Islam dan Sains Modern Telaah Filsafat Dan Integrasi Ilmu - Prof Sukron Kamil
Cetakan 1
Halaman 496
Jenis Cover Art Carton
Jilid Perfect Bending
Kertas Isi Book Paper
Pengarang Prof. Dr. Sukron Kamil
Tahun Terbit Desember 2022
Ukuran 15.5 x 23
ISBN 978-623-384-299-0
Islam hubungannya dengan sains modern kini seolah tak berkesesuaian. Paling tidak, jika dilihat dari pandangan sebagian tokoh penting sains di Barat modern. Misalnya Karl Marx dalam sosiologi atau Sigmund Freud dalam psikologi. Bahkan, Newton sebagai pendiri ilmu alam modern menolak menarik realitas fisika pada sebab yang jauh (Tuhan). Juga kaum atheis Barat, terutama yang militan yang menolak agama secara sarkastik dan melihat agama sebagai musuh. Islam dan sains modern juga seolah tak berkesesuaian, jika yang dirujuk realitas dunia Islam saat ini. Dalam masyarakat Muslim modern di dunia juga tidak banyak kaum Muslim yang menjadi tokoh ilmu modern yang diakui dunia, meski ada tokoh seperti Mohammed Abdus Salam, Muslim asal Pakistan atau Habibie di Indonesia. Apalagi, ada sebagian intelektual Islam yang terusir dari negaranya atau intelektual/novelis Muslim yang terbunuh. Publikasi ilmuwan Muslim di banyak negara Muslim juga masih kalah bukan hanya oleh kalangan Kristiani, melainkan juga Yahudi, Hindu, dan Buddha, bahkan kaum atheis. Buku ini membahas Islam hubungannya dengan sains modern, baik dilihat dari sisi konseptual maupun praktiknya dari sejak masa klasik (abad ke-7 atau 8). Ternyata, Islam dilihat dari sisi filsafat ilmu, baik ontologi, maupun epistemologi dan aksiologi sejalan, meski tentu dengan kritisisme, di mana ada sisi perbedaan antar keduanya. Dalam sejarah, malah empirisisme merupakan tradisi yang dipelopori Islam, bukan Barat. Justru itu adalah tradisi Islam yang memengaruhi Barat modern. Sebagian ilmuwan Muslim klasik dan pertengahan Islam pun juga sudah sampai pada temuan teknologi.