Download Tokopedia App
Tentang TokopediaMulai Berjualan PromoTokopedia Care
tokopedia-logo
Kategori
Kejar Diskon
Berakhir dalam
8 hari
7 hari20 jam52 menit50 detik
Atur jumlah dan catatan

Stok Total: Sisa 4

harga sebelum diskonRp88.000

Subtotal

Rp79.100

Rara Anggraeni - Penerbit Narasi

Rp79.100
diskon 10%
Harga sebelum diskon Rp88.000
    Kerajaan Medang telah dibagi menjadi dua wilayah pada pemerintahan Syri Naranatha Prabu Erlanggya. Panjalu yang beribukotakan Daha dan Janggala yang beribukota di Kahuripan. Baru sekian tahun rakyat Daha dan Janggala hidup dalam ketenangan, Jenggala mengalami pergolakan. Hasrat perang perebutan kekuasaan antara putra-putra Prabu Erlanggya, Syri Garaskan dan Lanjung Hêyês, seolah menjadi warisan sekaligus kutukan bagi penguasa setelahnya.
     
    Di bawah penaklukan Syri Naranatha Prabhu Jayabhaya pada tahun Saka 1057, Janggala dikoyak lagi. Kali ini seluruh anak dan keturunan Mapanji Garasakan menjadi target pembersihan besar-besaran. Kekuasaan Prabhu Jayabaya pun melebar hingga mencapai Jambi dan Sêlat Hujung Mêdini. Seruan ‘Panjalu Jayanti’ diteriakkan di mana-mana. Namun, Ibukota Daha dan seluruh Janggala tak lantas menjadi aman. Pertikaian berdarah-darah masih terus terjadi. Dan menantu Syri Naranatha Prabhu Jayabhaya, Mapanji Astradharma tewas karenanya.
     
    Istri Mapanji Astradharma, pewaris takhta yang sesungguhnya, kemudian memilih untuk mengasingkan diri ke puncak Gunung Kapucangan, menjadi pertapa wanita bergelar Ajar Dewi Kili Suci Anom. Takhta Daha lantas dilimpahkan kepada adik kandungnya, Mapanji Aryesywara atau Mapanji Lêmbu Amêrdadu. Kelak jika Mapanji Lêmbu Amêrdadu telah lengser dari tahta, maka yang berhak menggantikannya adalah putri sulungnya, Dyah Ayu Sasi Kirana.
     
    Wilayah Janggala sendiri dipasrahkan kepada Prabhu Sarwesywara atau Prabhu Lêmbu Amiluhur, putra ketiga Syri Naranatha Prabhu Jayabhaya. Penguasa baru Janggala ini mengingini tahta Daha kelak diduduki oleh putra sulungnya, Rahadyan Kuda Rawisrêngga. Dikirimkannya utusan yang dipimpin oleh Rakryan Kanuruhan Kudanawarsa untuk mengajukan pinangan terhadap Dyah Ayu Sasi Kirana ke Daha. Pinangan diterima dengan baik. Namun ketika balik dari Daha, Rahadyan Kuda Rawisrêngga terpikat kecantikan Rara Anggraeni, putri dari Rakryan Kanuruhan Kudanawarsa. Namun Patih Kudanawarsa tidak mengingini putrinya hanya sekedar dijadikan sêlir. Rara Anggraeni harus dijadikan seorang paramesywari!
     
     
    Judul Buku: Rara Anggraeni
    Penulis: Damar Shashangka
    Penerbit: Narasi, 2016
    Dimensi: 14,5 x 21 cm| Soft Cover
    Tebal: 488 hlm | Bookpaper
    Ada masalah dengan produk ini?

    ULASAN PEMBELI

    5.0/ 5.0

    100% pembeli merasa puas

    3 rating • 1 ulasan

    5(3)100%
    4(0)0%
    3(0)0%
    2(0)0%
    1(0)0%