Jeruk kalamansi (Inggris: calamondin atau calamansi; Melayu: limau kesturi) adalah jenis buah jeruk yang berkembang pesat di Bengkulu, berbau harum, dan memiliki rasa yang asam ketika sudah masak, dan pahit ketika masih mentah. Jeruk kalamansi memiliki dua jenis yang biasanya dibedakan dari warna kulitnya, yaitu jenis yang disebut dalam nama ilmiah (Bahasa latin) Citrofortunella microcarpa berwarna kuning kehijauan atau seperti gradasi, terdapat bagian yang kuning dan pada beberapa tempat terdapat warna hijau, dan yang kedua, yang disebut Citrofortunella mitis biasanya memiliki warna kuning mencolok. Jeruk ini telah ada di seluruh Asia Tenggara, terutama di Republik Rakyat Tiongkok dan Filipina. jeruk kalamansi ditemukan banyak berkembang di Republik Rakyat Tiongkok, bagian Swatow. rang Tiongkok meyakini bahwa keberadaan jeruk kalamansi membawa keberuntungan sebuah rumah, oleh karena itu mereka juga menanamnya di rumah. Ketinggian bibit saat ini : 30 - 60 cm
asal bibit : Okulasi atau sambung pucuk
Merupakan salah satu jenis buah jeruk yang memiliki keunggulan karena rasa
asamnya yang khas dan sangat cocok dijadikan sebagai bumbu berbagai masakan.
Buah jeruk limau tidak terlalu besar, hanya sebesar genggaman anak bayi usia 3
bulanan, warnanya hijau tua dan akan berubah kekuningan jika matang, rasanya
tentu saja asam dan kecut namun segar. Buah ini bisa langsung dimakan tanpa
diolah dulu.