.loc("from")}} {{pagination.total_item|thousand_separator}}
    Urutkan :
    Reputasi:

    {{tokopedia.loc("SEARCH_NOT_FOUND_1")}}

    {{tokopedia.loc("SEARCH_NOT_FOUND_2")}}
    {{model.name}}
    {{model.name}}
    {{model.price}}
    ({{model.count_review}})
     
    {{e.title}}
    Grosir
    • {{wp.quantity_min}} - {{wp.quantity_max}}≥ {{wp.quantity_min}}≥ {{wp.price}}
    PO
      {{ model.shop.city }}
    RSS
    Sejarah Buku Ekonomi Pendidikan Klasik Hingga Modern

    Pendidikan ekonomi melalui proses yang sangat panjang dan terus berkembang hingga hari ini. Ilmu ekonomi mulai menjadi disiplin keilmuan pada awal abad ke-18, Adam Smith menggagas teori ekonomi klasik dan menuliskan buku yang ia tuliskan dianggap sebagai salah satu buku ekonomi pendidikan pertama karena sebelumnya bidang ekonomi tidak dikaji secara empiris. Gagasan Adam Smith menjadi landasan bagi perkembangan ilmu ekonomi dan terus berkembang hingga saat ini. Adam Smith diberi gelar sebagai Bapak Ilmu Ekonomi oleh para ahli ekonomi di dunia karena penjelasannya yang mendasar dan konsep yang ia gagas mengenai ilmu ekonomi secara utuh. Sejarah ilmu ekonomi modern dimulai pada saat masa Depresi Besar pada tahun 1930an, dimana teori ekonomi klasik gagal menjawab permasalahan ekonomi saat itu. Keynes menggagas sebuah teori baru untuk ilmu ekonomi yang menjadi solusi permasalahan ekonomi saat itu.

    Buku Ekonomi Best Seller: Inspirasi untuk Mengembangkan Bisnis

    Bisnis yang berhasil memperoleh popularitas dan mendulang kesuksesan tampak seperti sebuah keberuntungan bagi sebagian banyak orang. Sebenarnya, kesuksesan sebuah bisnis tidak mengutamakan aspek keberuntungan, ada formula yang dimiliki oleh setiap pebisnis, kalkulasi untuk memprediksikan daya beli pasar, analisa kompetitor, strategi pengembangan dan lain-lain. Bahkan masih ada persepsi bahwa untuk bisa menjalankan bisnis dan menjadi sukses hanya untuk mereka yang dilahirkan dengan talenta. Persepsi tersebut tidak sepenuhnya benar. Lantas untuk apa dibentuk disiplin ilmu ekonomi dan kajian-kajian ilmiah jika kesuksesan bisnis hanya ditentukan oleh keberuntungan dan bakat lahir. Ilmu pengetahuan praktis merupakan fondasi setiap usaha yang sukses, yang berarti Anda juga bisa menjadi sukses. Temukan dan pelajari rahasia kesuksesan dari para pebisnis melalui buku ekonomi best seller, yang dapat memberikan perspektif ilmiah untuk mengembangkan bisnis.

    Entrepreneur Muda Wajib Baca Buku Ekonomi Kreatif

    Istilah ekonomi kreatif mungkin masih asing di telinga sebagian orang. Ekonomi kreatif adalah sebuah konsep perekonomian era baru yang menjadikan informasi dan kreativitas sebagai komoditas utama, yang merupakan hasil reproduksi dari ide-ide dan pengetahuan sumber daya manusia. Ekonomi kreatif erat kaitannya dengan industri kreatif. Industri kreatif sendiri merupakan bidang industri yang memanfaatkan kreativitas, keterampilan, serta bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan dengan memproduksi dan memanfaatkan kemampuan inovasi dan daya cipta dari orang-orang yang berkecimpung di dalamnya. John Howkins adalah orang yang pertama kali memperkenalkan istilah ekonomi kreatif dan menulis sebuah buku ekonomi kreatif berjudul The Creative Economy: How People Make Money From Ideas. Ekonomi kreatif kelak akan menjadi salah satu penggerak roda perekonomian karena sumber daya alam terbatas sedangkan kreativitas manusia tidak ada matinya.

    Buku Ekonomi UMKM: Belajar Jadi Pengusaha dari Skala Kecil

    Pemerintah Indonesia berupaya memperkuat perekonomian dengan mendorong Warga Negara Indonesia untuk menjadi pencipta lapangan pekerjaan dan memproduksi komoditas perdagangan melalui Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Sebuah usaha dikategorikan sebagai UMKM berdasarkan jumlah kekayaan bersih paling banyak senilai Rp 200.000.000 tidak meliputi tanah dan bangunan tempat usaha. Untuk Anda yang ingin memulai kehidupan sebagai entrepreneur, membuka usaha berskala mikro, kecil, dan menengah merupakan langkah awal yang tepat. Pemerintah sangat mendukung pembentukan UMKM melalui bantuan materi dan legalitas serta pelatihan guna meningkatkan kualitas dari lembaga usaha. Sebelum memulai kehidupan sebagai wirausahawan, direkomendasikan untuk membaca buku ekonomi UMKM sebagai referensi dan sumber inspirasi. Dengan menjadi wirausahawan, Anda berkontribusi mengurangi angka pengangguran di Indonesia. Mari jadi pengusaha dan majukan perekonomian Indonesia!