-Kode Buku : NNF741 -ISBN: 9786022730415 -Penulis : Agus Aris Munandar -Penerbit : Wedatama Widya Sastra (WWS), Jakarta -Tgl/Thn Terbit: September 2020 -Jumlah Halaman : - -Berat Buku : 0,3 kg -Format Buku : Soft Cover -Dimensi Buku: 15,7 x 23 cm -Buku baru, segel, harga diskon Rp 63.000 (harga resmi Rp 78.000) Lawang Seketeng dapat diartikan sebutan untuk pintu gerbang dengan bentuk gapura sibak/candi bentar (candi terbelah) seperti gerbang candi bentar Wringin Lawang dari masa Majapahit di situs Trowulan, Mojokerto, sedang pintu gerbang yang beratap sering disebut lawang kori. Buku ini terdiri atas 11 bab, masing-masing berdiri sendiri sebagai suatu kajian dan bukan merupakan rangkaian kajian. Oleh karena itu sangat mungkin terdapat pengulangan, terutama dalam membincangkan data, namun diupayakan setiap bab mempunyai fokus kajian tersendiri yang berbeda. Kesebelas bab tersebut adalah “Peran Islam dalam Istana Kerajaan-kerajaan Islam Pertama di Pulau Jawa”, “Metode Penelitian Arkeologi dengan Data dari Masa Perkembangan Islam Di Indonesia”, “Suluran yang Tumbuh Menjalar. Kesinambungan Beberapa Aspek Seni Hindu-Buddha pada Masa Perkembangan Islam Di Jawa”, “Kesinambungan Konsep Penataan Ruang Masa Majapahit ke Periode Kerajaan Islam di Tanah Jawa”, “Anasir Hindu Buddha Pada Artefak Islam. Meninjau Kesinambungan Bentuk Ragam Hias”, “Istana dan Danau Buatan di Jawa (Abad Ke-15–18 M). Tinjauan Fungsi dan Konsepsi Penataan Halaman Mesjid dan Pemakaman Islam Kuna di Jawa”, “Indramayu. Perspektif Arkeologi-Sejarah”, “Mesjid Pejlagrahan. Tinjauan Ringkas Mesjid Kuna yang Telah Direnovasi”, “Kesenian Berokan di Wilayah Cirebon dan Indramayu: Kajian Semiotika”, dan “Struktur Data Base Arsitektur Mesjid Kuna”.