Zakat Maal
Dengan membayar wakaf lewat Tokopedia, saya menyetujui Syarat & Ketentuan dan Kebijakan Privasi
Lembaga Pengelola Wakaf
Ajak lebih banyak orang untuk menunaikan amal baik
Wakaf Lebih Mudah Lewat Tokopedia Salam

Sebagai umat muslim, kita diperintahkan untuk saling peduli dan berbagi dengan sesama. Selain menumbuhkan jiwa sosial yang tinggi, berbagi juga dapat mempererat tali persaudaraan. Salah satu cara untuk mewujudkan kepedulian kita adalah melalui Wakaf. Wakaf memiliki banyak keistimewaan jika dibandingkan dengan hibah atau sedekah. Orang yang berwakaf (waqif), pahalanya akan terus mengalir berlipat selama harta wakafnya masih bermanfaat untuk orang lain, sekalipun waqif tersebut sudah meninggal. Harta benda yang diwakafkan pun akan tetap utuh dan terpelihara, terjamin kelangsungannya dan tidak bisa berpindah tangan. Mereka yang melakukan wakaf dijamin pahalanya dibalas sebanyak 700x lipat sesuai yang tercantum pada surat Al-Baqarah ayat 261.

Tokopedia Salam Bantu Kamu Tebar Kebaikan Dengan Wakaf Sesuai Syariat Islam

Tokopedia Salam bekerja sama dengan Rumah Zakat berkomitmen untuk membantu Kamu menebar kebaikan untuk sesama melalui Wakaf sesuai dengan syariat islam. Manfaat harta wakaf bisa dirasakan oleh orang banyak, bahkan lintas generasi karena sifat wakaf yang tidak bisa dipindahtangankan. Pahala bagi Wakif akan terus mengalir selama harta wakafnya masih digunakan dan bermanfaat bagi orang lain. Secara hukum, ada beberapa syarat sah amalan wakaf. Pertama, wakaf harus dilakukan secara tunai sebab mewakafkan sesuatu berarti melepas hak milik. Kedua, tujuan wakaf harus jelas, terkecuali jika hartanya diwakafkan kepada satu badan hukum. Ketiga, wakaf yang sah wajib dilakukan dan tidak boleh ada khiyar. Pernyataan wakaf berlangsung seketika dan untuk selamanya. Jika wakif mengajukan syarat soal harta wakaf, syarat itu harus dihormati sepanjang tidak bertentangan dengan syariat islam.

Pengertian dan Dasar Hukum Wakaf

Wakaf secara harfiah berarti ‘penahanan’. Dalam konteks hukum, wakaf berarti penahanan properti sehingga produk atau pendapatannya selalu tersedia untuk tujuan keagamaan atau amal. Saat wakaf dibuat, properti akan ditahan atau diikat selamanya dan tidak bisa dipindahtangankan. Berdasarkan Undang-Undang nomor 41 tahun 2004 tentang Wakaf, wakaf adalah perbuatan hukum wakif untuk memisahkan dan atau menyerahkan sebagian harta benda miliknya untuk dimanfaatkan selamanya dan untuk jangka waktu tertentu sesuai dengan kepentingannya guna keperluan ibadah dan atau kesejahteraan umum menurut syariah.
Dasar hukum wakaf adalah sunnah. Perintah wakaf tercantum dalam Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 267. Wakaf biasanya berbentuk tanah dan bangunan seperti masjid. Bisa juga harta benda seperti buku dan Al-Quran. Tanah wakaf biasa digunakan untuk pembangunan masjid hingga tempat pemakaman. Berdasarkan UU no 41 tahun 2004, benda wakaf juga bisa meliputi tanaman, hak milik atas rumah susun, uang, logam mulia, surat berharga dan juga kendaraan.

Jenis-Jenis Wakaf

Ada 4 jenis wakaf. Pertama wakaf berdasarkan peruntukan, wakaf berdasarkan jenis harta, wakaf berdasarkan waktu dan wakaf berdasarkan penggunaan harta yang diwakafkan. Wakaf berdasarkan peruntukan terbagi menjadi wakaf ahli dan warkah Khairi (umum). Wakaf ahli (keluarga atau khusus) dimana wakaf tersebut ditujukan pada orang-orang tertentu, baik keluarga yang mewakafkan (wakif) atau bukan. Semisal mewakafkan buku-buku untuk anak-anak dan cucunya. Wakaf jenis ini dipandang sah dan mereka yang ditunjuk dalam pernyataan wakaf berhak menikmati wakafnya. Kedua adalah wakaf khairi atau wakaf umum. Wakaf khairi ditujukan untuk kepentingan umum, tidak untuk orang-orang tertentu. Pahala wakaf khairi akan terus mengalir, bahkan jika waqifnya sudah meninggal, selagi harta wakaf tersebut masih bisa dituai manfaatnya. Wakaf ini bisa dinikmati oleh masyarakat luas dan menjadi sarana untuk menyelenggarakan kesejahteraan masyarakat, baik itu sosial ekonomi, pendidikan, kebudayaan maupun keagamaan. Wakaf berdasarkan batas waktu terbagi menjadi dua, yakni wakaf abadi (properti atau tanah) dan wakaf sementara (barang yang mudah rusak). Wakaf berdasarkan penggunaannya terbagi menjadi wakaf langsung (masjid, sekolah, rumah sakit) dan wakaf produktif (digunakan untuk kegiatan produksi).