Kategori


    Cari di kategori ini


    Harga

    Brand

    Populer
    {{key}}

    Brand

    Warna

    Lihat Semua Warna

    Ukuran

    Ukuran

    Lokasi

    Populer
    {{key}}

    Lokasi

    Lihat Semua Lokasi

    Dukungan Pengiriman

    Kondisi

    Toko

    Rating

    Umur

    SelesaiFitur Baru: Free ReturnsTemukan beragam pilihan produk Free Returns. Produk dapat diretur secara GRATIS jika berubah pikiran. Pelajari lebih lanjut.
    {{tokopedia.loc('Product List')}} {{pagination.item_start|thousand_separator}} - {{ pagination.item_end|thousand_separator}} {{tokopedia.loc("from")}} {{pagination.total_item|thousand_separator}}
    Urutkan :
    Reputasi:

    {{tokopedia.loc("SEARCH_NOT_FOUND_1")}}

    {{tokopedia.loc("SEARCH_NOT_FOUND_2")}}
    {{model.name}}
    {{model.name}}
    {{model.price}}
    ({{model.count_review}})
     
    {{e.title}}
    Grosir
    • {{wp.quantity_min}} - {{wp.quantity_max}}≥ {{wp.quantity_min}}≥ {{wp.price}}
    PO
      {{ model.shop.city }}
    RSS
    Apa Keseruan Membaca Buku Politik Hukum dibandingkan Fiksi Populer?

    Saat ini tidak banyak anak muda yang menyukai dunia politik dan hukum serta menekuni untuk membacanya di luar kewajiban kuliah atau pekerjaan sehari-hari. Kalau ada waktu senggang, mereka cenderung lebih memilih menghabiskan waktunya untuk membaca buku fiksi populer ketimbang buku politik hukum. Padahal, isi dan kisah yang dipaparkan dalam buku politik hukum justru lebih seru daripada kisah drama-drama pada novel populer karena melibatkan tokoh-tokoh asli dari dunia nyata. Misalnya saja tentang buku Politik Hukum di Indonesia karya Prof. Dr. Moh. Mahfud MD. Dengan latar belakang sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi dan pernah mengenyam manis dan pahit fungsi legislatif, eksekutif, dan yudikatif negara, dalam bukunya tersebut Anda bisa mendapatkan banyak pelajaran dari drama politik dan hukum di Indonesia yang pernah dialami secara pribadi oleh Prof. Mahfud. Sehingga, tidak hanya moral story yang bisa Anda dapatkan, Anda pun dapat memperlebar wawasan umum.

    Buku Politik Pendidikan Tinggi yang Wajib Dibaca Sebelum Wisuda

    Mengapa Anda harus menyelesaikan kuliah dan tidak langsung bekerja atau berwirausaha? Bukankah banyak tokoh yang bisa sukses tanpa harus mengenyam pendidikan tinggi? Di luar sana, banyak orang yang masih mendengung-dengungkan pernyataan ini di dalam dirinya bahkan dari sekumpulan para kaum cendekiawan sekalipun. Untuk mengilhami pentingnya pendidikan bagi Anda, jangan ragu untuk banyak menyerap ilmu dari buku politik pendidikan tinggi. Tidak hanya menyuguhkan jawaban-jawaban dari pertanyaan di atas, pemikiran Anda pun akan lebih terbuka terhadap realitas yang ada. Tujuan alami pendidikan seharusnya adalah membawa manusia untuk merdeka dan peka terhadap realitas sosial, bukan pendidikan yang mengkotak-kotakkan dan sarat dengan kepentingan politik dari segelintir penguasa. Pada akhirnya, Anda diharapkan untuk tidak akan serta merta menelan bulat semua mata pelajaran yang disampaikan dosen di kelas tanpa mengilhami dan bersikap kritis terhadap hal itu.

    Membuka Wawasan Penerus Bangsa Melalui Buku Politik Internasional

    Di era globalisasi, tidak hanya barang dan jasa saja yang bisa bebas keluar masuk batas yurisdiksi sebuah negara. Dengan terbukanya gerbang ekonomi bebas yang digaung-gaungkan banyak himpunan negara-negara seperti Asean, isu persaingan tenaga kerja dalam wilayah regional pun tidak bisa dibendung lagi. Pada saat skenario itu benar-benar terjadi, Anda tidak hanya bersaing dengan bangsa sendiri dalam urusan pencarian kerja. Namun, Anda pun harus unjuk gigi dengan tenaga kerja asing dengan segala kecakapan dan kompetensi yang dimilikinya. Maka dari itu, sebagai lulusan perguruan tinggi Indonesia dan penerus bangsa, penting bagi Anda untuk selalu menyadari isu ini dan membekali diri salah satunya dengan membaca buku politik internasional. Jangan sampai, karena terlalu sibuk bermedia sosial Anda malah melewatkan isu penting ini dan tersadar ketika sudah terlambat. Pada saat itu, tentunya Anda akan merugikan diri sendiri karena kurangnya persiapan yang dimiliki.

    Mengapa Anak Muda Sebaiknya Diwajibkan Membaca Buku Politik Indonesia?

    Dalam pidato terakhir di masa jabatannya ketika ulang tahun Republik Indonesia 17 Agustus 1966, Presiden Soekarno mengingatkan kepada Indonesia melalui semboyan Jas Merah, yaitu Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah. Banyak dari kaum cendekia yang mengilhami maksud tersebut agar pemuda Indonesia tidak mudah terlupa dari asal usulnya dan tetap memegang pembelajaran masa lalu untuk menghadapi tantangan di masa depan. Melihat fenomena politik yang berkembang dan sarat akan kepentingan saat ini, semboyan tersebut tampak menjadi hal yang masih relevan untuk digunakan sebagai pedoman. Apalagi dengan banyaknya serangan isu hoax yang bertujuan memutarbalikkan fakta. Sebagai kaum terpelajar, Anda harus mampu memahami konteks dan untuk mengasah hal tersebut, asupan pengetahuan dari buku politik Indonesia adalah salah satu menu wajib yang disantap. Karena dengan begitu, Anda bisa mengetahui permainan yang dijalankan kaum elit dan tidak mudah terprovokasi terhadap isu dadakan yang digulirkan.