Papua Kemiskinan Pembiaran dan Separatisme

      Ulasan
Rp 105.000
Waktu Tersisa
:
:
Jumlah
Catatan untuk Penjual (Opsional)
0/144 karakter
Cicilan bunga 0% mulai dari Rp 4.375
Bandingkan Cicilan
Dilihat
     
Terkirim
     
Kondisi
Baru
Min. Beli
1
Asuransi
Opsional
Estimasi ongkos kirim
Kecamatan
Kode Pos
Berat
295gr
Hitung
Papua Kemiskinan Pembiaran dan Separatisme
Jumah halaman-225 halaman
Cetakan Ke-2
ISBN-978-602-1062-68-5
Buku ini melihat dan menjelaskan dengan logikanya sendiri. Logika seorang prajurit perbatasan. Secara umum para pejabat atau Tetua Adat punya pemahaman sederhana terkait perjuangan OPM. Dengan logika biasa sesungguhnya mudah dimaklumi, kenapa OPM memberontak kepada pemerintahnya.Jawabnya sederhana, bisa jadi mereka mendapatkan informasi yang berbeda, bisa jadi disebabkan disana mereka seolah melihat ada pembiaran. Seolah hidup mereka disingkirkan tanpa ada sebuah solusi yang jelas. Bisa juga memang dari sananya, mereka punya misi tersendiri. Meneruskan politik pecah belah peninggalan Kolonial Belanda.Yang saat itu ingin tetap menjajah Nusantara dan menjadikan Papua sebagai pijakannya.
Sebenarnya perasaan hati itu sama. Ketika soal kemanusiaan (terlebih pada masa lalu), kemiskinan dijawab dengan tanpa pemecahan masalah dibumbui nuansa ketidak adilan. Maka siapapun akan melawan. Tetapi kini kala pemerintah, berjuang memberi perhatian, mencoba membukakan lapangan kerja dan kesejahteraan, mencoba menjamin sekolah dan kesehatan anak-anaknya, hukum di tegakkan maka harapan kita yang namanya OPM itu sebenarnya bakal tidak akan ada. Kalaupun ada, dia sudah akan terus meredup. Jadi, harus juga bisa dilihat bahwa sampai batas tertentu perjuangannya adalah, semata perjuangan hidup,tetapi mereka merasa tidak ada pihak yang peduli.
Selama ini menguatnya isu kemerdekaan di Papua dilatar belakangi paling tidak terdiri dari tiga faktor yaitu: pertama, menurut Terryanus dan Jeffri (mantan OPM) maraknya area korupsi dalam sistem birokrasi di Papua. Kedua, menurut Stanley (ketua Dewan Adat Papua) disebabkan masih lemahnya kapabilitas Pemerintah Daerah dalam pembangunan kesejahteraan rakyat. Ketiga, menurut Pangdam XVII Cenderawasih bahwa Pemerintah Daerah masih lemah dalam menciptakan tertib sipil. Papua kini sudah beda, pembangunannya terus berbenah Diri
Kualitas Produk
5.0/ 5
1 Ulasan
5
1
4
0
3
0
2
0
1
0
Berhasil menyimpan template chat
Template berhasil di hapus Batalkan
Oops, terjadi kendala koneksi. Coba Lagi

{{ error_result.default_error_message.header }}

No Talk

{{ loc("Is there any question") }} ? {{ loc("Discuss it with seller or other users") }}

{{ loc("Or direct contact to seller") }}

Berhasil menyimpan template chat
Template berhasil di hapus Batalkan
Oops, terjadi kendala koneksi. Coba Lagi

{{ loc("Latest Talk") }}

{{ loc("View All Discussion") }}

{{ loc("Is there any question") }} ? {{ loc("Discuss it with seller or other users") }}

Promo
Kota Bandung
Memuat......

Transaksi Sukses
100.00% (78 Produk)
Diskusi Dibalas
)
Pesan Dibalas
)
Follow Chat Penjual

Dukungan Pengiriman

JNE
  • Reguler
  • OKE
  • YES
TIKI
  • Reguler
  • Over Night Service
Pos Indonesia
  • Pos Kilat Khusus
Cara Belanja di Tokopedia
Mengapa Belanja Online di Tokopedia Aman dan Bebas Penipuan?
Close

Detail Voucher

Coupon image

Minimum Pembelian:

Kode Voucher