Di situlah, di situlah letaknya suatu waktu yang Sleman sekali. Pada lelah yang dilebur gol …. Wasit menahan detik akhir dan seantero stadion ingin mempercepat kesudahannya dengan peluit buatan bibir bawah yang dicekungkan. Satu rokok lagi. Aku naik ke teralis besi dan siap menyambut peluit. "Sit! Prit! Asu cepet!"
Pada Suatu Waktu Yang Sleman Sekali (edisi revis & cover baru) Penulis: Tonggos Darurat & Kartogeni Tebal: 102 halaman