Reformasi yang diawali pada tahun 1998 membuka banyak peluang bagi warga Tionghoa untuk turut bersama membangun negeri ke arah adil dan makmur. Membuka kesempatan lebih besar terutama di bidang politik tanpa perlu dibayangi kekhawatiran soal status warga negara, yang dulu menjadi batu sandungan. Tetapi reformasi juga memunculkan masalah yang tidak diperkirakan sebelumnya: toleransi dan anti-toleransi, urusan penistaan agama dengan paham radikalisme, dan berbagai hal lain yang mengikuti. Selama warga Tionghoa itu adalah double minority — dan jika ia perempuan artinya triple minority — urusan politik merebak masuk dalam ranah agama, maka komunitas Tłonghoa tetap saja rawan terhadap diskriminasi dan rasialisme.
Ada masalah dengan produk ini?
ULASAN PEMBELI
5.0/ 5.0
100% pembeli merasa puas
1 rating • 0 ulasan
5
(1)100%
4
(0)0%
3
(0)0%
2
(0)0%
1
(0)0%
Belum ada ulasan untuk produk ini
Beli produk ini dan jadilah yang pertama memberikan ulasan