Nasi jinggo berasal dari daerah Bali. Nasi dengan paduan lauk yang lengkap ini biasanya dikemas dengan porsi kecil. Dari segi bahasa, jinggo diambil dari bahasa Hokkien yang berarti #39;seribu lima ratus #39;. Ini sesuai dengan harga pasaran nasi jinggo sebelum terjadi krisis moneter di Indonesia. Versi lain menyebutkan jinggo berasal dari judul film dengan judul #39;Djanggo #39; yang sangat populer kala itu. Ada juga yang menyebutkan jinggo berarti #39;jagoan #39; yang dikenal sebagai pengendara motor asal Bali yang sangat menyukai nasi jinggo tersebut. Nasi jinggo Bali sudah ada sejak tahun 1990-an. Saat itu penikmat nasi masih belum banyak dan nasi jinggo sering dinikmati oleh sopir-sopir yang berasal dari luar Kota Denpasar. Ada juga yang mengatakan nasi jinggo Bali sudah ada sejak tahun 1980-an. Harga per bungkus Rp. 15.000