Toko tidak aktif selama lebih dari 7 hari

Untuk kenyamanan bertransaksi, kami menyarankan pembeli untuk memastikan terlebih dahulu toko yang dipilih dalam keadaan aktif. Info status keaktifan ini dapat diakses di halaman masing-masing toko.


DARI SALAWAT DEDAUNAN SAMPAI KUNANG-KUNANG DI LANGIT JAKARTA

      Ulasan
Rp 40.000
Waktu Tersisa
:
:
Jumlah
Catatan untuk Penjual (Opsional)
0/144 karakter
Cicilan bunga 0% mulai dari Rp 1.667
Bandingkan Cicilan
Dilihat
     
Terkirim
     
Kondisi
Baru
Min. Beli
1
Asuransi
Opsional
Estimasi ongkos kirim
Kecamatan
Kode Pos
Berat
300gr
Hitung
Penerbit Kompas-Togamas

Dalam sekali pukul pembacaan, kita akan menemukan sedikit ciri yang menandai sebagian besar cerpen (di buku ini). Pertama adalah pilihan bentuk dan gaya, atau cara penceritaan yangsecara dominan dipenuhi oleh kecenderungan yang mistik, lalu mengarahkan cerita pada simpulan atau akhir yang supranatural dan surealistik. Tak kurang dari 50 persen (11 cerpen) yang memiliki kecenderungan semacam ini, mulai dari "Wiro Seledri" karya GM Sudarta, "Biografi Kunang-kunang" (Sungging Raga), "Burung Api Siti" (Triyanto Triwikromo), hingga "Malam di Kota Merah" (Toni Lesmana), "Batas Tidur" (Gde Aryantha Soethama). Dua cerpen yangterpilih sebagai "terbaik" pun "Salawat Dedaunan" (Yanusa Nugroho) dan "Kunang-kunang di Langit Jakarta" (Agus Noor)memiliki sub-genre yang kumpulan ini, ketujuh cerpen terpilih tetap dalam tegangan itu, saat mereka menjumput kembali khazanah cerita lokal, hingga logika, mitologi, dan mistisisme lokalnya. Katakanlah karyakarya mulai dari "Orang-orang Larenjang" (Damhuri Muhammad), "Pakiah dari Pariangan" (Gus tf Sakai), "Mar Beranak di Limas Isa"(Guntur Alam), "Ikan Kaleng" (Eko Triono), dan Salawat Dedaunan dibungkus dalam alur sederhana dan bahasa yang mudah diikuti, tetapi memancing imajinasi yang tinggi. Kemuraman religiusitas masyarakat disikapi dengan caracarayang amat "nglakoni". Berbuat adalah cara paling baik untuk mendorong sebuah perubahan sikap. Kendati perubahan sikap masyarakat kemudian terjadi karena alasan berbeda, tetapi doronganuntuk berubah itu dipicu oleh tindakan tak kenal -kunang di Langit Jakarta, mengunyah simbolisasi itu menjadi jiwa-jiwa yang melayang di setiap gedung, yang dulu menjadi situs pemerkosaan serta kemalangan yang terjadi saat kerusuhan Mei 1998 di Jakarta. Cerpen ini melukiskan realitas tragedi dengan cara-cara yang romantik, tetapi menggugah.
Berhasil menyimpan template chat
Template berhasil di hapus Batalkan
Oops, terjadi kendala koneksi. Coba Lagi

{{ error_result.default_error_message.header }}

No Talk

{{ loc("Is there any question") }} ? {{ loc("Discuss it with seller or other users") }}

{{ loc("Or direct contact to seller") }}

Berhasil menyimpan template chat
Template berhasil di hapus Batalkan
Oops, terjadi kendala koneksi. Coba Lagi

{{ loc("Latest Talk") }}

{{ loc("View All Discussion") }}

{{ loc("Is there any question") }} ? {{ loc("Discuss it with seller or other users") }}

Kota Yogyakarta
Memuat......

Transaksi Sukses
31.58% (897 Produk)
Diskusi Dibalas
)
Pesan Dibalas
)
Follow Chat Penjual

Dukungan Pengiriman

JNE
  • Reguler
  • YES
  • OKE
TIKI
  • Reguler
  • Over Night Service
Wahana
  • Service Normal
Pos Indonesia
  • Pos Kilat Khusus
  • Pos Express
Go-Send
  • Instant
J&T
  • Reguler
Cara Belanja di Tokopedia
Mengapa Belanja Online di Tokopedia Aman dan Bebas Penipuan?
Close